Wednesday, August 23, 2006

Mencegah Adu Domba Antar Sesama Muslim

Buletin al-Islam Edisi 310

Saat ini banyak pihak mengkhawatirkan adanya bentrokan fisik antar komponen umat Islam. Hal ini dilandaskan pada ketegangan dan hampir bentroknya dua kelompok di Jakarta pada 26 Mei lalu. Berikutnya, muncul juga ketegangan di Jember dan penghadangan di Demak (15 Juni 2006). Kejadian yang menjurus pada aksi kekerasan seperti ini sangat memprihatinkan. Untuk memahami hal ini, perlu dikaji hal-hal yang melingkupinya.

Pihak Asing dan Adu Domba

Sejak peledakan Gedung WTC AS telah memproklamirkan perang tanpa akhir terhadap terorisme. Saat itu AS menyatakan, "Eeither with us or with terrorists (Bersama kami [AS] atau bersama teroris)." Jadi, teroris yang dimaksud adalah setiap pihak yang menentang kezaliman yang dilakukan AS.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, para pejabat AS selalu menjadikan tema terorisme sebagai salah satu agenda utamanya. Menlu AS Condoleezza Rice datang ke Indonesia bulan Maret lalu. Dalam jumpa persnya, ia (10/3/2006) menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia sudah matang dalam menangani kemungkinan kehadiran kelompok garis keras. Garis keras yang dimaksud adalah kelompok Islam seperti halnya Hamas di Palestina. Diharapkan melalui kerjasama ini Indonesia makin memerangi kelompok-kelompok Islam yang mereka sebut 'garis keras'. Lalu Rice menghendaki Indonesia menjadi negara yang disebut dengan negara 'Islam moderat'.

Akhir Maret 2006, PM Inggris Tony Blair juga datang. Di dalam negerinya, Inggris hendak melarang gerakan-gerakan Islam yang dianggapnya keras. Kebijakan luar negerinya pun senantiasa mengekor AS yang terus-menerus tak menghendaki Islam dan umatnya bangkit. Contoh nyata adalah dalam kemenangan Hamas. Walaupun secara demokratis Hamas menang, AS dan Inggris tetap merintangi Hamas dengan mengeluarkan kecaman dan keberpihakannya kepada Israel.

Dalam wawancara ekslusif dengan salah sebuah stasiun TV nasional, Blair menegaskan maksud kunjungannya ke Indonesia tidak lepas dari urgensi Indonesia sebagai negeri Muslim yang menurutnya dapat menjadi simbol penyatuan demokrasi dengan Islam. Jadi, kedatangan Blair adalah untuk mengokohkan Indonesia yang tidak menerapkan Islam kâffah, melainkan menerapkan demokrasi sekular yang liberal. Islam yang diperkenankan hanyalah yang bercorak liberal. Tidak aneh kalau seorang pentolan kelompok liberal mengakui (Media Indonesia, 20/6/2006) bahwa 'Islam' liberal adalah untuk demokrasi liberal-pas dengan agenda Barat.

Agenda sesungguhnya atas kunjungan Blair ke Indonesia adalah untuk melakukan politik belah bambu (adu domba) terhadap kaum Muslim. Sebab, apa yang disampaikan dan dilakukan oleh Blair di Indonesia-sebagai pribadi maupun cerminan dari sikap pemerintahannya-berbeda dengan sikap yang sebenarnya. Hal ini bisa dilihat dalam pernyataan Menteri Dalam Negeri Inggris Charles Clarke yang mengatakan, "Tidak ada tawar-menawar tentang pendirian kembali Khilafah dan syariah Islam ..." PM Inggris Tony Blair juga menyatakan, "Islam merupakan ideologi Iblis/jahat (evil ideology) dengan ciri: (1) ingin mengeliminasi Israel; (2) menjadikan syariat Islam sebagai sumber hukum; (3) menegakkan Khilafah; (4) bertentangan dengan nilai-nilai liberal." (BBC News, 16/7/2005).

Kunjungan Menteri Pertahanan AS Rumsfeld, awal Juni ini, juga mengandung adanya tekanan AS terhadap Indonesia untuk memaksakan cara memerangi teroris yang mereka definisikan. Hal ini terlihat dari pernyataan Menhan Indonesia Juwono Sudarsono yang mengultimatum AS agar jangan mencoba memaksakan keinginan antiterorismenya kepada negara lain.

Jadi, kunjungan pejabat AS dan Inggris dalam waktu berdekatan tersebut menyangkut upaya memerangi Islam demi menghunjamkan demokrasi liberal dengan dalih perang melawan terorisme.

Dua Cara Penghancuran

Dalam rangka mencapai hal tersebut, setidaknya terlihat ada dua cara yang mereka tempuh. Pertama: kerjasama keamanan permanen. AS sangat ambisius mengajak Indonesia untuk bergabung dalam kerjasama keamanan permanen yang dikenal dengan Proliferation Security Initiative (PSI). Kunjungan berturut-turut dua petinggi AS dalam waktu berdekatan, yaitu Menlu AS Condoleeza Rice dan Menhan AS Donald Rumsfeld, sama-sama berupaya untuk meyakinkan (baca: menekan) Pemerintah Indonesia untuk bergabung dalam PSI. Pemerintah Indonesia saat ini mulai serius menanggapi tawaran petinggi AS tersebut. Sebagaimana yang diberitakan Republika (13/6), dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR (12/6), Menko Polhukam Widodo AS meminta DPR agar tidak serta-merta menolak PSI.

Sebenarnya, PSI tersebut lebih merupakan upaya AS untuk meraih kepentingannya. Kepentingan AS dalam PSI ini sangat tampak dalam Pidato Kenegaraan Presiden Bush pada 2 Februari 2005, "Kita bekerjasama dengan 60 pemerintahan dalam Proliferation Security Initiative (PSI) untuk mendeteksi dan menghentikan aliran bahan-bahan berbahaya... Dalam jangka panjang, perdamaian yang kita upayakan hanya bisa diraih dengan menghapuskan semua kondisi yang mendorong radikalisme dan ideologi-ideologi pembunuh." (http://www.usembassyjakarta.org).

Jelas terlihat, di antara kepentingan AS dan PSI itu adalah Islam yang terus dicitrakan radikal, yang disebut dengan 'ideologi pembunuh' karena memiliki konsep jihad dan disebut 'teroris' yang telah didefinisikan sepihak itu. Padahal siapa yang membunuh 120.000 warga sipil Irak? Siapa yang memporakporandakan Afganistan? Jadi, siapa yang lebih layak disebut penganut 'ideologi pembunuh', Islam ataukah Kapitalisme yang diemban oleh negara-negara penjajah itu?

Lebih dari itu, dengan tergabung dalam PSI, langsung atau tidak langsung, Indonesia telah menjadi 'anggota' Pertahanan Atlantik Utara (NATO). AS pun akan langsung masuk dengan atau tanpa izin ke wilayah Indonesia dengan dalih menjaga keamanan. Jika ini terjadi, yang rugi adalah semua rakyat, termasuk yang menjadi kaki tangannya.

Kedua, adu domba. Kini tersebar kabar telah dibentuk pasukan/milisi. Disinyalir ada aliran dana untuk pelatihan tersebut mencapai USD 2 juta. Sumbernya dari badan intelijen Inggris MI6 (Tabloid Intelijen, edisi 16-29/6/2006). Jika ini benar maka mirip dengan apa yang terjadi di Palestina atau Somalia, dua kelompok Muslim dihadap-hadapkan demi kemenangan asing, atau seperti di Irak antara Kurdi dan non-Kurdi, di Iran antara kelompok yang disebut AS konservatif dan kelompok modern. Padahal, betapa banyak jejak badan intelijen Amerika (CIA) di balik konflik antarmilisi. Kini di Indonesia pun ada indikasi umat Islam diadu-domba. Ini harus dicegah!

Adu Domba: Metode Penjajah

Adu domba (devide et impera) adalah metode penjajah yang tidak pernah berubah. Sayang, masih ada kaum Muslim-sadar atau tidak-yang mau diadu domba dengan sesamanya hanya lantaran membela pemimpin yang berasal dari kelompoknya, membela partainya, atau sekadar ikut-ikutan; tanpa lagi memandang apakah pembelaannya tersebut memang sesuai dengan ajaran Islam atau tidak. Akibatnya, seolah-olah yang bertarung adalah Islam dengan Islam. Kesatuan umat, persaudaraan, ghîrah, kesetiakawanan, solidaritas, dan penghargaan pada nilai Islam nyaris hilang.

Melihat fenomena demikian, tampaknya pendapat Ziauddin Sardar (1999) ada benarnya. Umat kita saat ini, menurutnya, adalah hasil gemblengan pemimpin yang masih mewarisi budaya kolonial yang terus menerapkan politik adu domba, baik halus maupun kasar. Pemimpin di Dunia Islam sekarang ini hanya komprador/kaki tangan Barat. Padahal, menurut Taqiyyuddin an-Nabhani dalam buku At-Takattul Hizbiy (1953), musuh umat sebenarnya adalah penjajah Barat. Artinya, para penguasa kaum Muslim, para cendekiawan yang ter-Barat-kan, dan kalangan zhallamiyyin yang membebek pada ideologi Barat hanyalah pion-pion penjajah yang sengaja dipasang untuk menghadang perjuangan menegakkan syariat Islam. Jelaslah, upaya membenturkan antar umat hanyalah untuk menghambat lajunya kemenangan Islam dan melanggengkan cengkeraman Kapitalisme dan Liberalisme pimpinan AS.

Umat Islam, Bersatulah!

Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. Karena itu, damaikanlah saudara-saudara kalian dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian dirahmati. (QS al-Hujurat [49]: 10).

Al-Qurthubi di dalam buku tafsirnya menyebutkan bahwa persaudaraan antar kaum Mukmin adalah dalam hal agama dan kehormatan, bukan dalam nasab. Persaudaraan dalam agama lebih kokoh dibandingkan dengan persaudaraan nasab. Sebab, persaudaraan nasab dapat terputus dengan perbedaan agama, sedangkan persaudaraan dalam agama tidak pernah terputus dengan perbedaan nasab. Namun, sayang, sikap dan perasaan ini tidak sepenuhnya diaplikasikan oleh kebanyakan kaum Muslim saat ini.

Lebih jauh, Allah SWT berfirman:
Berpeganglah kalian pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai. (QS Ali Imran [3]:103).

Tegas sekali, ayat ini memerintahkan kaum Mukmin untuk bersatu atas dasar Islam dan untuk menegakkan Islam, dengan menjadikan syariah sebagai tolok ukurnya; bukan bersatu demi kelompok, partai, figur, ataupun fanatisme masing-masing. Sebab, al-Quran sebagai tali kemenangan memang diturunkan Allah SWT sebagai metode kehidupan untuk membangkitkan umat dari kelemahan, kehinaan, keterbelakangan, dan keterpecahbelahan saat ini.

Jelaslah bahwa Islam merupakan penyatu kaum Muslim. Sebaliknya, semangat golongan, kesukuan dan kebangsaan adalah semangat Jahiliah yang tidak layak dijadikan penyatu kaum Muslim. Apalagi hal itu dilakukan untuk berseteru dengan sesama Muslim. Untuk itu, setiap Muslim harus segera meninggalkan segala bentuk pemikiran dan ikatan kufur dan beralih pada ikatan Islam. Dengan demikian, setiap upaya untuk menjadikan sesama Muslim saling berhadapan dalam bentrokan fisik wajib dihancurkan.

Langkah mendasar dan menyeluruh pun perlu segera dan terus dilakukan. Caranya adalah: Pertama, kembali pada pemahaman Islam yang membuang jauh ego golongan, kesukuan, ataupun nasionalisme sempit; karena sesama Muslim adalah saudara yang harus saling membahu dalam menegakkan Islam. Kedua, mengusir bisikan dan tipuan setan dari kalangan penjajah kufur dan para pengikutnya yang justru melanggengkan umat dalam keterpecahbelahan. Ketiga, terus berupaya bersatu untuk menyatukan umat Islam di bawah panji Lâ ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh. []

Sunday, January 08, 2006

UNTAIAN KATA HATI

UNTAIAN KATA HATI BUAT YANG DATANG & PERGI

Kawan...........
Dalam dingin hujan badai di gelap malam
Kehadiranmu bagaikan petir
cepat kilat menggelegar menyambar-nyambar
Tubuhku menggigil, ngeri takut akan realita
Kilauan sinarmu merobek dadaku
Melesat jauh menghujam dalam qalbu
Terguncang-guncang batinku hingga meleleh air mata ini
Misteri gemuruhmu membuahkan su'udzonku menjadi

Sobat..........
Dalam kecamuk ruhku yang amat panjang
sering diri ini tersandung
Ingin berhenti sejenak saja, malah terjerembab ke liang kedzoliman
Mereka yang hampir meraih kepercayaanku
Tega-teganya mengoyak-koyak lembaran amanah ini

Teman.......
Ku bertanya kepada Sang Khaliq
Ya Rabby mengapa Engaku pertemukan kami secepat ini
Ku mendongak menerawang jauh ke awan
Menyaksikan kecepatan pesawat lasermu melesat menuju Al-Malik
Ku berdiri terpaku di sini, di bumi ini tak berdaya
pucat wajahku hingga seluruh tubuhku terbungkus dalam kepompong

Sobat.............
Dalam selubung beku jiwa ini
qolbumu yang ikhsan, ikhlas dan ridlo kembali ke bumi
Kau pecahkan kepompong pembungkus tubuhku
Kau mandikan diri ini dengan ketauhidan
Kau putuskan tali pusarku dengan kemaksiatan
Kau selimuti diri ini dengan kekafahan
Kau ajarkan kembali segala sesuatu yang haq dan batil

Namun................
Ketika diri ini benar-benar merasa terlahir kembali
Benar-benar merasakan indahnya belaian kasih sayangmu
Sungguh-sungguh berirodah ingin belajar banyak darimu
Takjub dengan aura ungumu yang lembut dan penuh kesabaran
Kau tinggalkan diri ini tanpa bimbingan
Kau biarkan diriku menciptakan kosa kata sendiri
Kau tak peduli diriku belajar merangkak sendiri
Kini aku benar-benar sendiri dalam kilauan lambaian tanganmu
Aku tak tahan mendengar ucapan SELAMAT TINGGAL SAUDARAKU

Sobat.................
Selamat jalan
Jatuhkan bintang Siraatal mustaqiem untukku
Tunjukkan, kau akan selalu istiqomah di atas HUKUM-HUKUM SYARA'
Biarkan aku menatap bangga dengan baju kesabaranmu
Afwan jiddan bila pernah berbuat dzolim padamu
Mudah-mudahan kekhilafan dan su'udzon ini benar-benar telah sirna
Bantu aku dengan do'a manismu
Dukung aku dengan Ghiroh Mujahidmu

Wahai qolbu yangi ikhsan.................
Mari kita renovasi dan susun kembali bangunan UKHUWAH yang roboh ini
UKHUWAH ini bukan utopis tapi nyata
Melangkah bersama meneruskan kehidupan ISLAM
Berjuang dan berdo'a untuk mencapai keridloan Allah Swt
Jangan biarkan kau merasa sendiri dalam dukamu
Tanganku akan selalu terbuka menunggu kembalimu
sehingga qolbu kita benar-benar dapat menyatu
Inilah BIQOLBU yang berbeda
Bersat menjadi kekuatan dahsyat menggembur kejahiliyahan
Di sini kutunggu khabar kobaran jihadmu
Di sini kumenanti kembalimu membawa Ghonimah
Semoga sekembalimu diri ini telah siap kau ajak ke medan JIHAD


from: my best brother in Lampung

Fachrudin Latief

I always remember with your advices, my Bros. When will we see again?
I hope u read my blog. I'll be right here waiting for u.

Tuesday, January 03, 2006

Puisi Para Mujahid

Berhentilah Sejenak Mujahid

Mujahid kulihat langkahmu menggoyah..
Apakah engkau lelah?
Dengan tegas engkau menggeleng
Kaupun mencoba berjalan lagi...
Kali ini jelas terlihat kakimu terseok
Padahal perjalanan masih panjang..

Kau lihat disana..
Jalan bebatu menanti
Atau terjalnya curam
Melambai tuk engkau turuni..
Sebelum kau paham makna hakekat sejati
sebuah perjuangan suci...

Mujahid...
Mulutmu seakan selalu ingin bercerita ..
Tentang pedih hatimu, luka hari ini
Dan bahkan mungkin suka pula tawa...
Engkau ingin tempat berbagi rupanya..

Mujahid...
berhentilah sejenak..
beban langkahmu engkau bisa membaginya..
Separuh penggalan jiwamu ada padanya..
Segala resahmu dia penampungnya
Satu rasa dalam hatimu kuharap hanya karenaNya

Mujahid ..
Pertemuanmu dengannya bukanlah akhir
hanya sedetik bagian penggalan catatan perjalanan
Sebuah barisan langkah menujuNya
Karna itu bersamanya kan ada energi
Karna itu bersamanya kan lebih bisa hayati
Arti sejenak berhenti itu bukan hanya tuk ini

Mujahid...
lekaslah bergegas...
Genggam erat tangannya,
padukan langkah...
satukan irama..
menapak jalanNya
Ingat mujahid !
Segeralah bergegas, usah terlena terlalu lama

sumber : uchan :)

Menapak Mitsaqan Galizha bagi Mujahid

Jiwa yang lelah, ...
Toek menapaki jalan yang semakin susah
Ruang hati yang gelisah..
Toek memahami makna resah
Sayap yang setengah..
Toek mengepak di Langit basah

Maka kan segera jelang..
saat sejenak bersandar bagi pejuang badar..
Saat sejenak berlabuh bagi pejuang teguh..

Dan sejenak itu Mitsaqan galizha..

Mujahid..biadadarimu jemputlah..
Dialah separuh sayap..
separuh pemakna resah
pun separuh jiwa yang lelah..

perjanjian teguh itu akan menangkupkan jiwanya dan mu
Namun jangan terlena mujahid..
Ini awal derap panjang..
bawalah dia bersama lewat perjuangan menuju cintaNya

sumber : uchan :)

Mujaheed-Koe

mata mujahid itu tak akan terpejam
tatkala bumi itu masih terkoyak
tatkala darah masih senantiasa tertumpah
tatkala wajah-wajah mungil masihlah menjadi sasaran
tatkala ibu harus ridho kehilangan jundinya

jiwa mujahid itu tak akan lelah
menapaki hari merajut kesyahidan
menapaki jam diiringi dentuman meriam
menapaki detik menjemput maut

langkah mujahid itu akan tetap tegar
meski tak ada lagi saudara
meski darah telah tertumpah
meski nyawa mesti terjual

karena hanya satu cita mujahid itu
menjumpaiMu
menatapMu
menggapai ridhoMu
menikmati jannahMu

sumber: syifa

Fisabilillah
sumber : Helvy Tiana Rosa, 1992

Jangan dilarang
orang yang melayang pandang
ke sabilillah
ia sudah tahu resah nyata semesta
seringai malam bumi kita

Jangan ditahan
orang ingin melemparkan diri
ke sabilillah
ia sudah tahu ramuan cinta yang firdaus
juga rejam rintangan itu

Jangan dinanti
orang yang pergi
ke sabilillah
ia sudah tahu
ke mana harus menjual nyawa

Teruntuk Sahabatku

sumber : boemi-islam.com

sahabat,
dengan segenap cinta... kucoba tuliskan bait-bait kata
sebagai gambaran dari segenap rasaku untukmu

sahabat,
mungkin saat engkau membaca tulisan ini
satu bagian dari perjuanganmu telah kau lalui

perjuangan untuk melengkapi barisan kokoh para mujahid Allah
perjuangan yang juga menjadi impian dan cita-citamu
cita dan cinta untuk mengorbankan jiwa dan raga dalam kerahiban Islam
tak usah dan tak perlu kau berkata dan bersuara
cukuplah aku jadi saksi semuanya

dan untuk itulah sahabat,
kini telah kau langkahkan kakimu
mengantarkan diri dan citamu untuk menjemputnya

kini,
ratusan kilo dan ribuan waktu kau lalui
sebagai perjuanganmu untuk menggenapkan dien ini

bukankah seorang mujahid takkan sempurna tanpa belahan jiwa
separuh nafas akan menjadi pembangkit gelora hati
saat bersatu dalam rengkuhan cita-cita
bersemi dan berpadu menggetarkan mayapada?

untukmu sahabat,
doa dan semangat kan kukirimkan untukmu di sana
semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu

Monday, January 02, 2006

[ S . o . A ]



1924

The truth about the state It wasn't always like this
Let us look back in time History reminds us One army, One land
One central authority
Crushing the romans persians put in fear
The Ummah like a Lion No need to shed a tear
When the village was attacked by the kufar
The Khalife heard The sister cry & Prepared for war
Attacking the city
Destroying it from existence
Lesson # 1
Don't ever Mess with Muslims

The Imam of the Ummah is a shield where he protects the Ummah and where the Ummah fights behind him. Where is this shield today to protect the Ummah?? What happen to this shield to honor and dignify the Ummah???
In 1917 Prime Minister of britain after entering Jerusalem stated "the crusade war has ended"
In the same year the french general, goro went to the grave of Salahudeen-Ayubi
Salahudeen-Ayubi, the one who 730 years prier crushed the crusades and liberated Palestine & Syria
he went to his grave in Damascus and kicked it and said wake up oh Salahudeen we hare here �
How did they do this to you and me
We turn on the TV and all we see is a world full of casualties
a generation in agony our Ummah is in misery
let us go back to beginning of the century and review our history
from one side to the other side of the globe
the system of Islam
Ruled over the world
They went to the Muslims for the all their solutions
from mathematics to biology to the advancements in technology
the kafir women use to imitate our women
they wanted the same respect that the Muslims sisters were given while the enemies of Islam were trying to twist the Quran trying to write a Surah like Allah's they all failed miserably & many of them responded with Ashhadu -an la Ilaha Ilallah wa Ashhadu- anna Muhammadun rasullullah
Allah has challenged the humanity until the day of judgment

to produce a Sura or an Aya like the Quran
And Allah assures that they will never be able to make an Aya like it
The kufar plan and work to destroy this Deen and Allah affirms that we too are planning
and if all the people of the world got together they still could not and will never be able to put even a scratch a side of a muster seeds on the throne of almighty Allah (SWT)
After failing on the battlefield
they kufar got together and they decided to yield
they said we must change the way the Muslims think and sure enough
the Muslim Ummah began to sink
In 1917 john belford promised Palestine to the jews 31 years later
his promise went through
brittan and france split the Muslim lands 3 years later
Islam worst traitor mustafa kamal
Brought the states fall
In 1920's mustafah kammal with the help of the british becomes the hero. Hmmm.. well this so-called hero cancels the authority of the most powerful system suitable for human beings
The khilafah!!!
he abandon all the rulings of Allah ‘he did not stop there’. He abanded the Adan in Arabic, he denied Muslim sister from obeying Allah (SWT) by abandoning the Hijab
All Islamic calendars and holidays were canceled
Yes brothers and sisters
he changes the Arabic alphabet to Latin
By doing so he made sure the next generation will be lost and have no connection to their Islamic roots
as they can not read or write all the Islamic culture that was recorded
This Islamic system sent by the Creator of alameen went from the application in life to be in museums for people to go and see in turkey

In 1924
Our state was demolished
Hundred years of planning And their plans were accomplished
Kafirs broke our bond
Contaminated our knowledge
Better listen up because you won't learn this in college
Beginning of the end and the divisions began
Step by step they divided our lands
in 1921 saudi arabia & iran
next year egypt & In 32 iraq

In 1945
jordan indonesia Lebonen & syria
Two years later The division of India
the Muslims took a stand and demanded the ruling of Islam
so they gave them pakistan but it was only an illusion
a false resolution far from the solution


In 1948
The Jews establish their israeli state

In 1901

the kufar went to Sultan Abdull Hamid the II and offered to pay tremendous amount of money to the Islamic State for Palestine. Sultan Abdull Hamid the II replied:
I am not going to give one inch of Palestine to the jews as Palestine is not mine give but it belongs to the Ummah and Ummah have shed blood to defend this land but if one day the Islamic State falls apart then you can have Palestine for free but as long as I am alive I would rather have my flesh be cut up then cut out Palestine from the Muslim land I will not allow any carving up while we are alive!!!!!

In 1960's
somolia & nigaria kuwait & algeria
In 1964 Came the PLO yasar arafat
The us scarecrow a great declined


In 1969
When the west was training Muslims scholars for hire
Jews were setting Al-Aqsa mosque on fire!

Let us recall 1970
For those who don't remember
That was the year That we had black September
The king of jorden & yaser arafat
Began their plot Shot after shot
Muslim blood spilled
As innocent Muslims were killed
Communism attacked but Muslims fought back
The sincere Mujahideen of Afghanistan fought and pushed back the Russians
and then They started to fight among themselves
Khomaine became in power with the promise of ruling and raising the Ummah to a level of dignity
But his promise never went through
soon after iran and iraq went to war
And millions of innocent Muslims died for 10 years Muslims killing Muslims
Over what!!!??? What else�!!! the agenda of the west!!! �at the end there were no resolution
Today iran is very much open to democracy and reformation
and the Muslims in iraq continue to suffer�.
SubhanAllah!�. where is the Amir of the Ummah??!!!!�..
Another decade gone
But we still don't have Islam Take a look at the gulf
And the killings of sadam Over million Muslims died
But no one answered their cries


In the 1990's
The Muslim genocide Bosnia Kosovo Chechenya Dagistan
Bring back Islam! Bring back Islam!
Bring back Islam! Bring back Islam!

It's year 2000
And nothing has changed Past generation has aged
Let us write the next page
It's time for us to change It's up to you & me
Either we make history or we become history�

Bring Islam Back

BRING BACK ISLAM
BRING BACK THE STATE
When I said no more wait
I meant..NO MORE WAIT!!!!!!
No more watching brothers die No more watching sisters cry
OH MUSLIM UMMAH RISE!!
Rise up from these lies Rise up from nationalism pride
Allah is on our side
WE WILL NEVER COMPROMISE
MUSLIM FOR LIFE! MUSLIMS UNITE!

Billion and a half Muslims
They can’t make us or break us
Don’t judge us aside By our faces and places
COLOR BLIND...!!!
No spaces for racist Travelers in this life
Your lies can never fool us
ISLAM IS THE ONLY SOLUTION
To the problems that face us
WE WON’T COMPROMISE ISLAM!!
These kafirs can never take us

When they drop bombs On our brothers...It hits us
We don’t mix action with our prayer
Oh Allah......forgive us!
Let us RISE up for Islam
Like we RISE UP for fajr at dawn
Uniting under one flag, Using Islam as our only bond
Its time to take a STAND!
Follow ONLY Allah’s Commands!
Put Khilafah back on the MAP
ITS TIME TO BRING ISLAM BACK

Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back
Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back

No KHALIFAH?
Where are we heading’? Without Islam We’re stressing
Implement Allah’s blessing
That’s what I am addressing
Apart from this kufur scheme
Bring Islam back to the scene
Let’s unite the Ummah!!
Following only the Quran and the Sunnah
Even if all the kafirs got together...
They still couldn’t stop this Ummah!We love Islam More thanwe love life
Got Muslim brothers on my side
Keeping each other in line
With One vision.....
The Deen of Haq
With One mission.....
To Bring Islam Back!
One Ummah! One agenda!
Allahu Akbar
Insha-Allah I will see you in Jannah
Takbir!!!!
Allahu Akbar Allahu Akbar

The Ummah was once
One body undefeated
Until colonialism crept in
And separated us
According to land According to geography
According to nationality
Now we suffer tyranny
Since the Khilafah been destroyed
We have been more than 50 states
Put in place puppet rulers
With stupid grins on their face
Race or skin
Your criteria of bond?
Shallow thinking
And superficial is how we call it
This reality states
that mankind needs revival
Based on what?
Definitely not the instinct of survival
Tribe-lism has infiltrated our mind
Has divided or lands
Now tells me where is our IMAMM?

Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back
Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back

Muslim Ummah’s Driving
But there’s no one to steer
Over a billion & ½ Muslims
But we got no Amir
When our enemies
Use to see the flag
They use to be in fear
They couldn’t hurt Muslims
Because Khalifah was here
So many years without a State
Muslims minds in rust
Now we must reestablish Islam
Reestablishment is a must
Fear no one but Allah
In Allah we trust
If you are down with Islam
Then you’re down with us!!!

Remember these words
BRING ISLAM BACK!
Time is slipping
So get back on the right track
No more borders between our land
No more kufur system to be run
All of these belong to one land
Part of once mighty Islamic span
More than 52 nations we fall
One nation strong we stand tall
Waiting for the Ummah’s call
Once again and for all
Reestablish Islam to rule all

Muslims are suppose to be the example to mankind
It’s an obligation to have implementation of every legislation
In our daily life without hesitation
Stick to our only example
Prophet of ALLAH
He did not improvised
Unlike our present leaders
That’s why there is no surprise
Our situations today
Ya Muslimeen Ya Mu’meneen
Open up your eyes
Aim for the ultimate prize
Which is paradise
Allah’s laws
By definition has no flaw
So why do we pause?
Tell me what’s the cause
Hold your applause
Takbir!!!!!
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Sunday, January 01, 2006

MUSLIM For Life

M.U.S.L.I.M For Life


Now…
If we don't change society
Then we are part of the cause
on the Day of Judgment
We are going to stand
in front of Allah
There will be no excuses
For being useless

Without Islam in our lives
Our lives are fruitless
Leaving behind
all things
taking nothing
but our deeds
On the last day it will be
too late to repent
We will be accountable

For every minute &
cent that we spent
Islamically intact
My brothers got my back
Shaitan can't attack
because were always in a pack

M-U-S-L-I-M
MUSLIM 4 LIFE
& WE WILL NEVER GIVE IN
WE STAND UP AND SPEAK OUT
AGAINST THOSE WHO OPPRESS
WE TAKE ISLAM &
WE TAKE NO LESS

Prophet showed us
how to be a statesman
a father, a leader
Amir of jihad
a husband, a judge
and a friend

A messenger
that Allah has send
that’s the example
that we content
He cultured
The Sahabas personalities
Built Islamic mentalities
gave them the bigger scope

to spread Islam
All over the globe
they say your too young
to change this world
to young to understand
Look at Ali (RA)
At 8 he was mature
like a man
Carrying this
message of Islam

Khalid Ibn-Waleed
Conquering land
Liberating kufar
to Islam
Abu Bakar
politically sharp
was side by side
with the Prophet
from the start

We are the youth
Let us Bring Islam Back
We did it in the past
So let us do it again

M-U-S-L-I-M
MUSLIM 4 LIFE
& WE WILL NEVER GIVE IN
WE STAND UP AND SPEAK OUT
AGAINST THOSE WHO OPPRESS
WE TAKE ISLAM &
WE TAKE NO LESS

Carrying Islam
is like carrying a hot coal
pure pressure surrounds us
but we won’t fold
when time become tough
remember Jannah

It was difficult
even for the Sahabas
No success
without struggle
Keep our best friends Muslim
So we're always out of trouble
checking our ideas
the way we think

Based on Islam
Because Islam is our Deen
Bonded by our ideas
Islamically connected
Days of Jahillah
Alhamdulillah we left it
Islamic as a yardstick
That we measure
Only for Allah
And to gain HIS pleasure

M-U-S-L-I-M
MUSLIM 4 LIFE
& WE WILL NEVER GIVE IN
WE STAND UP AND SPEAK OUT
AGAINST THOSE WHO OPPRESS
WE TAKE ISLAM &
WE TAKE NO LESS

Much props to my sisters
Carrying this Deen
& to my brothers
With the same mean
We will never idolize
It’s no surprise
The youth realize
Jannah is the only prize

Standing together
Kafirs worst nightmare
Muslim united
And not scared
Following only Qur'an
& and the Sunnah
an Ummah
who loves Allah
More than this dunnyah

M-U-S-L-I-M
MUSLIM 4 LIFE
& WE WILL NEVER GIVE IN
WE STAND UP AND SPEAK OUT
AGAINST THOSE WHO OPPRESS
WE TAKE ISLAM &
WE TAKE NO LESS



Sleeping Giants


You know, I really like your music
But don't you think you guys are really harsh on the kufars?

We're not harsh on the kufars
The kufars are harsh on us

The poison is injected
The giant is asleep
He’s chain into sections
To keep him off his feet
The mission is forgotten
The bond is getting weak
Wake up oh Muslim Ummah
Before we face the heat

Telling me to calm down
A year has past
since the last song
Situation has worsen
It was kosovo and Kashmir
Now it’s chechnia and dagistan
So who is next in line
Governments who claim
They implementing Islam
Like who??!
Like Taliban, Iran and Sudan..
All 52
So called Muslim nations
Oppressing the masses
in the name of Islam
They are digging our graves
while we are a sleep
over a billion
But oh so weak
We need to rise up
And get back on our feet
We’ve been fooled too long
This what happens
When we let kafirs lead

Why are we losing?
Who are we amusing?
Sisters are leaving
because brothers are abusing
Twisting Islam’s teachings
mixing culture and pride
using Islam to justify
for the tears that she cries
When I look into her eyes
I see the pain deep inside
As she leaves and says good bye
Now tell me who’s to blame
Don't just sit there in shame
Lets look to Islam to cure the pain
to all my sisters in pain
These oppressors are insane
They’re heading straight
to the hell fires flame

The poison is injected
The giant is asleep
He’s chain into sections
To keep him off his feet
The mission is forgotten
The bond is getting weak
Wake up oh Muslim Ummah
Before we face the heat

Imitating the kafirs
Flirting with disaster
Even our sheiks and Imams
Are dressed up like priests and pastors
Khatibs wearing long robes
Historical clothes
More puppets than puppet show
Leaving us with no solution
after their speech
Dawah based on prestige
Watch as they leach off
the Muslim Community
What ever happened to
this Ummah’s unity
NOTHING!
Exactly
They’re laughing!
Because they are acting
They cut the tongues
Of those who speak the truth
Fearing that the message
Will be passed on to the youth
You say its hard to believe
Before you nod your head
THINK!
If our Scholars spoke the truth
Why would our enemies
Give them the platform to speak

The giant is in a slumber
Islam is complete
yet the Ummah looks up
to democracy for its needs
Defeated mentality
Left us in a gutter
The giant used to
Take care of the world
Now asks the kafirs to usher
Remember the battle of Bader
They doubted us from the start
Muslims had Islam
In their minds and their hearts
They know they fear us
Injecting poisons venom
so they tear us a part
This is just a reminder
Take it straight to the heart
Let us get back in the lead
Shake the giant to wake
Flourish and rejuvenate
Implement only Islam
to revive and renovate

The poison is injected
The giant is asleep
He’s chain into sections
To keep him off his feet
The mission is forgotten
The bond is getting weak
Wake up oh Muslim Ummah
Before we face the heat

Brothers killing brothers
While the kafirs getting richer
Muslim blood on my fingers
Tell me what’s wrong with this picture
These organizations
Making no difference
They’re making dollars no sense
In their lack of assistance
Muslims enlisted
in the enemy’s cavalry
Firing at our own people
Muslims to Muslim fatality
On the battle scene
Surrounded by our own casualties
Under siege
By these corrupted regimes
Blood to our knees
While the great giant sleeps

Whose law are you following?
Which side are you on?
Our brothers shed blood
For the cause of the kufar
They show us “Three Kings”
When we saw them stealing
They play as heroes
When we know they are zeros
Playing with our minds
Trying to use us as a pawn
THIS IS OUR SITUATION
NOT JUST A SAD SONG
Let us rise the Ummah
And follow the Sunnah
to Bring Back Islam
Implement the Quran
Awake this sleeping giant
That’s stronger than a lion
to chain up the Shaitan
Victory is promised
So work for Islam
and keep your Deen strong
We’ve waited too long
From here to Mecca

ALL TOGETHER NOW!

Let us rise The Ummah!
Let us Rise The Ummah!
Let us Rise The Ummah!

The poison is injected
The giant is asleep
He’s chain into sections
To keep him off his feet
The mission is forgotten
The bond is getting weak
Wake up oh Muslim Ummah
Before we face the heat


Thursday, December 29, 2005

Rasulullah SAW dan Dunia Intelijen
Oleh : Redaksi 23 Feb 2005 - 3:40 pm

Rasulullah mengenalkan strategi intelijen sudah 14 abad lalu. Bedanya, kegiatan mata-mata ini tak seperti gaya BIN, atau CIA yang melakukan penculikan atau merekayasa demi kekuasaan.

Pernah menonton film Enemy of the state ?.
Film yang bercerita tentang kehebatan agen rahasia NSA (National Security Agency). Film yang bercerita seputar intrik-intrik spionase, serta kecanggihan peralatan penyadapan ini dimainkan Will smith (sebagai Robert Clayton). Dalam cerita, pengacara kulit hitam Clayton diburu secara membabi-buta oleh intel NSA karena telah menyimpan informasi penting tentang pembunuhan. Dengan alat-alat deteksi canggih, Clayton diburu selama 24 jam penuh oleh agen NSA. Tanpa disasari, sekujur tubuhnya sudah dipasangi alat penyadap canggih. Mulai pulpen, sepatu, jas, arloji dan kancing celana. Bahkan untuk kepentingan intelijen pula, aparat-aparat intel itu harus membunuh siapa saja yang ditemui jika dianggap perlu.

Intelijen merupakan salah satu unsur dari manajemen yang telah digunakan oleh manusia sejak zaman prasejarah. Ilmu intelijen bahkan berkembang menjadi salah satu unsur manajemen perang sejak 400 tahun sebelum masehi.

Salah satu tugas pokok dari intelijen adalah kemampuan menggambarkan perkiraan keadaan yang akan terjadi secara tepat, sehingga selain mendapatkan informasi penting juga diharapkan mampu memenangkan peperangan.

Selain itu, fungsi intelijen juga memperkecil resiko yang timbul baik terhadap manusia (pasukan) maupun peralatan (logistik). Kira-kira secara sederhana mencakup empat hal penting, yakni terhadap pasukan sendiri (intern), terhadap pasukan lawan, terhadap medan atau lokasi di lapangan dan terhadap cuaca.

Dalam perkembangannya, kegiatan mata-mata seperti ini telah melahirkan teknologi dan peralatan informasi yang begitu canggih. Dalam Perang Dunia (PD) II, misalnya, bahkan pernah dikenal tehnik Radio Direct Finding (RDF), teknik yang dipakai untuk melacak sinyal pemancar-pemancar "clandestine". Dinas rahasia Jerman dan Swiss pernah juga pernah menggunakan perangkat teknologi RDF, memaksa pemancar-pemancar lain untuk menghilang dari udara dengan jalan memancarkan sinyal super kuat.

Taktik yang dipakai armada Jerman adalah menyebarkan kapal-kapal selam kecil yang dikenal dengan u-boat ratusan mil menyeberangi samudra untuk mencari konvoi kapal perang musuh. Bila sebuah konvoi berhasil dideteksi u-boat, maka pesawat radio u-boat mengabarkannya dan tentu saja juga kepada u-boat lain yang berdekatan. Intelejen Naval sekutu mampu melakukan RDF terhadap pancaran dari u-boat yang memberi probabilita 50% bahwa u-boat tersebut berada dalam radius diameter 100 mil laut. Perangkat RDF yang dipasang pada kapal-kapal konvoi memastikan lebih baik hasil-hasil DF bahkan intelejen Naval dapat menginformasikan saat-saat u-boat tersebut muncul ke permukaan laut dan di sana sebuah pesawat tempur yang dilengkapi radar telah siap menantika kehadiran ‘sang musuh’.

Inti dari pekerjaan intelijen adalah memenangkan informasi. Dalam doktrin militer, informasi merupakan bagian integral dari komando dan kendali yang merupakan kunci setiap operasi.

Dulu, konsep intelijen hanya sebatas tentang penginderaan di batas-batas wilayah, kegiatan lalulintas manusia, kapal laut dan udara, sistem deteksi dan peringatan dini atau radar surveilance untuk di darat, laut dan udara. Termasuk remote sensing dan sistem navigasi udara.

Di era 90-an, dengan kemajuan teknologi komputer melahirkan konsep Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer dan Intelijen (K4I). Tetapi, belakangan ini, konsep baru yang diterapkan adalah; Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, dan Manajemen Pertempuran (command, control, communications, computers, intelligence and battle management) atau sering disebut(K4I/MP).

Ini menunjukan, teknologi baru dalam penerapan teknik berperang juga menggunakan prinsip manajemen. Yakni manajemen pertempuran. Karenanya, di era modern, infrastructure telecommunication and computer network begitu amat berharga. Semenjak perkembangan teknologi informasi menjadi sangat pesat, maka barang siapa menguasai informasi, menguasai dunia.

Inilah yang mendorong negara adi daya untuk berlomba-lomba memasuki medan peperangan yang baru yaitu perang informasi terutama dengan memanfaatkan media masa dan jaringan informasi global. Karena itulah, wajar bila mantan presiden AS, Ronald Reagan pernah mengeluarkan gagasan ‘Perang Bintang’. Kemajuan teknologi informasi menyebabkan terjadinya pergeseran konsep memenangkan perang.

Janganlah heran bila kemudian Amerika Serikat (AS) tiba-tiba memiliki data foto satelit tiga dimensi tentang kondisi Propinsi Aceh Darussalam(NAD). Foto satelit, adalah diantara teknologi informasi modern yang dipakai dalam dunia intelijen.

INTELLIGENCE TAPI TAK PINTAR.

Intelijen adalah ilmu penting yang dibutuhkan masyarakat semenjak dahulu. Sebagai kebutuhan masyarakat atau atas nama negara, pelaku intelijen tak hanya diharapkan mampu berbahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Tagalog, Thai, dan Vietnam sebagai layaknya materi wajib yang diajarkan di Institut Intelijen Negara. Atau sekedar teknik-teknik pengintaian, fotografi rahasia, keamanan teknologi informatika, penggunaan senjata-senjata kecil dalam ‘Sarana Latihan Khusus’ seperti yang dikelola BIN, yang ada di Pejaten dan Cipayung Jakarta atau International School of Intelligence yang ada di Batam.

Intelijen yang sejati –tak sekedar teknik-teknik dan berbagai keahlian- tetapi berangkat dari akhlaq yang baik. Intelijen sebenarnya diambil dari kata intelligence yang berarti kecerdasan. Tapi dalam prakteknya mereka benar-benar tak mencerminkan pengertian itu. Intelijen mengalami cidera dan stigma yang benar-benar negatif karena fungsinya tidak benar-benar diterapkan sesuai namanya.

Sudah lazim, jika dalam perkembangannya, intelijen diterapkan dan dikembangkan melalui tipu muslihat dan strategi politik. Cara-cara seperti; penggalangan, rekrutmen, pembinaan, penugasan dan pembinasaan terus diterapkan layaknya sebuah mesin kekejaman para penguasa.

Cara-cara seperti itu pernah dipakai BAKIN untuk merekayasa terhadap kader-kader Masyumi dengan merekayasa adanya kebangkitan “Neo NII”.

Dengan kebijakan politik kooptasi, konspirasi dan kolaborasi rekayasa intelejen -galang, rekrut, bina, tugaskan dan binasakan- diterapkan pada gerakan NII sejak tahun 70-an bahkan berlanjut hingga kini.

Melalui cara kooptasi, Ali Murtopo kemudian merekrut Danu Moh. Hasan (mantan panglima divisi gerakan DI-TII). Danu kemudian dikaryakan di lembaga formal Bakin di Jalan Raden Saleh 24 Jakarta Pusat.

Para infiltran dan kader intelejen militer juga menyusup ke dalam gerakan ummat Islam Indonesia yang berlangsung sejak Orde Baru di bawah Soeharto. Melalui Ali Moertopo, intelijen melakukan gerakan pembusukan dalam tubuh gerakan-gerakan Islam.

Maka muncullah kasus “Komando Jihad” (Komji) di Jawa Timur pada tahun 1977. Tahun 1981 BAKIN juga sukses menyusupkan salah satu anggota kehormatan intelnya (berbasis Yon Armed) bernama Najamuddin, ke dalam gerakan Jama'ah Imran yang kemudian lahir kasus “Imran”. Juga kasus-kasus rekayasa kejam intel seperti kasus “Woyla”.

Dalam konsep pertahanan keamanan (nasional maupun internasional), tugas badan intelijen secara umum adalah memberikan dukungan penuh kepada negara atau pemerintah untuk mengumpulkan informasi mengenai strategi musuh.

Lembaga ini kemudian bertugas memberikan laporan mengenai keamanan nasional dan internasional, masalah sosial, politik, ekonomi, dan militer domestik maupun pihak asing. Baik dengan menggunakan berbagai teknik atau strategi informasi yang canggih dan kreatif.

Namun sayangnya, pekerjaan-pekerjaan intelijen sering paralel dengan nafsu penguasa hanya sekedar mempertahankan kekuasaannya. Karenanya, yang berkembang kemudian justru para petugas intelijen sibuk mengawasi musuh politik penguasa bahkan sibuk memata-matai rakyatnya sendiri.

Meski mereka dibayar negara dari hasil pajak yang dikumpulkan dari rakyat. Untuk kekuasaan dan politik, mereka bisa menciduk, bahkan harus rela mengilangkan nyawa orang.

Di zaman Nazi Jerman, pencidukan dilakukan oleh Gestapo tidak tedeng aling-aling. Pintu digedor, manusianya diangkut ke tempat tahanan diinterograsi, digebuk, disetrom dan dipaksa mengaku meski tidak pernah melakukan. Di zaman Stalin, NKVD/KGB melakukan teror pada malam hari. Jika malam hari pintu rumah diketok orang, dan jika sang tamu sudah memperlihatkan kartu merah (tanda pengenal KBG) tanpa debat, orang tersebut diapit aparat menuju mobil hitam dan membawanya ke tempat tahanan. Biasanya, mereka yang dibawa KGB dan tidak akan pernah pulang kembali. Di Chili, perempuan yang diciduk tidak hanya disiksa tapi malah dalam keadaan tangan-tangan dan kaki-kaki diikat dibiarkan disetubuhi oleh anjing herder yang khusus terlatih.

Di kamp eksukusi Siberia, agen intelijen bisa menjadikan orang dan tahanan didomisilikan di rumah sakit gila, untuk dijadikan orang gila.

Kasus “Jama’ah Islamiyah” (JI) yang mampu menyeret nama Ustad Abubakar Ba’asyir menggoreskan nama penting anggota BAKIN -Abdul Haris, Lc- yang menyusup ke dalam anggota Mejelis Mujahidin Indonesia (MMI).

Meski belum jelas bersalah apa tidak, cara kerja intelijen telah menyudutkan dan merugikan banyak kelompok orang dan berbagai organisasi.

Cara-cara memperlakukan 'tersangka' tak pernah dipikirkan akibatnya. Apakah kelak nasib anak dan keluarganya atau sahabat-sahabatnya. Bahkan terkadang, hanya karena kenal dekat, orang bisa diciduk, dipenjarakan beberapa minggu, kalau perlu digebuki. Jika kemudian tak terbukti, terangksa dikembalikan dengan alasan, "tersangka hanya dikenakan beberapa pertanyaan".

Polisi tak pernah menjelaskan pada pers mereka tak bersalah. Sedangkan, anak dan keluarganya di rumah telah 'dihukum' masyarakat dengan cap buruk 'teroris' sepanjang hidupnya.

Intel-intel masa kini, tak pernah banyak mengerti agama. Memburu orang-orang yang dianggap merugikan banyak orang akibat tindakan 'terorisme' adalah perbuatan baik. Tetapi melukai perasaan orang dan keluarganya karena salah sasaran 'terorisme' justru dosa besar.

Rekayasa, adu domba, dan pembusukan, adalah kenangan buruk -khususnya terhadap umat Islam- terhadap cara kerja intelijen masa kini.

Bahkan umumnya, dunia intelejen di zaman modern, dianggap sangat kejam, sadis, dan tak bermoral. Lebih kejam dari pelaku teror itu sendiri.

Ingat kasus Abu Jihad, seseorang yang telah mengabdikan diri kepada kepentingan intelejen Indonesia (BIN dan BAIS) justru bernasib tragis. Ia dieliminasi akhir Februari tahun 2003 di Ambon melalui sebuah eksekusi –yang kabarnya- oleh sebuah operasi intelejen, oleh lembaga yang telah merekrutnya. Kejam bukan ?.


INTELJEN YANG BERAKHLAQ.

Islam telah mengenal fungsi intelijen 1400 tahun, setelah Muhammad menjadi Rasul. Meski secara teknologi kalah dibanding zaman modern, dasar-dasar intelijen yang telah dikenalkan oleh Rasulullah Muhammad SAW jauh lebih berakhlaq.

Bulan Jumadil Akhir 1424, seorang sahabat bernama Abdullah bin Jahsy Asady, beserta dua belas sahabat dari kalangan muhajirin diperintahkan Rasulullah berangkat untuk menjalankan sebuah operasi intelejen rahasia. Ikut dalam rombongan itu Sa'ad bin Abi Waqqash dan 'Utbah bin Ghazwan. Rasulullah SAW memberinya sebuah surat yang boleh dibaca jika perjalanan mereka sudah mencapai dua hari. Setelah dua hari dalam perjalanan, sang komandan, Abdullah bin Jahsy kemudian membuka isi surat tersebut. Isinya, tak lain adalah sebuah perintah untuk memata-matai musuh: "Berangkatlah menuju Nikhlah, antara Mekkah dan Tha'if. Intailah keadaan orang orang Quraisy di sana dan laporkan kepada kami keadaan mereka." Selepas membaca surat itu, Abdullah bin Jahsy dan para rombongan kemudian berujar, "Kutaati perintah ini!". Kemudian diceritakanlah isi surat Rasulullah tersebut kepada para sahabatnya yang lain seraya berkata, "Rasul Allah telah melarang aku memaksa seorang pun dari kalian. Siapa yang ingin mati sebagai pahlawan syahid, marilah berjalan terus bersama aku, dan siapa yang tidak menyukai hal tersebut hendaklah dia pulang...!"

Muhammad adalah panglima perang sejati. Saat melalukan pembebasan negeri Mekah dari suku Quraisy, Nabi Muhammad –ketika itu berencana— akan mengerahkan 10.000 pasukan tentara Muslim. Untuk mempertahankan ‘serangan mendadak’ ini, Rasulullah kemudian melepaskan petugas intelijennya menuju Mekah yang ditugaskan mengacaukan informasi pada musuh agar mereka tidak mengerti bila pasukan Islam yang berencana melakukan serangan mendadak itu jumlahnya banyak. Untuk kepentingan intelijen dan kerahasiaan militer, Nabi Muhammad bahkan menyimpan rapat-rapat informasi jumlah pasukan ini bahkan kepada istri tercinta Siti Aisyah atau pada sahabat kepercayaannya sendiri, Abu Bakar Ash Shidiq.

Esoknya, dalam penyerangan mendadak itu kaum kafir Quraisy benar-benar kelabakan dan kedodoran. Mereka tak menyangka di pagi hari buta itu, telah datang puluhan ribu orang dari pasukan Islam di kota Mekah. Tanpa persiapan, mereka kemudian menyerah. Muhammad paham, orang Quraisy tak akan melakukan perlawanan. Sebab, ditangannya, Rasulullah telah menguasai informasi kekuatan musuh, situasi yang bakal terjadi, hingga informasi logistik, menyangkut keadaan jalan-jalan yang akan dilalui pasukan Islam dan kondisi mata air. Detil, rapi dan rahasia. Itulah strategi Muhammad dalam menjalankan perang dan intelijen.

Bedanya, Nabi Muhammad tak pernah mengajarkan kerja-kerja intelijen yang keluar dalam akhlaq Islam sebagaimana halnya gaya intelejen modern sekarang ini.

Muhammad tak pernah memerintahkan pasukan pengintainya untuk melakukan fitnah terhadap musuh, menculik atau menghilangkan nyawa orang tanpa alasan syar’I.

Jauh berbeda dengan intelijen Indonesia atau CIA seperti ratusan kasus-kasus rekayasa jahatnya terhadap umat Islam selama ini.


MISI RAHASIA.

Rasulullah juga pernah melakukan operasi intelijen dan misi rahasia ke pasukan musuh. Seorang sahabat Abdullah bin Unis dikirim Rasulullah menyusup masuk ke dalam pusat kekuatan musuh. Sasaran utama misi itu adalah Bani Lihyaan dari Kabilah Huzail yang dipimpin oleh panglima mereka, Khalid bin Sofyan El Hazaly. Misi ini dilakukan karena umat Islam mendapatkan kabar bahwa Khalid bin Sofyan El Hazaly tengah berupaya mengadakan pemusatan kekuatan pasukan gabungan kaum kafir yang cukup besar di daerah Uranah untuk menyerang Islam. Karena itu, Rasulullah mengirim Abdullah bin Unis untuk melakukan misi pengintaian sekaligus penyelidikan untuk membenarkan kabar berita tersebut.

Abdullah kemudian berangkat dan melakukan menyamaran. Tak terduga, di tengah jalan, Abdullah bertemu Khalid yang ditemani beberapa wanita dan pasukannya. Khalid kemudian menyapa Abdullah, “Hai laki-laki, siapa gerangan Engkau ?”. Jawab Abdullah, “Saya adalah laki-laki Arab juga. Saya mendengar bahwa engkau telah memusatkan kekuatan pasukan untuk menyerang Muhammad. Apakah benar demikian ?”, tanya Abdullah. Dan tanpa curiga, Khalid membenarkan rencananya itu. Abdullah meminta diperbolehkan bergabung dan meminta dizinkan menemani Khalid. Tanpa curiga, Khalid mengizinkannya. Suatu kali, Abdullah mendapatkan Khalid sendirian dan terpisah dari pasukan utamanya. Abdullah tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, secepat kilat, Abdullah kemudian menyergap Khalid dan membunuh pemimpin kaum kafir itu dengan pedangnya. Peristiwa itu membuat kaum kafir gempar. Pasukan musyrikin geger dan urung menyerang umat Islam karena diketahui pemimpinnya telah tiada. Abdullah kemudian pulang ke Madinah setelah melakukan misi rahasianya.


PROPAGANDA DAN TIPUAN.

Dalam misi intelijen Rasulullah juga pernah melakukan propaganda untuk memperlemah kekuatan musuhnya.

Dalam kisah, pernah suatu ketika kekuatan musuh gabungan porak-poranda dan bercerai-berai akibat tidak adanya kekompakan diantara mereka akibat propaganda yang dilancarkan Nu’aim bin Mas’ud Al-Ghathafany, mantan musuh yang kemudian bergabung ke pasukan Islam. Nu’aim melakukan psyco war (perang urat syarat) dan propaganda yang membuat kekuatan musuh goyah dan bercerai-berai.

Rasulullah juga pernah melakukan tipuan yang kratif untuk mengecoh lawan dalam peperangan. Suatu kali, ketika Rasulullah berencana akan berperang dengan kaum Quraisy. Di sebuah tempat, di Marru Dzahraan, tempat Rasulullah dan pasukannya bermarkas, beliau memerintahkan seluruh pasukannya menyalakan obor. Nyala obor 10.000 orang pasukan Islam itu kemudian bercahaya ke seluruh penjuru kota hingga kaum Quraisy melihatnya dari kejauhan. Melihat cahaya api pasukan Islam, Abu Sofyan berkata, “Belum pernah saya melihat malam seperti terbakar ini dan belum pernah pula saya melihat ada pasukan seperti ini!” Cerita itu kemudian cepat tersebar dari mulut ke mulut hingga sampai ke para pemimpin kaum Quraisy dan pasukan kafir.

Akibat taktik itu, Rasulullah berhasil mengecoh lawan dengan mengesankan pasukan muslimin luar biasa banyaknya hingga membuat nyali pasukan musuh menjadi ciut. Sebagaian kauh kafir bahkan berlarian memeluk Islam agar aman, sebagian lainnya tetap melawan meski sudah tak lagi memiliki keberanian akibat sudah kalah secara psikologis. Dan Rasulullah akhirnya mampu menguasai Mekah tanpa ada perlawanan yang berarti.

Nabi tak pernah melibatkan orang-orang yang tidak bersalah untuk dilibatkan dalam perang. Apalagi orang tua, wanita atau anak-anak. Ini berbeda dengan gaya kerja intel kita yang meniru intel CIA atau BIN yang bisa menjerat keluarga atau istri korban dengan UU Anti-Terorisme. Bahkan karena bernafsu memburu korban, intel-intel kita bisa melibatkan apa saja yang pernah dekat dengan si korban. Termasuk melibatkan teman dekat, kenalan hanya karena nama-nama kerabatnya ada di nomor HP “si korban”.

Staf intelijen Rasulullah umumnya adalah perwira-perwira yang amanah dan berakhlaq tinggi. Mereka adalah orang yang memiliki integritas tinggi, kuat dalam ibadah, amanah memegang kejujuran, taat kepada perintah Rasul dan tidak keluar dari Al-Qur’an dan Sunnah.

Intel gaya Rasulullah jauh antara langit dan bumi dibanding intel gaya CIA bahkan BIN sekalipun.

Ketika Abdullah bin Jahsy mendapat perintah pengintaian langsung dari Rasulullah di kota Nikhlah, dekat Mekah dan Tha'if, komandan intel ini bahkan tak melakukan pemaksaan kepada anggota intel yang lain. "Rasul Allah telah melarang aku memaksa seorang pun dari kalian. Siapa yang ingin mati sebagai pahlawan syahid, marilah berjalan terus bersama aku, dan siapa yang tidak menyukai hal tersebut hendaklah dia pulang...!"

Santun itulah akhlaq sfat intel Rasulullah. Dan akhlaq dalam strategi perang dan intelijen Rasulullah itu sudah diajarkan hampir 14 abad lalu.

Berbeda dengan intel-intel kita meski kejadiannya sudah dikatakan abad modern. Intel-intel modern justru berusaha memojokkan orang, kelompok atau organisasi tertentu. Intel Rasulullah juga tidak akan melakukan rekayasa-rekayasa licik yang merugikan masa depan orang lain atau kelompok tertentu. Kecuali melalukan strategi dan taktik di medan perang.

Bedanya, intel kita bisa memata-matai rakyatnya sendiri dan melalukan rekayasa-rekayasa tak terpuji -bahkan perintahnya justru dari negara lain- seperti negara semacam Amerika Serikat (AS).

Rasulullah dan Intelijen yang Berakhlaq.
Abu Ziad.
Sumber: Hidayatullah.com

Tuesday, December 27, 2005

KEMAJUAN DAN STABILITAS KAUM MUSLIMIN
Ada pada Islam, Bukan pada Demokrasi

Oleh: Hasan. A. Hasan

Sebagian orang bertanya: bukankah demokrasi yang telah menjamin kemajuan dan kestabilan di Barat? Bukankah kemajuan dan stabilitas yang selama ini menjadi tujuan yang diupayakan untuk direalisasikan oleh umat manusia? Bukankah termasuk tindakan bodoh jika kita membiarkan masyarakat tetap terjatuh dalam kemunduran dan pertentangan, muncul di tengah-tengah mereka para penguasa yang merusak dan para mufti munafik, sementara semua itu dapat kita bersihkan melalui demokrasi?

Memang, Barat telah berhasil meraih kemajuan yang nyata dalam bidang politik dan ekonomi. Barat telah berhasil menyusun asas-asas yang melahirkan kestabilan secara umum dalam dua medan tersebut. Barat juga telah berhasil melampaui kaum Muslim dari segi materi. Akan tetapi, sangat rancu jika kita mengaitkan kebangkitan yang dialami Barat dengan terealisasinya demokrasi di tengah-tengah mereka. Lebih rancu lagi jika kita mengaitkan realita tragis yang menimpa kaum Muslim saat ini dengan Islam.

Sesungguhnya jika kita mencermati perjalanan sejarah demokrasi Barat, akan tampak bahwa demokrasi justru bertentangan dengan klaim-klaim mereka di atas. Sejarah mencatat, bagaimana Eropa yang menganut demokrasi justru tenggelam dalam berbagai konflik berdarah. Perang Dunia I dan II yang merupakan akibat langsung dari demokrasi merupakan perang yang paling buruk/keji dibandingkan dengan berbagai peperangan yang pernah terjadi dalam lintasan sejarah.

Dengan mencermati berbagai kondisi Barat secara umum, akan tampak jelas bahwa pilihan atas demokrasi bukanlah pilihan yang paling selamat dan paling dapat menjamin keamanan dan stabilitas. Cukuplah kita mengingat kembali bahwa sistem demokrasilah yang telah mengantarkan Hitler, Musolini, dan Bush ke kursi kekuasaan. Kita tahu, program-program mereka justru berpijak di atas ide yang mendorong terjadinya konflik, penindasan pihak lain, dan perang; yang semua itu ditujukan demi merealisasikan berbagai ambisi mereka yang penuh dengan kepentingan, ego, dan bersifat rasis.

Di samping itu, negara-negara Barat demokratis secara umum pernah dan akan terus melakukan penjajahan/imperialisme dalam berbagai bentuknya untuk menundukkan bangsa-bangsa terjajah, sebagaimana yang terjadi di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Semua itu sejatinya memunculkan tanda tanya di seputar makna demokrasi yang dianggap layak diterapkan di seluruh dunia, yaitu melalui perundang-undangan yang ditetapkan. Padahal undang-undang yang dihasilkan dalam sistem demokrasi sering hanya menjadi alat bagi pihak yang kuat untuk mengontrol pihak yang lemah. Undang-undang tersebut kemudian diperindah dengan nilai-nilai tertentu yang diklaim sebagai nilai-nilai humanisme melalui berbagai propaganda media.

Barat, dengan segala kekuatannya, tampak memaksakan kontrol dan arahannya terhadap pihak lain. Tidak lain semua itu demi mengeksploitasi dan memperbudak mereka, bukan untuk membebaskan mereka. Inilah yang dapat kita saksikan sepanjang perjalanan sejarah Barat yang demokratis hingga saat ini.

Realitas buruk di Dunia Islam sepanjang penguasaan Barat yang demokratis merupakan contoh yang jelas. Contohnya adalah tragedi yang menimpa penduduk Palestina yang sangat mencolok mata. Tragedi itu telah dirancang oleh Inggris sebagai salah satu negara pengusung demokrasi terpenting dan terdepan di dunia saat ini. Negeri-negeri Islam dipecah-belah oleh Prancis dan Inggris melalui tipudaya mereka. Mereka lalu melakukan kontrol (penguasaan) terhadap kekayaan umat Islam dan kemudian merampasnya. Mereka kemudian mengangkat para agen mereka dengan berbagai cara-hatta dengan cara-cara yang sangat tidak demokratis sekalipun-untuk menjadi penguasa di berbagai negeri kaum Muslim. Para penguasa agen Barat itulah yang selama ini dijadikan alat untuk memelihara dan menjamin kepentingan mereka.

Barat menopang para penguasa agen itu baik secara moril, materi, dan politik. Hal itu dimaksudkan untuk melumpuhkan umat Islam sekaligus mendorong mereka agar menjauhkan diri dan menarik diri dari upaya melangsungkan gerakan kebangkitan dan kemajuan. Inilah secuil contoh yang tidak lain merupakan bagian dari apa yang dihasilkan oleh demokrasi Barat di dunia secara keseluruhan, khususnya di Dunia Islam.

Contoh lain adalah Afrika yang hingga saat ini seakan terus hidup seperti pada abad-abad permulaan, setelah sekitar dua abad penjajahan dan perbudakan. Padahal kita mendapati sebaliknya pada masa-masa Afrika di bawah kekuasaan Islam, yaitu ketika kekuasaan Islam memasuki Andalusia (Spanyol). Pada masa Islamlah Afrika dapat ditransformasi menjadi wilayah yang maju.

Demokrasi telah begitu mensucikan manusia dan kehendaknya sendiri. Demokrasi telah menjadikan manusia sebagai pihak yang berkuasa menetapkan hukum sesuai dengan hawa nafsunya. Semua itu hanya akan mengokohkan individualisme dan egoisme manusia. Akibatnya, manusia akan memandang dan mengurus dunia hanya dari sudut kepentingan dan kemaslahatannya saja, yang sering sangat materialistik seraya mengabaikan nilai-nilai spiritual, moral, kemanusiaan. Sebab, bagi mereka, kebahagiaan material itulah yang dianggap merupakan kebahagiaan satu-satunya yang dibenarkan secara rasional. Fakta semacam ini tidak akan berubah selama mereka berpijak pada demokrasi.

Bertolak dari semua yang telah disebutkan, di Barat yang demokratis pada umumnya telah terjadi kehancuran keluarga dan kemerosotan moral. Kehidupan individualis dan egois telah mendominasi mereka. Penduduk negara-negara itu berkumpul dan berpisah berdasarkan asas manfaat. Hal itu telah menghapus aspek kemanusiaan manusia sekaligus menurunkan derajat manusia pada derajat hewani yang hanya memandang kepuasan material saja dalam segala hal.

Demokrasi pada faktanya menegasikan bahkan menihilkan agama. Agama dan nilai-nilai spiritual ditanggalkan agar tidak berpengaruh dalam kehidupan manusia. Pada akhirnya, hanya manusialah-bukan Tuhan (baca: agama)-yang memiliki pilihan secara mutlak untuk menentukan metode hidupnya. Dalam hal ini, manusia harus dibebaskan sebebas-bebasnya tanpa campur tangan Tuhan (agama).

Dari sini kita melihat bahwa filsafat dan berbagai kajian mengenai sistem pemerintahan dengan berbagai bentuknya, serta berbagai kodifikasi undang-undang dengan berbagai temuannya yang dihasilkan Barat bukanlah termasuk keperluan-keperluan yang mendasar dari demokrasi; bukan pula merupakan pokok-pokok demokrasi; bahkan bukan pula termasuk bagian dari demokrasi.

Dalam sistem demokrasi Barat saat ini pemerintahan tegak dengan adanya pemisahan kekuasaan menjadi tiga (legislatif, eksekutif, yudikatif). Pada faktanya, kekuasaan itu terus diwarisi oleh kelompok-kelompok yang kuat. Bahkan pada dasarnya, adanya para penguasa itu berlawanan dengan kebebasan manusia, karena kekuasaan itu menghasilkan batasan dan sistem aturan.

Pihak yang kuatlah yang mengeluarkan ketetapan dan mengharuskan semua pihak untuk menerapkan undang-undang tersebut secara internasional. Bahkan pihak kuat itu melakukan intervensi dalam segala urusan baik besar maupun kecil dalam berbagai urusan umat manusia. Intervensi itu menghilangkan urusan dalam negeri berbagai negara. Pihak kuat itu memaksakan sistem yang bercorak internasional. Sistem itu diatur oleh undang-undang yang bersifat nisbi, yang bersandar pada pemikiran pihak kuat.

Kesejahteraan dan kestabilan ekonomi dan politik yang dinikmati Barat secara umum kembali pada faktor-faktor lain di luar demokrasi. Faktor yang paling utama adalah menyatunya bangsa-bangsa Barat dalam sistem pemerintahan dan berlimpahnya kekayaan hasil eksploitasi terhadap bangsa lain dan hegemoni terhadap sumberdaya bangsa lain itu. Faktor lain adalah kekuatan militer mereka yang hebat, hegemoni politik dan ekonomi, serta monopoli atas 80% kekayaan bangsa-bangsa di dunia.

Adapun berkaitan dengan umat Islam, umat Islam telah hidup selama tiga belas abad. Selama itu, umat Islam telah mengemban risalah Islam dengan kemurahan hati yang tulus untuk mengeluarkan manusia dari penyembahan materi ke penyembahan kepada Allah. Selama itu, Islam pun telah mampu membangun peradaban yang terang-benderang di Andalusia (Spanyol), Asia Tengah, daerah yang terbentang di antara Spanyol dan Asia Tengah; dari Tanja ke Jakarta melalui Kairo, Damaskus, dan Bagdad. Pada masa itu, daerah-daerah itu secara umum dihiasi dengan kestabilan, persatuan, disegani semua pihak, mulia, dan diliputi oleh kebanggaan atas apa yang dimiliki.

Kondisi umat Islam dikontrol oleh satu kebenaran, yaitu bahwa solusi berbagai masalah umat tidak lain dengan terus berpegang teguh pada Islam, dan bahwa meluruskan kondisi umat yang bengkok hanyalah dengan metode Islam. Sebab, penentu spesifik kemajuan umat dari kemundurannya selalu terkait dengan sejauh mana keterikatan mereka dengan agamanya. Umat Islam terus berjalan demikian hingga masa runtuhnya Daulah Khilafah Islam tahun 1924 dan lenyapnya sistem pemerintahan Islam secara sempurna.

Sejak itu, praktis umat Islam pun dikuasai oleh keterbelakangan, kekerdilan, kelemahan, dan kejumudan. Jadilah kaum Muslim terombang-ambing di antara ideologi Sosialisme-komunisme-ateis dan Kapitalisme-liberalisme-sekular yang menjerumuskan mereka ke dalam ketertinggalan demi ketertinggalan. Di antara keduanya, umat Islam jatuh dalam perangkap teritorial yang sempit, patriotisme yang buruk, dan nasionalisme yang menjijikkan.

Oleh karena itu, jelaslah bahwa kebangkitan, kemajuan, pencerahan dalam kehidupan umat adalah diperoleh pada masa baiknya penerapan Islam di tengah-tengah mereka. Sebaliknya, masalah hakiki yang menghadang umat dan menjadikannya tertinggal adalah akibat mereka meremehkan penerapan hukum-hukum syariat secara sempurna. Umat, misalnya, meremehkan haknya dalam memilih penguasa, dengan mengubahnya menjadi seperti kerajaan yang kekuasaannya diwarisi secara turun-temurun, tidak sungguh-sungguh melakukan kontrol dan kritik terhadap penbguasa, dan semisalnya. Inilah di antara yang menjadi sebab berbagai kegagalan umat Islam pada masa lalu.

Realitas Islam sebagai sumber kebangkitan dan kemajuan umat Islam pada masa lalu ini jelas berlawanan dengan Kristen di Eropa. Eksistensi gereja dalam kekuasaan justru menjadi sebab kesengsaraan bangsa-bangsa Eropa pada masa lalu. Sebab, gereja pada faktanya menjadi sarana yang dimanfaatkan oleh penguasa dan pemilik otoritas keagamaan demi hegemoni mereka untuk menumpuk kekayaan dan memperbudak pihak lain. Yang benar untuk dikatakan adalah, bahwa para gerejawan yang zalim di Eropa pada masa yang disebut dengan Abad Pertengahan dan Abad Kegelapan itu adalah mirip dan serupa dengan kondisi para penguasa Arab dan kaum Muslim saat ini. Saat ini, kita melihat, para penguasa Arab dan kaum Muslim sangat siap untuk mengorbankan umat dan kemaslahatan mereka demi keinginan mereka dan demi melanggengkan urusan kekuasaan agar tetap menjadi milik mereka. Mereka akan melakukan itu meski harus di atas mayat-mayat manusia yang menuntut para penguasa agar memberikan hak-hak legal mereka.

Oleh karena itu, sesungguhnya kembali pada Islam tidak memerlukan seruan-seruan demokrasi. Umat tidak pernah merasa perlu terhadap seruan-seruan demokrasi dan pemikiran yang lain selama mereka menerapkan Islam secara total dan sempurna. Bahkan, pada masa lalu, ketika Islam diterapkan secara total dan sempurna, umat-umat lain justru meminta tolong kepada kaum Muslim dan pada peradaban Islam. Sungguh, umat Islam telah dimuliakan oleh Allah dengan Islam