Monday, December 19, 2005

tHe GrEAtesT

Angin masih berhembus
Butir2 pasir masih beterbangan
Awan2 hitam belum lagi pergi
Tangisan langit belum juga reda
Aliran darah kami masih deras walaupun ia tidak akan berhenti tertumpah
Bebatuan masih keras berbicara, saat kami memaksanya bicara
Kami kandung bebatuan itu, lalu kamisandang kalimat suci
Jernih mata kami memandang
Lelah sudah lama kami lupakan
Angan kami jauh menerawang ke belakang
Saat cahaya masih terang benderang
Saat matahari di atas cakrawala, mengambang
Diri2 hangat, senyum tak pernah habis
Hati tak pernah duka
Tunas2 tumbuh di bawah lindungan keperkasaan
Bunga2 mekar tanpa ada yang berani merenggutnya dengan paksaan
Pikiran melesat menembus batas angasa raya
Cita2 mulia menyelimuti dunia
Manusia aman sentosa tanpa cela
Mereka tidak pernah berhenti membesarkan penciptanya

Angan kami jauh menerawang ke belakang
Saat caya masih terang benderang
saat matahari masih menyinari diri di atas cakrawala, mengambang
Kami jaga dia, keringan dan darah rela kami persembahkan untuknya
Hanya dia yang akan memberi kami segala-galanya
Hanya dengan dia kami akan melawan semuanya
Dia diri kami
Dia nafas kami
Dia nyanyian hidup kami
Keringat dan darah pasti akan kami persembahkan untuk membelanya
Demi diri kami sendiri, juga demi siapapun yang lahir setelah kami
Ratusan tahun dunia tunduk, ratusan tahun manusia takluk
Mereka hargai dan takuti kami, karenanya
Bumi jadi tempat yang megah
Dimana setiap jiwa terjaga dari dosa
Dimana setiap harapan punya tempat yang terang untuk diwujudkan
Dimana mawar2 merah dijaga kehormatannya
Dimana taman2 bunga selalu semerbak mengharumi dunia
Saat orang lain gelap hitam, kami merajai dunia, karenanya
Saat orng lain buta, mata kami terang ditunjukinya
Ketinggian kami tidak mungkin dijamah karena dia
Kami jaga dia, segala yang kami punya rela kami persembahkan untuknya
Demi diri kami sendiri, demi siapapun yang lahir setelah kami.

Waktu orang lain sesat, kami tetap lurus dirunjukinya
Waktu orang lain tidak punya tempat bergantung, kami kokoh kuat ditopanya
Mereka berdiri dengan pongah
Merasa iri dan tidak tahu diri
Mereka menghancurkan kami dari segala arah
Tapi dengannya, tidak ada satu makhluk pun yang mampu mengalahkan kami
Hingga suatu saat, perlahan2, cahanya mulai pudar menyinari dalam diri kami
Awan mendung turun mengitari kami
Semua gelap, hingga cahayanya pergi
Keagungan kami hilang, kebesaran kami punah, karena salah kami sendiri
Bunga yang mekar hancur direnggut orang
Tunas2 yang tumbuh hancur dipotong parang
Makhluk sesat maju menyerbu kami dengan garang

Dia sudah pergi tak ada lagi dari diri kami
Sesuatu yang seharusnya kami sadari
Diri2 kami diinjak2 orang, tak pernah ada lagi kemuliaan
Darah kami tak pernah berhenti ditumpahkan, hanya karena tamak, iri dan kegilaan
Badan kami dikoyak2, gelap sudah sempurna menyelimuti dunia
Cahanya sudah pergi tidak ada lagi sentosa
Harapan sudah putus, pupus mereka cabik
Nafas2 kami sudah tercekat dihambat mereka makhluk2 sesat
Mereka berkeliaran, liar nyata matanya
Darah dari senyumnya, hunus belati di tangannya
Pongah mereka dalam tegaknya
Mereka merasa menang
Kegelapan akan terus mereka sebarkan, tanpa menyisikan walau satu cahaya saja
Mereka jahat, sejahat iblis di neraka

Satu hal...cahanya tidak akan pernah hilang
Jika dia hilang dari diri2 kami, kami akan menyalakannya lagi
Akan kami jaga dia
Akan kami serahkan nyawa, keringat dan darah kami padanya, demi diri kami sendiri
Juga demi siapapun yang ada setelah kami
Karena dia adalah kami
Dialah nyanyian hidup kami
Dialah nafas kami
Dia kekuatan kami
Dengannya akan kami lawan semua
Angan harus dihentikan
Bebatuan tidur dalam genggaman
Kalimat suci wajib kami junjungkan
Kami punya masa lalu yang cemerlang, yang akan kami kembalikan seutuhnya
Dengannya sebagai penunjuk jalan
Penerang di kegelapan
Hingga kemuliaan ada pada kami lagi
Kami menyongsong segalanya
Dengan dia sebagai kekuatan
Demi diri kami sendiri, juga demi siapapun yang lahir setelah kami

Jernih mata kami memandang
lelah sudah lama kami lupakan
Kini saatnya untuk berjuang
mengembalikan segalanya yang sudah lama hilang...(sayt muhammad)

taken from: OpenMind MiniMagz

0 Comments:

Post a Comment

<< Home