<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094</id><updated>2011-10-02T02:52:17.961-07:00</updated><title type='text'>SOLDIER OF ALLAH</title><subtitle type='html'>"Let there arise out of you a band of people inviting to all that is good, enjoining what is right, and forbidding what is wrong: they are the ones to attain felicity" (QS. Ali-'Imran : 104)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-115637722828075953</id><published>2006-08-23T16:52:00.000-07:00</published><updated>2006-08-23T16:53:48.743-07:00</updated><title type='text'>Mencegah Adu Domba Antar Sesama Muslim</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buletin al-Islam Edisi 310&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini banyak pihak mengkhawatirkan adanya bentrokan fisik antar komponen umat Islam. Hal ini dilandaskan pada ketegangan dan hampir bentroknya dua kelompok di Jakarta pada 26 Mei lalu. Berikutnya, muncul juga ketegangan di Jember dan penghadangan di Demak (15 Juni 2006). Kejadian yang menjurus pada aksi kekerasan seperti ini sangat memprihatinkan. Untuk memahami hal ini, perlu dikaji hal-hal yang melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Asing dan Adu Domba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peledakan Gedung WTC AS telah memproklamirkan perang tanpa akhir terhadap terorisme. Saat itu AS menyatakan, "Eeither with us or with terrorists (Bersama kami [AS] atau bersama teroris)." Jadi, teroris yang dimaksud adalah setiap pihak yang menentang kezaliman yang dilakukan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungannya ke Indonesia, para pejabat AS selalu menjadikan tema terorisme sebagai salah satu agenda utamanya. Menlu AS Condoleezza Rice datang ke Indonesia bulan Maret lalu. Dalam jumpa persnya, ia (10/3/2006) menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia sudah matang dalam menangani kemungkinan kehadiran kelompok garis keras. Garis keras yang dimaksud adalah kelompok Islam seperti halnya Hamas di Palestina. Diharapkan melalui kerjasama ini Indonesia makin memerangi kelompok-kelompok Islam yang mereka sebut 'garis keras'. Lalu Rice menghendaki Indonesia menjadi negara yang disebut dengan negara 'Islam moderat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir Maret 2006, PM Inggris Tony Blair juga datang. Di dalam negerinya, Inggris hendak melarang gerakan-gerakan Islam yang dianggapnya keras. Kebijakan luar negerinya pun senantiasa mengekor AS yang terus-menerus tak menghendaki Islam dan umatnya bangkit. Contoh nyata adalah dalam kemenangan Hamas. Walaupun secara demokratis Hamas menang, AS dan Inggris tetap merintangi Hamas dengan mengeluarkan kecaman dan keberpihakannya kepada Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara ekslusif dengan salah sebuah stasiun TV nasional, Blair menegaskan maksud kunjungannya ke Indonesia tidak lepas dari urgensi Indonesia sebagai negeri Muslim yang menurutnya dapat menjadi simbol penyatuan demokrasi dengan Islam. Jadi, kedatangan Blair adalah untuk mengokohkan Indonesia yang tidak menerapkan Islam kâffah, melainkan menerapkan demokrasi sekular yang liberal. Islam yang diperkenankan hanyalah yang bercorak liberal. Tidak aneh kalau seorang pentolan kelompok liberal mengakui (Media Indonesia, 20/6/2006) bahwa 'Islam' liberal adalah untuk demokrasi liberal-pas dengan agenda Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda sesungguhnya atas kunjungan Blair ke Indonesia adalah untuk melakukan politik belah bambu (adu domba) terhadap kaum Muslim. Sebab, apa yang disampaikan dan dilakukan oleh Blair di Indonesia-sebagai pribadi maupun cerminan dari sikap pemerintahannya-berbeda dengan sikap yang sebenarnya. Hal ini bisa dilihat dalam pernyataan Menteri Dalam Negeri Inggris Charles Clarke yang mengatakan, "Tidak ada tawar-menawar tentang pendirian kembali Khilafah dan syariah Islam ..." PM Inggris Tony Blair juga menyatakan, "Islam merupakan ideologi Iblis/jahat (evil ideology) dengan ciri: (1) ingin mengeliminasi Israel; (2) menjadikan syariat Islam sebagai sumber hukum; (3) menegakkan Khilafah; (4) bertentangan dengan nilai-nilai liberal." (BBC News, 16/7/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Menteri Pertahanan AS Rumsfeld, awal Juni ini, juga mengandung adanya tekanan AS terhadap Indonesia untuk memaksakan cara memerangi teroris yang mereka definisikan. Hal ini terlihat dari pernyataan Menhan Indonesia Juwono Sudarsono yang mengultimatum AS agar jangan mencoba memaksakan keinginan antiterorismenya kepada negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kunjungan pejabat AS dan Inggris dalam waktu berdekatan tersebut menyangkut upaya memerangi Islam demi menghunjamkan demokrasi liberal dengan dalih perang melawan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Cara Penghancuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka mencapai hal tersebut, setidaknya terlihat ada dua cara yang mereka tempuh. Pertama: kerjasama keamanan permanen. AS sangat ambisius mengajak Indonesia untuk bergabung dalam kerjasama keamanan permanen yang dikenal dengan Proliferation Security Initiative (PSI). Kunjungan berturut-turut dua petinggi AS dalam waktu berdekatan, yaitu Menlu AS Condoleeza Rice dan Menhan AS Donald Rumsfeld, sama-sama berupaya untuk meyakinkan (baca: menekan) Pemerintah Indonesia untuk bergabung dalam PSI. Pemerintah Indonesia saat ini mulai serius menanggapi tawaran petinggi AS tersebut. Sebagaimana yang diberitakan Republika (13/6), dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR (12/6), Menko Polhukam Widodo AS meminta DPR agar tidak serta-merta menolak PSI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, PSI tersebut lebih merupakan upaya AS untuk meraih kepentingannya. Kepentingan AS dalam PSI ini sangat tampak dalam Pidato Kenegaraan Presiden Bush pada 2 Februari 2005, "Kita bekerjasama dengan 60 pemerintahan dalam Proliferation Security Initiative (PSI) untuk mendeteksi dan menghentikan aliran bahan-bahan berbahaya... Dalam jangka panjang, perdamaian yang kita upayakan hanya bisa diraih dengan menghapuskan semua kondisi yang mendorong radikalisme dan ideologi-ideologi pembunuh." (http://www.usembassyjakarta.org).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas terlihat, di antara kepentingan AS dan PSI itu adalah Islam yang terus dicitrakan radikal, yang disebut dengan 'ideologi pembunuh' karena memiliki konsep jihad dan disebut 'teroris' yang telah didefinisikan sepihak itu. Padahal siapa yang membunuh 120.000 warga sipil Irak? Siapa yang memporakporandakan Afganistan? Jadi, siapa yang lebih layak disebut penganut 'ideologi pembunuh', Islam ataukah Kapitalisme yang diemban oleh negara-negara penjajah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, dengan tergabung dalam PSI, langsung atau tidak langsung, Indonesia telah menjadi 'anggota' Pertahanan Atlantik Utara (NATO). AS pun akan langsung masuk dengan atau tanpa izin ke wilayah Indonesia dengan dalih menjaga keamanan. Jika ini terjadi, yang rugi adalah semua rakyat, termasuk yang menjadi kaki tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adu domba. Kini tersebar kabar telah dibentuk pasukan/milisi. Disinyalir ada aliran dana untuk pelatihan tersebut mencapai USD 2 juta. Sumbernya dari badan intelijen Inggris MI6 (Tabloid Intelijen, edisi 16-29/6/2006). Jika ini benar maka mirip dengan apa yang terjadi di Palestina atau Somalia, dua kelompok Muslim dihadap-hadapkan demi kemenangan asing, atau seperti di Irak antara Kurdi dan non-Kurdi, di Iran antara kelompok yang disebut AS konservatif dan kelompok modern. Padahal, betapa banyak jejak badan intelijen Amerika (CIA) di balik konflik antarmilisi. Kini di Indonesia pun ada indikasi umat Islam diadu-domba. Ini harus dicegah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adu Domba: Metode Penjajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adu domba (devide et impera) adalah metode penjajah yang tidak pernah berubah. Sayang, masih ada kaum Muslim-sadar atau tidak-yang mau diadu domba dengan sesamanya hanya lantaran membela pemimpin yang berasal dari kelompoknya, membela partainya, atau sekadar ikut-ikutan; tanpa lagi memandang apakah pembelaannya tersebut memang sesuai dengan ajaran Islam atau tidak. Akibatnya, seolah-olah yang bertarung adalah Islam dengan Islam. Kesatuan umat, persaudaraan, ghîrah, kesetiakawanan, solidaritas, dan penghargaan pada nilai Islam nyaris hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fenomena demikian, tampaknya pendapat Ziauddin Sardar (1999) ada benarnya. Umat kita saat ini, menurutnya, adalah hasil gemblengan pemimpin yang masih mewarisi budaya kolonial yang terus menerapkan politik adu domba, baik halus maupun kasar. Pemimpin di Dunia Islam sekarang ini hanya komprador/kaki tangan Barat. Padahal, menurut Taqiyyuddin an-Nabhani dalam buku At-Takattul Hizbiy (1953), musuh umat sebenarnya adalah penjajah Barat. Artinya, para penguasa kaum Muslim, para cendekiawan yang ter-Barat-kan, dan kalangan zhallamiyyin yang membebek pada ideologi Barat hanyalah pion-pion penjajah yang sengaja dipasang untuk menghadang perjuangan menegakkan syariat Islam. Jelaslah, upaya membenturkan antar umat hanyalah untuk menghambat lajunya kemenangan Islam dan melanggengkan cengkeraman Kapitalisme dan Liberalisme pimpinan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam, Bersatulah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara. Karena itu, damaikanlah saudara-saudara kalian dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian dirahmati. (QS al-Hujurat [49]: 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi di dalam buku tafsirnya menyebutkan bahwa persaudaraan antar kaum Mukmin adalah dalam hal agama dan kehormatan, bukan dalam nasab. Persaudaraan dalam agama lebih kokoh dibandingkan dengan persaudaraan nasab. Sebab, persaudaraan nasab dapat terputus dengan perbedaan agama, sedangkan persaudaraan dalam agama tidak pernah terputus dengan perbedaan nasab. Namun, sayang, sikap dan perasaan ini tidak sepenuhnya diaplikasikan oleh kebanyakan kaum Muslim saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;Berpeganglah kalian pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai. (QS Ali Imran [3]:103).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegas sekali, ayat ini memerintahkan kaum Mukmin untuk bersatu atas dasar Islam dan untuk menegakkan Islam, dengan menjadikan syariah sebagai tolok ukurnya; bukan bersatu demi kelompok, partai, figur, ataupun fanatisme masing-masing. Sebab, al-Quran sebagai tali kemenangan memang diturunkan Allah SWT sebagai metode kehidupan untuk membangkitkan umat dari kelemahan, kehinaan, keterbelakangan, dan keterpecahbelahan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa Islam merupakan penyatu kaum Muslim. Sebaliknya, semangat golongan, kesukuan dan kebangsaan adalah semangat Jahiliah yang tidak layak dijadikan penyatu kaum Muslim. Apalagi hal itu dilakukan untuk berseteru dengan sesama Muslim. Untuk itu, setiap Muslim harus segera meninggalkan segala bentuk pemikiran dan ikatan kufur dan beralih pada ikatan Islam. Dengan demikian, setiap upaya untuk menjadikan sesama Muslim saling berhadapan dalam bentrokan fisik wajib dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah mendasar dan menyeluruh pun perlu segera dan terus dilakukan. Caranya adalah: Pertama, kembali pada pemahaman Islam yang membuang jauh ego golongan, kesukuan, ataupun nasionalisme sempit; karena sesama Muslim adalah saudara yang harus saling membahu dalam menegakkan Islam. Kedua, mengusir bisikan dan tipuan setan dari kalangan penjajah kufur dan para pengikutnya yang justru melanggengkan umat dalam keterpecahbelahan. Ketiga, terus berupaya bersatu untuk menyatukan umat Islam di bawah panji Lâ ilâha illâ Allâh Muhammad Rasûlullâh. []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-115637722828075953?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/115637722828075953/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=115637722828075953&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/115637722828075953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/115637722828075953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2006/08/mencegah-adu-domba-antar-sesama-muslim.html' title='Mencegah Adu Domba Antar Sesama Muslim'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113673735307143966</id><published>2006-01-08T08:01:00.000-08:00</published><updated>2006-02-08T10:56:25.243-08:00</updated><title type='text'>UNTAIAN KATA HATI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;UNTAIAN KATA HATI BUAT YANG DATANG &amp; PERGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kawan...........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam dingin hujan badai di gelap malam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kehadiranmu bagaikan petir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;cepat kilat menggelegar menyambar-nyambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tubuhku menggigil, ngeri takut akan realita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kilauan sinarmu merobek dadaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Melesat jauh menghujam dalam qalbu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Terguncang-guncang batinku hingga meleleh air mata ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Misteri gemuruhmu membuahkan su'udzonku menjadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sobat..........&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam kecamuk ruhku yang amat panjang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sering diri ini tersandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ingin berhenti sejenak saja, malah terjerembab ke liang kedzoliman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mereka yang hampir meraih kepercayaanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tega-teganya mengoyak-koyak lembaran amanah ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Teman.......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ku bertanya kepada Sang Khaliq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ya Rabby mengapa Engaku pertemukan kami secepat ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ku mendongak menerawang jauh ke awan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menyaksikan kecepatan pesawat lasermu melesat menuju Al-Malik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ku berdiri terpaku di sini, di bumi ini tak berdaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pucat wajahku hingga seluruh tubuhku terbungkus dalam kepompong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sobat.............&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam selubung beku jiwa ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;qolbumu yang ikhsan, ikhlas dan ridlo kembali ke bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau pecahkan kepompong pembungkus tubuhku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau mandikan diri ini dengan ketauhidan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau putuskan tali pusarku dengan kemaksiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau selimuti diri ini dengan kekafahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau ajarkan kembali segala sesuatu yang haq dan batil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Namun................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ketika diri ini benar-benar merasa terlahir kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Benar-benar merasakan indahnya belaian kasih sayangmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sungguh-sungguh berirodah ingin belajar banyak darimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Takjub dengan aura ungumu yang lembut dan penuh kesabaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau tinggalkan diri ini tanpa bimbingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau biarkan diriku menciptakan kosa kata sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kau tak peduli diriku belajar merangkak sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kini aku benar-benar sendiri dalam kilauan lambaian tanganmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Aku tak tahan mendengar ucapan SELAMAT TINGGAL SAUDARAKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sobat.................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selamat jalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jatuhkan bintang Siraatal mustaqiem untukku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tunjukkan, kau akan selalu istiqomah di atas HUKUM-HUKUM SYARA'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Biarkan aku menatap bangga dengan baju kesabaranmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Afwan jiddan bila pernah berbuat dzolim padamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mudah-mudahan kekhilafan dan su'udzon ini benar-benar telah sirna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bantu aku dengan do'a manismu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dukung aku dengan Ghiroh Mujahidmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wahai qolbu yangi ikhsan.................&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mari kita renovasi dan susun kembali bangunan UKHUWAH yang roboh ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;UKHUWAH ini bukan utopis tapi nyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Melangkah bersama meneruskan kehidupan ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Berjuang dan berdo'a untuk mencapai keridloan Allah Swt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jangan biarkan kau merasa sendiri dalam dukamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tanganku akan selalu terbuka menunggu kembalimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sehingga qolbu kita benar-benar dapat menyatu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Inilah BIQOLBU yang berbeda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bersat menjadi kekuatan dahsyat menggembur kejahiliyahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di sini kutunggu khabar kobaran jihadmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di sini kumenanti kembalimu membawa Ghonimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga sekembalimu diri ini telah siap kau ajak ke medan JIHAD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;from: my best brother in Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Fachrudin Latief&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;I always remember with your advices, my Bros. When will we see again?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;I hope u read my blog. I'll be right here waiting for u.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113673735307143966?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113673735307143966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113673735307143966&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113673735307143966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113673735307143966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2006/01/untaian-kata-hati.html' title='UNTAIAN KATA HATI'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113633125691639839</id><published>2006-01-03T15:28:00.000-08:00</published><updated>2006-01-04T11:26:51.106-08:00</updated><title type='text'>Puisi Para  Mujahid</title><content type='html'>&lt;h1  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berhentilah Sejenak Mujahid&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mujahid kulihat langkahmu menggoyah..&lt;br /&gt;Apakah engkau lelah?&lt;br /&gt;Dengan tegas engkau menggeleng&lt;br /&gt;Kaupun mencoba berjalan lagi...&lt;br /&gt;Kali ini jelas terlihat kakimu terseok&lt;br /&gt;Padahal perjalanan masih panjang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lihat disana..&lt;br /&gt;Jalan bebatu menanti&lt;br /&gt;Atau terjalnya curam&lt;br /&gt;Melambai tuk engkau turuni..&lt;br /&gt;Sebelum kau paham makna hakekat sejati&lt;br /&gt;sebuah perjuangan suci...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid...&lt;br /&gt;Mulutmu seakan selalu ingin bercerita ..&lt;br /&gt;Tentang pedih hatimu, luka hari ini&lt;br /&gt;Dan bahkan mungkin suka pula tawa...&lt;br /&gt;Engkau ingin tempat berbagi rupanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid...&lt;br /&gt;berhentilah sejenak..&lt;br /&gt;beban langkahmu engkau bisa membaginya..&lt;br /&gt;Separuh penggalan jiwamu ada padanya..&lt;br /&gt;Segala resahmu dia penampungnya&lt;br /&gt;Satu rasa dalam hatimu kuharap hanya karenaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid ..&lt;br /&gt;Pertemuanmu dengannya bukanlah akhir&lt;br /&gt;hanya sedetik bagian penggalan catatan perjalanan&lt;br /&gt;Sebuah barisan langkah menujuNya&lt;br /&gt;Karna itu bersamanya kan ada energi&lt;br /&gt;Karna itu bersamanya kan lebih bisa hayati&lt;br /&gt;Arti sejenak berhenti itu bukan hanya tuk ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid...&lt;br /&gt;lekaslah bergegas...&lt;br /&gt;Genggam erat tangannya,&lt;br /&gt;padukan langkah...&lt;br /&gt;satukan irama..&lt;br /&gt;menapak jalanNya&lt;br /&gt;Ingat mujahid !&lt;br /&gt;Segeralah bergegas, usah terlena terlalu lama&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sumber : uchan :)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;h1  style="font-family:arial;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;h1  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menapak Mitsaqan Galizha bagi Mujahid&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jiwa yang lelah, ...&lt;br /&gt;Toek menapaki jalan yang semakin susah&lt;br /&gt;Ruang hati yang gelisah..&lt;br /&gt;Toek memahami makna resah&lt;br /&gt;Sayap yang setengah..&lt;br /&gt;Toek mengepak di Langit basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kan segera jelang..&lt;br /&gt;saat sejenak bersandar bagi pejuang badar..&lt;br /&gt;Saat sejenak berlabuh bagi pejuang teguh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sejenak itu Mitsaqan galizha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid..biadadarimu jemputlah..&lt;br /&gt;Dialah separuh sayap..&lt;br /&gt;separuh pemakna resah&lt;br /&gt;pun separuh jiwa yang lelah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjanjian teguh itu akan menangkupkan jiwanya dan mu&lt;br /&gt;Namun jangan terlena mujahid..&lt;br /&gt;Ini awal derap panjang..&lt;br /&gt;bawalah dia bersama lewat perjuangan menuju cintaNya&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sumber : uchan :)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h1 face="arial"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mujaheed-Koe&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mata mujahid itu tak akan terpejam&lt;br /&gt;tatkala bumi itu masih terkoyak&lt;br /&gt;tatkala darah masih senantiasa tertumpah&lt;br /&gt;tatkala wajah-wajah mungil masihlah menjadi sasaran&lt;br /&gt;tatkala ibu harus ridho kehilangan jundinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jiwa mujahid itu tak akan lelah&lt;br /&gt;menapaki hari merajut kesyahidan&lt;br /&gt;menapaki jam diiringi dentuman meriam&lt;br /&gt;menapaki detik menjemput maut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langkah mujahid itu akan tetap tegar&lt;br /&gt;meski tak ada lagi saudara&lt;br /&gt;meski darah telah tertumpah&lt;br /&gt;meski nyawa mesti terjual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena hanya satu cita mujahid itu&lt;br /&gt;menjumpaiMu&lt;br /&gt;menatapMu&lt;br /&gt;menggapai ridhoMu&lt;br /&gt;menikmati jannahMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: syifa&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Fisabilillah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;sumber : Helvy Tiana Rosa, 1992&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dilarang&lt;br /&gt;orang yang melayang pandang&lt;br /&gt;ke sabilillah&lt;br /&gt;ia sudah tahu resah nyata semesta&lt;br /&gt;seringai malam bumi kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ditahan&lt;br /&gt;orang ingin melemparkan diri&lt;br /&gt;ke sabilillah&lt;br /&gt;ia sudah tahu ramuan cinta yang firdaus&lt;br /&gt;juga rejam rintangan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dinanti&lt;br /&gt;orang yang pergi&lt;br /&gt;ke sabilillah&lt;br /&gt;ia sudah tahu&lt;br /&gt;ke mana harus menjual nyawa&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;   &lt;p face="arial" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;   &lt;h1 style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Teruntuk Sahabatku&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;   &lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;sumber : boemi-islam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat,&lt;br /&gt;dengan segenap cinta... kucoba tuliskan bait-bait kata&lt;br /&gt;sebagai gambaran dari segenap rasaku untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat,&lt;br /&gt;mungkin saat engkau membaca tulisan ini&lt;br /&gt;satu bagian dari perjuanganmu telah kau lalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjuangan untuk melengkapi barisan kokoh para mujahid Allah&lt;br /&gt;perjuangan yang juga menjadi impian dan cita-citamu&lt;br /&gt;cita dan cinta untuk mengorbankan jiwa dan raga dalam kerahiban Islam&lt;br /&gt;tak usah dan tak perlu kau berkata dan bersuara&lt;br /&gt;cukuplah aku jadi saksi semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan untuk itulah sahabat,&lt;br /&gt;kini telah kau langkahkan kakimu&lt;br /&gt;mengantarkan diri dan citamu untuk menjemputnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini,&lt;br /&gt;ratusan kilo dan ribuan waktu kau lalui&lt;br /&gt;sebagai perjuanganmu untuk menggenapkan dien ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah seorang mujahid takkan sempurna tanpa belahan jiwa&lt;br /&gt;separuh nafas akan menjadi pembangkit gelora hati&lt;br /&gt;saat bersatu dalam rengkuhan cita-cita&lt;br /&gt;bersemi dan berpadu menggetarkan mayapada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untukmu sahabat,&lt;br /&gt;doa dan semangat kan kukirimkan untukmu di sana&lt;br /&gt;semoga Allah memberikan yang terbaik untukmu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113633125691639839?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113633125691639839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113633125691639839&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113633125691639839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113633125691639839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2006/01/puisi-para-mujahid.html' title='Puisi Para  Mujahid'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113622773541226206</id><published>2006-01-02T10:36:00.000-08:00</published><updated>2006-07-15T11:49:11.366-07:00</updated><title type='text'>[ S . o . A ]</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="350"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/3moI15yRB5E"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/3moI15yRB5E" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="350"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  style="text-align: center;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;1924&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The truth about the state It wasn't always like this&lt;br /&gt;Let us look back in time History reminds us One army, One land&lt;br /&gt;One central authority&lt;br /&gt;Crushing the romans persians put in fear&lt;br /&gt;The Ummah like a Lion No need to shed a tear&lt;br /&gt;When the village was attacked by the kufar&lt;br /&gt;The Khalife heard The sister cry &amp; Prepared for war&lt;br /&gt;Attacking the city&lt;br /&gt;Destroying it from existence&lt;br /&gt;Lesson # 1&lt;br /&gt;Don't ever Mess with Muslims&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Imam of the Ummah is a shield where he protects the Ummah and where the Ummah fights behind him. Where is this shield today to protect the Ummah?? What happen to this shield to honor and dignify the Ummah???&lt;br /&gt;In 1917 Prime Minister of britain after entering Jerusalem stated "the crusade war has ended"&lt;br /&gt;In the same year the french general, goro went to the grave of Salahudeen-Ayubi&lt;br /&gt;Salahudeen-Ayubi, the one who 730 years prier crushed the crusades and liberated Palestine &amp;amp; Syria&lt;br /&gt;he went to his grave in Damascus and kicked it and said wake up oh Salahudeen we hare here â�Ś&lt;br /&gt;How did they do this to you and me&lt;br /&gt;We turn on the TV and all we see is a world full of casualties&lt;br /&gt;a generation in agony our Ummah is in misery&lt;br /&gt;let us go back to beginning of the century and review our history&lt;br /&gt;from one side to the other side of the globe&lt;br /&gt;the system of Islam&lt;br /&gt;Ruled over the world&lt;br /&gt;They went to the Muslims for the all their solutions&lt;br /&gt;from mathematics to biology to the advancements in technology&lt;br /&gt;the kafir women use to imitate our women&lt;br /&gt;they wanted the same respect that the Muslims sisters were given while the enemies of Islam were trying to twist the Quran trying to write a Surah like Allah's they all failed miserably &amp; many of them responded with Ashhadu -an la Ilaha Ilallah wa Ashhadu- anna Muhammadun rasullullah&lt;br /&gt;Allah has challenged the humanity until the day of judgment &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div face="arial" style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: center;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;to produce a Sura or an Aya like the Quran&lt;br /&gt;And Allah assures that they will never be able to make an Aya like it&lt;br /&gt;The kufar plan and work to destroy this Deen and Allah affirms that we too are planning&lt;br /&gt;and if all the people of the world got together they still could not and will never be able to put even a scratch a side of a muster seeds on the throne of almighty Allah (SWT)&lt;br /&gt;After failing on the battlefield&lt;br /&gt;they kufar got together and they decided to yield&lt;br /&gt;they said we must change the way the Muslims think and sure enough&lt;br /&gt;the Muslim Ummah began to sink&lt;br /&gt;In 1917 john belford promised Palestine to the jews 31 years later&lt;br /&gt;his promise went through&lt;br /&gt;brittan and france split the Muslim lands 3 years later&lt;br /&gt;Islam worst traitor mustafa kamal&lt;br /&gt;Brought the states fall&lt;br /&gt;In 1920's mustafah kammal with the help of the british becomes the hero. Hmmm.. well this so-called hero cancels the authority of the most powerful system suitable for human beings&lt;br /&gt;The khilafah!!!&lt;br /&gt;he abandon all the rulings of Allah ‘he did not stop there’. He abanded the Adan in Arabic, he denied Muslim sister from obeying Allah (SWT) by abandoning the Hijab&lt;br /&gt;All Islamic calendars and holidays were canceled&lt;br /&gt;Yes brothers and sisters&lt;br /&gt;he changes the Arabic alphabet to Latin&lt;br /&gt;By doing so he made sure the next generation will be lost and have no connection to their Islamic roots&lt;br /&gt;as they can not read or write all the Islamic culture that was recorded&lt;br /&gt;This Islamic system sent by the Creator of alameen went from the application in life to be in museums for people to go and see in turkey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1924&lt;br /&gt;Our state was demolished&lt;br /&gt;Hundred years of planning And their plans were accomplished&lt;br /&gt;Kafirs broke our bond&lt;br /&gt;Contaminated our knowledge&lt;br /&gt;Better listen up because you won't learn this in college&lt;br /&gt;Beginning of the end and the divisions began&lt;br /&gt;Step by step they divided our lands&lt;br /&gt;in 1921 saudi arabia &amp; iran&lt;br /&gt;next year egypt &amp;amp; In 32 iraq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1945&lt;br /&gt;jordan indonesia Lebonen &amp; syria&lt;br /&gt;Two years later The division of India&lt;br /&gt;the Muslims took a stand and demanded the ruling of Islam&lt;br /&gt;so they gave them pakistan but it was only an illusion&lt;br /&gt;a false resolution far from the solution &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: center;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;In 1948&lt;br /&gt;The Jews establish their israeli state&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1901 &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: center;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;the kufar went to Sultan Abdull Hamid the II and offered to pay tremendous amount of money to the Islamic State for Palestine. Sultan Abdull Hamid the II replied:&lt;br /&gt;I am not going to give one inch of Palestine to the jews as Palestine is not mine give but it belongs to the Ummah and Ummah have shed blood to defend this land but if one day the Islamic State falls apart then you can have Palestine for free but as long as I am alive I would rather have my flesh be cut up then cut out Palestine from the Muslim land I will not allow any carving up while we are alive!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In 1960's&lt;br /&gt;somolia &amp; nigaria kuwait &amp;amp; algeria&lt;br /&gt;In 1964 Came the PLO yasar arafat&lt;br /&gt;The us scarecrow a great declined&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: center;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;In 1969&lt;br /&gt;When the west was training Muslims scholars for hire&lt;br /&gt;Jews were setting Al-Aqsa mosque on fire!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let us recall 1970&lt;br /&gt;For those who don't remember&lt;br /&gt;That was the year That we had black September&lt;br /&gt;The king of jorden &amp; yaser arafat&lt;br /&gt;Began their plot Shot after shot&lt;br /&gt;Muslim blood spilled&lt;br /&gt;As innocent Muslims were killed&lt;br /&gt;Communism attacked but Muslims fought back&lt;br /&gt;The sincere Mujahideen of Afghanistan fought and pushed back the Russians&lt;br /&gt;and then They started to fight among themselves&lt;br /&gt;Khomaine became in power with the promise of ruling and raising the Ummah to a level of dignity&lt;br /&gt;But his promise never went through&lt;br /&gt;soon after iran and iraq went to war&lt;br /&gt;And millions of innocent Muslims died for 10 years Muslims killing Muslims&lt;br /&gt;Over what!!!??? What elseâ�Ś!!! the agenda of the west!!! â�Śat the end there were no resolution&lt;br /&gt;Today iran is very much open to democracy and reformation&lt;br /&gt;and the Muslims in iraq continue to sufferâ�Ś.&lt;br /&gt;SubhanAllah!â�Ś. where is the Amir of the Ummah??!!!!â�Ś..&lt;br /&gt;Another decade gone&lt;br /&gt;But we still don't have Islam Take a look at the gulf&lt;br /&gt;And the killings of sadam Over million Muslims died&lt;br /&gt;But no one answered their cries&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: center;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;In the 1990's&lt;br /&gt;The Muslim genocide Bosnia Kosovo Chechenya Dagistan&lt;br /&gt;Bring back Islam! Bring back Islam!&lt;br /&gt;Bring back Islam! Bring back Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's year 2000&lt;br /&gt;And nothing has changed Past generation has aged&lt;br /&gt;Let us write the next page&lt;br /&gt;It's time for us to change It's up to you &amp; me&lt;br /&gt;Either we make history or we become historyâ�Ś&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;h2  style="text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Bring Islam Back&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;BRING BACK ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; BRING BACK THE STATE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; When I said no more wait&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; I meant..NO MORE WAIT!!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; No more watching brothers die No more watching sisters cry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; OH MUSLIM UMMAH RISE!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Rise up from these lies Rise up from nationalism pride&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Allah is on our side&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; WE WILL NEVER COMPROMISE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; MUSLIM FOR LIFE! MUSLIMS UNITE!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Billion and a half Muslims&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; They can’t make us or break us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Don’t judge us aside By our faces and places&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; COLOR BLIND...!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; No spaces for racist Travelers in this life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Your lies can never fool us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; ISLAM IS THE ONLY SOLUTION&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; To the problems that face us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; WE WON’T COMPROMISE ISLAM!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; These kafirs can never take us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; When they drop bombs On our brothers...It hits us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; We don’t mix action with our prayer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Oh Allah......forgive us!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Let us RISE up for Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Like we RISE UP for fajr at dawn&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Uniting under one flag, Using Islam as our only bond&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Its time to take a STAND!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Follow ONLY Allah’s Commands!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Put Khilafah back on the MAP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; ITS TIME TO BRING ISLAM BACK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; No KHALIFAH?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Where are we heading’? Without Islam We’re stressing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Implement Allah’s blessing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; That’s what I am addressing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Apart from this kufur scheme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Bring Islam back to the scene&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Let’s unite the Ummah!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Following only the Quran and the Sunnah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Even if all the kafirs got together...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; They still couldn’t stop this Ummah!We love Islam More thanwe love life&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Got Muslim brothers on my side&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Keeping each other in line&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; With One vision.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; The Deen of Haq&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; With One mission.....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; To Bring Islam Back!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; One Ummah! One agenda!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Allahu Akbar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Insha-Allah I will see you in Jannah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Takbir!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; The Ummah was once&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; One body undefeated&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Until colonialism crept in&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; And separated us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; According to land According to geography&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; According to nationality&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Now we suffer tyranny&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Since the Khilafah been destroyed&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; We have been more than 50 states&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Put in place puppet rulers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; With stupid grins on their face&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Race or skin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Your criteria of bond?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Shallow thinking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; And superficial is how we call it&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; This reality states&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; that mankind needs revival&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Based on what?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Definitely not the instinct of survival&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Tribe-lism has infiltrated our mind&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Has divided or lands&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Now tells me where is our IMAMM?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back Bring Islam Back&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Muslim Ummah’s Driving&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; But there’s no one to steer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Over a billion &amp; ½ Muslims&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; But we got no Amir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; When our enemies&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Use to see the flag&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; They use to be in fear&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; They couldn’t hurt Muslims&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Because Khalifah was here&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; So many years without a State&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Muslims minds in rust&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Now we must reestablish Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Reestablishment is a must&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Fear no one but Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; In Allah we trust&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; If you are down with Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Then you’re down with us!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Remember these words&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; BRING ISLAM BACK!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Time is slipping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; So get back on the right track&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; No more borders between our land&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; No more kufur system to be run&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; All of these belong to one land&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Part of once mighty Islamic span&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; More than 52 nations we fall&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; One nation strong we stand tall&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Waiting for the Ummah’s call&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Once again and for all&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Reestablish Islam to rule all&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Muslims are suppose to be the example to mankind&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; It’s an obligation to have implementation of every legislation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; In our daily life without hesitation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Stick to our only example&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Prophet of ALLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; He did not improvised&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Unlike our present leaders&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; That’s why there is no surprise&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Our situations today&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Ya Muslimeen Ya Mu’meneen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Open up your eyes&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Aim for the ultimate prize&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Which is paradise&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Allah’s laws&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; By definition has no flaw&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; So why do we pause?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Tell me what’s the cause&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Hold your applause&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Takbir!!!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt; Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113622773541226206?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113622773541226206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113622773541226206&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113622773541226206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113622773541226206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2006/01/s-o.html' title='[ S . o . A ]'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113622786976624873</id><published>2006-01-01T10:50:00.000-08:00</published><updated>2006-01-04T11:27:56.950-08:00</updated><title type='text'>MUSLIM For Life</title><content type='html'>&lt;h2 style="text-align: center;"&gt;M.U.S.L.I.M For Life&lt;/h2&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Now…&lt;br /&gt;If we don't change society&lt;br /&gt;Then we are part of the cause&lt;br /&gt;on the Day of Judgment&lt;br /&gt;We are going to stand&lt;br /&gt;in front of Allah&lt;br /&gt;There will be no excuses&lt;br /&gt;For being useless&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Without Islam in our lives&lt;br /&gt;Our lives are fruitless&lt;br /&gt;Leaving behind&lt;br /&gt;all things&lt;br /&gt;taking nothing&lt;br /&gt;but our deeds&lt;br /&gt;On the last day it will be&lt;br /&gt;too late to repent&lt;br /&gt;We will be accountable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For every minute &amp;&lt;br /&gt;cent that we spent&lt;br /&gt;Islamically intact&lt;br /&gt;My brothers got my back&lt;br /&gt;Shaitan can't attack&lt;br /&gt;because were always in a pack&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M-U-S-L-I-M&lt;br /&gt;MUSLIM 4 LIFE&lt;br /&gt;&amp;amp; WE WILL NEVER GIVE IN&lt;br /&gt;WE STAND UP AND SPEAK OUT&lt;br /&gt;AGAINST THOSE WHO OPPRESS&lt;br /&gt;WE TAKE ISLAM &amp;&lt;br /&gt;WE TAKE NO LESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prophet showed us&lt;br /&gt;how to be a statesman&lt;br /&gt;a father, a leader&lt;br /&gt;Amir of jihad&lt;br /&gt;a husband, a judge&lt;br /&gt;and a friend&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A messenger&lt;br /&gt;that Allah has send&lt;br /&gt;that’s the example&lt;br /&gt;that we content&lt;br /&gt;He cultured&lt;br /&gt;The Sahabas personalities&lt;br /&gt;Built Islamic mentalities&lt;br /&gt;gave them the bigger scope&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to spread Islam&lt;br /&gt;All over the globe&lt;br /&gt;they say your too young&lt;br /&gt;to change this world&lt;br /&gt;to young to understand&lt;br /&gt;Look at Ali (RA)&lt;br /&gt;At 8 he was mature&lt;br /&gt;like a man&lt;br /&gt;Carrying this&lt;br /&gt;message of Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid Ibn-Waleed&lt;br /&gt;Conquering land&lt;br /&gt;Liberating kufar&lt;br /&gt;to Islam&lt;br /&gt;Abu Bakar&lt;br /&gt;politically sharp&lt;br /&gt;was side by side&lt;br /&gt;with the Prophet&lt;br /&gt;from the start&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are the youth&lt;br /&gt;Let us Bring Islam Back&lt;br /&gt;We did it in the past&lt;br /&gt;So let us do it again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M-U-S-L-I-M&lt;br /&gt;MUSLIM 4 LIFE&lt;br /&gt;&amp;amp; WE WILL NEVER GIVE IN&lt;br /&gt;WE STAND UP AND SPEAK OUT&lt;br /&gt;AGAINST THOSE WHO OPPRESS&lt;br /&gt;WE TAKE ISLAM &amp;&lt;br /&gt;WE TAKE NO LESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carrying Islam&lt;br /&gt;is like carrying a hot coal&lt;br /&gt;pure pressure surrounds us&lt;br /&gt;but we won’t fold&lt;br /&gt;when time become tough&lt;br /&gt;remember Jannah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was difficult&lt;br /&gt;even for the Sahabas&lt;br /&gt;No success&lt;br /&gt;without struggle&lt;br /&gt;Keep our best friends Muslim&lt;br /&gt;So we're always out of trouble&lt;br /&gt;checking our ideas&lt;br /&gt;the way we think&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Based on Islam&lt;br /&gt;Because Islam is our Deen&lt;br /&gt;Bonded by our ideas&lt;br /&gt;Islamically connected&lt;br /&gt;Days of Jahillah&lt;br /&gt;Alhamdulillah we left it&lt;br /&gt;Islamic as a yardstick&lt;br /&gt;That we measure&lt;br /&gt;Only for Allah&lt;br /&gt;And to gain HIS pleasure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M-U-S-L-I-M&lt;br /&gt;MUSLIM 4 LIFE&lt;br /&gt;&amp;amp; WE WILL NEVER GIVE IN&lt;br /&gt;WE STAND UP AND SPEAK OUT&lt;br /&gt;AGAINST THOSE WHO OPPRESS&lt;br /&gt;WE TAKE ISLAM &amp;&lt;br /&gt;WE TAKE NO LESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Much props to my sisters&lt;br /&gt;Carrying this Deen&lt;br /&gt;&amp;amp; to my brothers&lt;br /&gt;With the same mean&lt;br /&gt;We will never idolize&lt;br /&gt;It’s no surprise&lt;br /&gt;The youth realize&lt;br /&gt;Jannah is the only prize&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standing together&lt;br /&gt;Kafirs worst nightmare&lt;br /&gt;Muslim united&lt;br /&gt;And not scared&lt;br /&gt;Following only Qur'an&lt;br /&gt;&amp; and the Sunnah&lt;br /&gt;an Ummah&lt;br /&gt;who loves Allah&lt;br /&gt;More than this dunnyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M-U-S-L-I-M&lt;br /&gt;MUSLIM 4 LIFE&lt;br /&gt;&amp;amp; WE WILL NEVER GIVE IN&lt;br /&gt;WE STAND UP AND SPEAK OUT&lt;br /&gt;AGAINST THOSE WHO OPPRESS&lt;br /&gt;WE TAKE ISLAM &amp;&lt;br /&gt;WE TAKE NO LESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;h2 style="text-align: center;"&gt;Sleeping Giants&lt;/h2&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;You know, I really like your music&lt;br /&gt;But don't you think you guys are really harsh on the kufars?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We're not harsh on the kufars&lt;br /&gt;The kufars are harsh on us&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The poison is injected&lt;br /&gt;The giant is asleep&lt;br /&gt;He’s chain into sections&lt;br /&gt;To keep him off his feet&lt;br /&gt;The mission is forgotten&lt;br /&gt;The bond is getting weak&lt;br /&gt;Wake up oh Muslim Ummah&lt;br /&gt;Before we face the heat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telling me to calm down&lt;br /&gt;A year has past&lt;br /&gt;since the last song&lt;br /&gt;Situation has worsen&lt;br /&gt;It was kosovo and Kashmir&lt;br /&gt;Now it’s chechnia and dagistan&lt;br /&gt;So who is next in line&lt;br /&gt;Governments who claim&lt;br /&gt;They implementing Islam&lt;br /&gt;Like who??!&lt;br /&gt;Like Taliban, Iran and Sudan..&lt;br /&gt;All 52&lt;br /&gt;So called Muslim nations&lt;br /&gt;Oppressing the masses&lt;br /&gt;in the name of Islam&lt;br /&gt;They are digging our graves&lt;br /&gt;while we are a sleep&lt;br /&gt;over a billion&lt;br /&gt;But oh so weak&lt;br /&gt;We need to rise up&lt;br /&gt;And get back on our feet&lt;br /&gt;We’ve been fooled too long&lt;br /&gt;This what happens&lt;br /&gt;When we let kafirs lead&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why are we losing?&lt;br /&gt;Who are we amusing?&lt;br /&gt;Sisters are leaving&lt;br /&gt;because brothers are abusing&lt;br /&gt;Twisting Islam’s teachings&lt;br /&gt;mixing culture and pride&lt;br /&gt;using Islam to justify&lt;br /&gt;for the tears that she cries&lt;br /&gt;When I look into her eyes&lt;br /&gt;I see the pain deep inside&lt;br /&gt;As she leaves and says good bye&lt;br /&gt;Now tell me who’s to blame&lt;br /&gt;Don't just sit there in shame&lt;br /&gt;Lets look to Islam to cure the pain&lt;br /&gt;to all my sisters in pain&lt;br /&gt;These oppressors are insane&lt;br /&gt;They’re heading straight&lt;br /&gt;to the hell fires flame&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The poison is injected&lt;br /&gt;The giant is asleep&lt;br /&gt;He’s chain into sections&lt;br /&gt;To keep him off his feet&lt;br /&gt;The mission is forgotten&lt;br /&gt;The bond is getting weak&lt;br /&gt;Wake up oh Muslim Ummah&lt;br /&gt;Before we face the heat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imitating the kafirs&lt;br /&gt;Flirting with disaster&lt;br /&gt;Even our sheiks and Imams&lt;br /&gt;Are dressed up like priests and pastors&lt;br /&gt;Khatibs wearing long robes&lt;br /&gt;Historical clothes&lt;br /&gt;More puppets than puppet show&lt;br /&gt;Leaving us with no solution&lt;br /&gt;after their speech&lt;br /&gt;Dawah based on prestige&lt;br /&gt;Watch as they leach off&lt;br /&gt;the Muslim Community&lt;br /&gt;What ever happened to&lt;br /&gt;this Ummah’s unity&lt;br /&gt;NOTHING!&lt;br /&gt;Exactly&lt;br /&gt;They’re laughing!&lt;br /&gt;Because they are acting&lt;br /&gt;They cut the tongues&lt;br /&gt;Of those who speak the truth&lt;br /&gt;Fearing that the message&lt;br /&gt;Will be passed on to the youth&lt;br /&gt;You say its hard to believe&lt;br /&gt;Before you nod your head&lt;br /&gt;THINK!&lt;br /&gt;If our Scholars spoke the truth&lt;br /&gt;Why would our enemies&lt;br /&gt;Give them the platform to speak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The giant is in a slumber&lt;br /&gt;Islam is complete&lt;br /&gt;yet the Ummah looks up&lt;br /&gt;to democracy for its needs&lt;br /&gt;Defeated mentality&lt;br /&gt;Left us in a gutter&lt;br /&gt;The giant used to&lt;br /&gt;Take care of the world&lt;br /&gt;Now asks the kafirs to usher&lt;br /&gt;Remember the battle of Bader&lt;br /&gt;They doubted us from the start&lt;br /&gt;Muslims had Islam&lt;br /&gt;In their minds and their hearts&lt;br /&gt;They know they fear us&lt;br /&gt;Injecting poisons venom&lt;br /&gt;so they tear us a part&lt;br /&gt;This is just a reminder&lt;br /&gt;Take it straight to the heart&lt;br /&gt;Let us get back in the lead&lt;br /&gt;Shake the giant to wake&lt;br /&gt;Flourish and rejuvenate&lt;br /&gt;Implement only Islam&lt;br /&gt;to revive and renovate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The poison is injected&lt;br /&gt;The giant is asleep&lt;br /&gt;He’s chain into sections&lt;br /&gt;To keep him off his feet&lt;br /&gt;The mission is forgotten&lt;br /&gt;The bond is getting weak&lt;br /&gt;Wake up oh Muslim Ummah&lt;br /&gt;Before we face the heat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brothers killing brothers&lt;br /&gt;While the kafirs getting richer&lt;br /&gt;Muslim blood on my fingers&lt;br /&gt;Tell me what’s wrong with this picture&lt;br /&gt;These organizations&lt;br /&gt;Making no difference&lt;br /&gt;They’re making dollars no sense&lt;br /&gt;In their lack of assistance&lt;br /&gt;Muslims enlisted&lt;br /&gt;in the enemy’s cavalry&lt;br /&gt;Firing at our own people&lt;br /&gt;Muslims to Muslim fatality&lt;br /&gt;On the battle scene&lt;br /&gt;Surrounded by our own casualties&lt;br /&gt;Under siege&lt;br /&gt;By these corrupted regimes&lt;br /&gt;Blood to our knees&lt;br /&gt;While the great giant sleeps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Whose law are you following?&lt;br /&gt;Which side are you on?&lt;br /&gt;Our brothers shed blood&lt;br /&gt;For the cause of the kufar&lt;br /&gt;They show us “Three Kings”&lt;br /&gt;When we saw them stealing&lt;br /&gt;They play as heroes&lt;br /&gt;When we know they are zeros&lt;br /&gt;Playing with our minds&lt;br /&gt;Trying to use us as a pawn&lt;br /&gt;THIS IS OUR SITUATION&lt;br /&gt;NOT JUST A SAD SONG&lt;br /&gt;Let us rise the Ummah&lt;br /&gt;And follow the Sunnah&lt;br /&gt;to Bring Back Islam&lt;br /&gt;Implement the Quran&lt;br /&gt;Awake this sleeping giant&lt;br /&gt;That’s stronger than a lion&lt;br /&gt;to chain up the Shaitan&lt;br /&gt;Victory is promised&lt;br /&gt;So work for Islam&lt;br /&gt;and keep your Deen strong&lt;br /&gt;We’ve waited too long&lt;br /&gt;From here to Mecca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALL TOGETHER NOW!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let us rise The Ummah!&lt;br /&gt;Let us Rise The Ummah!&lt;br /&gt;Let us Rise The Ummah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The poison is injected&lt;br /&gt;The giant is asleep&lt;br /&gt;He’s chain into sections&lt;br /&gt;To keep him off his feet&lt;br /&gt;The mission is forgotten&lt;br /&gt;The bond is getting weak&lt;br /&gt;Wake up oh Muslim Ummah&lt;br /&gt;Before we face the heat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113622786976624873?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113622786976624873/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113622786976624873&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113622786976624873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113622786976624873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2006/01/muslim-for-life.html' title='MUSLIM For Life'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113588391525867905</id><published>2005-12-29T11:17:00.000-08:00</published><updated>2005-12-29T11:18:35.340-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rasulullah SAW dan Dunia Intelijen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Redaksi 23 Feb 2005 - 3:40 pm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah mengenalkan strategi intelijen sudah 14 abad lalu. Bedanya, kegiatan mata-mata ini tak seperti gaya BIN, atau CIA yang melakukan penculikan atau merekayasa demi kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah menonton film Enemy of the state ?.&lt;br /&gt;Film yang bercerita tentang kehebatan agen rahasia NSA (National Security Agency). Film yang bercerita seputar intrik-intrik spionase, serta kecanggihan peralatan penyadapan ini dimainkan Will smith (sebagai Robert Clayton). Dalam cerita, pengacara kulit hitam Clayton diburu secara membabi-buta oleh intel NSA karena telah menyimpan informasi penting tentang pembunuhan. Dengan alat-alat deteksi canggih, Clayton diburu selama 24 jam penuh oleh agen NSA. Tanpa disasari, sekujur tubuhnya sudah dipasangi alat penyadap canggih. Mulai pulpen, sepatu, jas, arloji dan kancing celana. Bahkan untuk kepentingan intelijen pula, aparat-aparat intel itu harus membunuh siapa saja yang ditemui jika dianggap perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelijen merupakan salah satu unsur dari manajemen yang telah digunakan oleh manusia sejak zaman prasejarah. Ilmu intelijen bahkan berkembang menjadi salah satu unsur manajemen perang sejak 400 tahun sebelum masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tugas pokok dari intelijen adalah kemampuan menggambarkan perkiraan keadaan yang akan terjadi secara tepat, sehingga selain mendapatkan informasi penting juga diharapkan mampu memenangkan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, fungsi intelijen juga memperkecil resiko yang timbul baik terhadap manusia (pasukan) maupun peralatan (logistik). Kira-kira secara sederhana mencakup empat hal penting, yakni terhadap pasukan sendiri (intern), terhadap pasukan lawan, terhadap medan atau lokasi di lapangan dan terhadap cuaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, kegiatan mata-mata seperti ini telah melahirkan teknologi dan peralatan informasi yang begitu canggih. Dalam Perang Dunia (PD) II, misalnya, bahkan pernah dikenal tehnik Radio Direct Finding (RDF), teknik yang dipakai untuk melacak sinyal pemancar-pemancar "clandestine". Dinas rahasia Jerman dan Swiss pernah juga pernah menggunakan perangkat teknologi RDF, memaksa pemancar-pemancar lain untuk menghilang dari udara dengan jalan memancarkan sinyal super kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taktik yang dipakai armada Jerman adalah menyebarkan kapal-kapal selam kecil yang dikenal dengan u-boat ratusan mil menyeberangi samudra untuk mencari konvoi kapal perang musuh. Bila sebuah konvoi berhasil dideteksi u-boat, maka pesawat radio u-boat mengabarkannya dan tentu saja juga kepada u-boat lain yang berdekatan. Intelejen Naval sekutu mampu melakukan RDF terhadap pancaran dari u-boat yang memberi probabilita 50% bahwa u-boat tersebut berada dalam radius diameter 100 mil laut. Perangkat RDF yang dipasang pada kapal-kapal konvoi memastikan lebih baik hasil-hasil DF bahkan intelejen Naval dapat menginformasikan saat-saat u-boat tersebut muncul ke permukaan laut dan di sana sebuah pesawat tempur yang dilengkapi radar telah siap menantika kehadiran ‘sang musuh’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari pekerjaan intelijen adalah memenangkan informasi. Dalam doktrin militer, informasi merupakan bagian integral dari komando dan kendali yang merupakan kunci setiap operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, konsep intelijen hanya sebatas tentang penginderaan di batas-batas wilayah, kegiatan lalulintas manusia, kapal laut dan udara, sistem deteksi dan peringatan dini atau radar surveilance untuk di darat, laut dan udara. Termasuk remote sensing dan sistem navigasi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era 90-an, dengan kemajuan teknologi komputer melahirkan konsep Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer dan Intelijen (K4I). Tetapi, belakangan ini, konsep baru yang diterapkan adalah; Komando, Kendali, Komunikasi, Komputer, Intelijen, dan Manajemen Pertempuran (command, control, communications, computers, intelligence and battle management) atau sering disebut(K4I/MP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukan, teknologi baru dalam penerapan teknik berperang juga menggunakan prinsip manajemen. Yakni manajemen pertempuran. Karenanya, di era modern, infrastructure telecommunication and computer network begitu amat berharga. Semenjak perkembangan teknologi informasi menjadi sangat pesat, maka barang siapa menguasai informasi, menguasai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang mendorong negara adi daya untuk berlomba-lomba memasuki medan peperangan yang baru yaitu perang informasi terutama dengan memanfaatkan media masa dan jaringan informasi global. Karena itulah, wajar bila mantan presiden AS, Ronald Reagan pernah mengeluarkan gagasan ‘Perang Bintang’. Kemajuan teknologi informasi menyebabkan terjadinya pergeseran konsep memenangkan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah heran bila kemudian Amerika Serikat (AS) tiba-tiba memiliki data foto satelit tiga dimensi tentang kondisi Propinsi Aceh Darussalam(NAD). Foto satelit, adalah diantara teknologi informasi modern yang dipakai dalam dunia intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTELLIGENCE TAPI TAK PINTAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelijen adalah ilmu penting yang dibutuhkan masyarakat semenjak dahulu. Sebagai kebutuhan masyarakat atau atas nama negara, pelaku intelijen tak hanya diharapkan mampu berbahasa Inggris, Mandarin, Jepang, Tagalog, Thai, dan Vietnam sebagai layaknya materi wajib yang diajarkan di Institut Intelijen Negara. Atau sekedar teknik-teknik pengintaian, fotografi rahasia, keamanan teknologi informatika, penggunaan senjata-senjata kecil dalam ‘Sarana Latihan Khusus’ seperti yang dikelola BIN, yang ada di Pejaten dan Cipayung Jakarta atau International School of Intelligence yang ada di Batam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelijen yang sejati –tak sekedar teknik-teknik dan berbagai keahlian- tetapi berangkat dari akhlaq yang baik. Intelijen sebenarnya diambil dari kata intelligence yang berarti kecerdasan. Tapi dalam prakteknya mereka benar-benar tak mencerminkan pengertian itu. Intelijen mengalami cidera dan stigma yang benar-benar negatif karena fungsinya tidak benar-benar diterapkan sesuai namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lazim, jika dalam perkembangannya, intelijen diterapkan dan dikembangkan melalui tipu muslihat dan strategi politik. Cara-cara seperti; penggalangan, rekrutmen, pembinaan, penugasan dan pembinasaan terus diterapkan layaknya sebuah mesin kekejaman para penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara seperti itu pernah dipakai BAKIN untuk merekayasa terhadap kader-kader Masyumi dengan merekayasa adanya kebangkitan “Neo NII”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebijakan politik kooptasi, konspirasi dan kolaborasi rekayasa intelejen -galang, rekrut, bina, tugaskan dan binasakan- diterapkan pada gerakan NII sejak tahun 70-an bahkan berlanjut hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui cara kooptasi, Ali Murtopo kemudian merekrut Danu Moh. Hasan (mantan panglima divisi gerakan DI-TII). Danu kemudian dikaryakan di lembaga formal Bakin di Jalan Raden Saleh 24 Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para infiltran dan kader intelejen militer juga menyusup ke dalam gerakan ummat Islam Indonesia yang berlangsung sejak Orde Baru di bawah Soeharto. Melalui Ali Moertopo, intelijen melakukan gerakan pembusukan dalam tubuh gerakan-gerakan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka muncullah kasus “Komando Jihad” (Komji) di Jawa Timur pada tahun 1977. Tahun 1981 BAKIN juga sukses menyusupkan salah satu anggota kehormatan intelnya (berbasis Yon Armed) bernama Najamuddin, ke dalam gerakan Jama'ah Imran yang kemudian lahir kasus “Imran”. Juga kasus-kasus rekayasa kejam intel seperti kasus “Woyla”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep pertahanan keamanan (nasional maupun internasional), tugas badan intelijen secara umum adalah memberikan dukungan penuh kepada negara atau pemerintah untuk mengumpulkan informasi mengenai strategi musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga ini kemudian bertugas memberikan laporan mengenai keamanan nasional dan internasional, masalah sosial, politik, ekonomi, dan militer domestik maupun pihak asing. Baik dengan menggunakan berbagai teknik atau strategi informasi yang canggih dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, pekerjaan-pekerjaan intelijen sering paralel dengan nafsu penguasa hanya sekedar mempertahankan kekuasaannya. Karenanya, yang berkembang kemudian justru para petugas intelijen sibuk mengawasi musuh politik penguasa bahkan sibuk memata-matai rakyatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski mereka dibayar negara dari hasil pajak yang dikumpulkan dari rakyat. Untuk kekuasaan dan politik, mereka bisa menciduk, bahkan harus rela mengilangkan nyawa orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Nazi Jerman, pencidukan dilakukan oleh Gestapo tidak tedeng aling-aling. Pintu digedor, manusianya diangkut ke tempat tahanan diinterograsi, digebuk, disetrom dan dipaksa mengaku meski tidak pernah melakukan. Di zaman Stalin, NKVD/KGB melakukan teror pada malam hari. Jika malam hari pintu rumah diketok orang, dan jika sang tamu sudah memperlihatkan kartu merah (tanda pengenal KBG) tanpa debat, orang tersebut diapit aparat menuju mobil hitam dan membawanya ke tempat tahanan. Biasanya, mereka yang dibawa KGB dan tidak akan pernah pulang kembali. Di Chili, perempuan yang diciduk tidak hanya disiksa tapi malah dalam keadaan tangan-tangan dan kaki-kaki diikat dibiarkan disetubuhi oleh anjing herder yang khusus terlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamp eksukusi Siberia, agen intelijen bisa menjadikan orang dan tahanan didomisilikan di rumah sakit gila, untuk dijadikan orang gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus “Jama’ah Islamiyah” (JI) yang mampu menyeret nama Ustad Abubakar Ba’asyir menggoreskan nama penting anggota BAKIN -Abdul Haris, Lc- yang menyusup ke dalam anggota Mejelis Mujahidin Indonesia (MMI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum jelas bersalah apa tidak, cara kerja intelijen telah menyudutkan dan merugikan banyak kelompok orang dan berbagai organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara-cara memperlakukan 'tersangka' tak pernah dipikirkan akibatnya. Apakah kelak nasib anak dan keluarganya atau sahabat-sahabatnya. Bahkan terkadang, hanya karena kenal dekat, orang bisa diciduk, dipenjarakan beberapa minggu, kalau perlu digebuki. Jika kemudian tak terbukti, terangksa dikembalikan dengan alasan, "tersangka hanya dikenakan beberapa pertanyaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi tak pernah menjelaskan pada pers mereka tak bersalah. Sedangkan, anak dan keluarganya di rumah telah 'dihukum' masyarakat dengan cap buruk 'teroris' sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intel-intel masa kini, tak pernah banyak mengerti agama. Memburu orang-orang yang dianggap merugikan banyak orang akibat tindakan 'terorisme' adalah perbuatan baik. Tetapi melukai perasaan orang dan keluarganya karena salah sasaran 'terorisme' justru dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa, adu domba, dan pembusukan, adalah kenangan buruk -khususnya terhadap umat Islam- terhadap cara kerja intelijen masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan umumnya, dunia intelejen di zaman modern, dianggap sangat kejam, sadis, dan tak bermoral. Lebih kejam dari pelaku teror itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat kasus Abu Jihad, seseorang yang telah mengabdikan diri kepada kepentingan intelejen Indonesia (BIN dan BAIS) justru bernasib tragis. Ia dieliminasi akhir Februari tahun 2003 di Ambon melalui sebuah eksekusi –yang kabarnya- oleh sebuah operasi intelejen, oleh lembaga yang telah merekrutnya. Kejam bukan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTELJEN YANG BERAKHLAQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah mengenal fungsi intelijen 1400 tahun, setelah Muhammad menjadi Rasul. Meski secara teknologi kalah dibanding zaman modern, dasar-dasar intelijen yang telah dikenalkan oleh Rasulullah Muhammad SAW jauh lebih berakhlaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Jumadil Akhir 1424, seorang sahabat bernama Abdullah bin Jahsy Asady, beserta dua belas sahabat dari kalangan muhajirin diperintahkan Rasulullah berangkat untuk menjalankan sebuah operasi intelejen rahasia. Ikut dalam rombongan itu Sa'ad bin Abi Waqqash dan 'Utbah bin Ghazwan. Rasulullah SAW memberinya sebuah surat yang boleh dibaca jika perjalanan mereka sudah mencapai dua hari. Setelah dua hari dalam perjalanan, sang komandan, Abdullah bin Jahsy kemudian membuka isi surat tersebut. Isinya, tak lain adalah sebuah perintah untuk memata-matai musuh: "Berangkatlah menuju Nikhlah, antara Mekkah dan Tha'if. Intailah keadaan orang orang Quraisy di sana dan laporkan kepada kami keadaan mereka." Selepas membaca surat itu, Abdullah bin Jahsy dan para rombongan kemudian berujar, "Kutaati perintah ini!". Kemudian diceritakanlah isi surat Rasulullah tersebut kepada para sahabatnya yang lain seraya berkata, "Rasul Allah telah melarang aku memaksa seorang pun dari kalian. Siapa yang ingin mati sebagai pahlawan syahid, marilah berjalan terus bersama aku, dan siapa yang tidak menyukai hal tersebut hendaklah dia pulang...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad adalah panglima perang sejati. Saat melalukan pembebasan negeri Mekah dari suku Quraisy, Nabi Muhammad –ketika itu berencana— akan mengerahkan 10.000 pasukan tentara Muslim. Untuk mempertahankan ‘serangan mendadak’ ini, Rasulullah kemudian melepaskan petugas intelijennya menuju Mekah yang ditugaskan mengacaukan informasi pada musuh agar mereka tidak mengerti bila pasukan Islam yang berencana melakukan serangan mendadak itu jumlahnya banyak. Untuk kepentingan intelijen dan kerahasiaan militer, Nabi Muhammad bahkan menyimpan rapat-rapat informasi jumlah pasukan ini bahkan kepada istri tercinta Siti Aisyah atau pada sahabat kepercayaannya sendiri, Abu Bakar Ash Shidiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, dalam penyerangan mendadak itu kaum kafir Quraisy benar-benar kelabakan dan kedodoran. Mereka tak menyangka di pagi hari buta itu, telah datang puluhan ribu orang dari pasukan Islam di kota Mekah. Tanpa persiapan, mereka kemudian menyerah. Muhammad paham, orang Quraisy tak akan melakukan perlawanan. Sebab, ditangannya, Rasulullah telah menguasai informasi kekuatan musuh, situasi yang bakal terjadi, hingga informasi logistik, menyangkut keadaan jalan-jalan yang akan dilalui pasukan Islam dan kondisi mata air. Detil, rapi dan rahasia. Itulah strategi Muhammad dalam menjalankan perang dan intelijen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, Nabi Muhammad tak pernah mengajarkan kerja-kerja intelijen yang keluar dalam akhlaq Islam sebagaimana halnya gaya intelejen modern sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tak pernah memerintahkan pasukan pengintainya untuk melakukan fitnah terhadap musuh, menculik atau menghilangkan nyawa orang tanpa alasan syar’I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh berbeda dengan intelijen Indonesia atau CIA seperti ratusan kasus-kasus rekayasa jahatnya terhadap umat Islam selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI RAHASIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga pernah melakukan operasi intelijen dan misi rahasia ke pasukan musuh. Seorang sahabat Abdullah bin Unis dikirim Rasulullah menyusup masuk ke dalam pusat kekuatan musuh. Sasaran utama misi itu adalah Bani Lihyaan dari Kabilah Huzail yang dipimpin oleh panglima mereka, Khalid bin Sofyan El Hazaly. Misi ini dilakukan karena umat Islam mendapatkan kabar bahwa Khalid bin Sofyan El Hazaly tengah berupaya mengadakan pemusatan kekuatan pasukan gabungan kaum kafir yang cukup besar di daerah Uranah untuk menyerang Islam. Karena itu, Rasulullah mengirim Abdullah bin Unis untuk melakukan misi pengintaian sekaligus penyelidikan untuk membenarkan kabar berita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah kemudian berangkat dan melakukan menyamaran. Tak terduga, di tengah jalan, Abdullah bertemu Khalid yang ditemani beberapa wanita dan pasukannya. Khalid kemudian menyapa Abdullah, “Hai laki-laki, siapa gerangan Engkau ?”. Jawab Abdullah, “Saya adalah laki-laki Arab juga. Saya mendengar bahwa engkau telah memusatkan kekuatan pasukan untuk menyerang Muhammad. Apakah benar demikian ?”, tanya Abdullah. Dan tanpa curiga, Khalid membenarkan rencananya itu. Abdullah meminta diperbolehkan bergabung dan meminta dizinkan menemani Khalid. Tanpa curiga, Khalid mengizinkannya. Suatu kali, Abdullah mendapatkan Khalid sendirian dan terpisah dari pasukan utamanya. Abdullah tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, secepat kilat, Abdullah kemudian menyergap Khalid dan membunuh pemimpin kaum kafir itu dengan pedangnya. Peristiwa itu membuat kaum kafir gempar. Pasukan musyrikin geger dan urung menyerang umat Islam karena diketahui pemimpinnya telah tiada. Abdullah kemudian pulang ke Madinah setelah melakukan misi rahasianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROPAGANDA DAN TIPUAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam misi intelijen Rasulullah juga pernah melakukan propaganda untuk memperlemah kekuatan musuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kisah, pernah suatu ketika kekuatan musuh gabungan porak-poranda dan bercerai-berai akibat tidak adanya kekompakan diantara mereka akibat propaganda yang dilancarkan Nu’aim bin Mas’ud Al-Ghathafany, mantan musuh yang kemudian bergabung ke pasukan Islam. Nu’aim melakukan psyco war (perang urat syarat) dan propaganda yang membuat kekuatan musuh goyah dan bercerai-berai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga pernah melakukan tipuan yang kratif untuk mengecoh lawan dalam peperangan. Suatu kali, ketika Rasulullah berencana akan berperang dengan kaum Quraisy. Di sebuah tempat, di Marru Dzahraan, tempat Rasulullah dan pasukannya bermarkas, beliau memerintahkan seluruh pasukannya menyalakan obor. Nyala obor 10.000 orang pasukan Islam itu kemudian bercahaya ke seluruh penjuru kota hingga kaum Quraisy melihatnya dari kejauhan. Melihat cahaya api pasukan Islam, Abu Sofyan berkata, “Belum pernah saya melihat malam seperti terbakar ini dan belum pernah pula saya melihat ada pasukan seperti ini!” Cerita itu kemudian cepat tersebar dari mulut ke mulut hingga sampai ke para pemimpin kaum Quraisy dan pasukan kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat taktik itu, Rasulullah berhasil mengecoh lawan dengan mengesankan pasukan muslimin luar biasa banyaknya hingga membuat nyali pasukan musuh menjadi ciut. Sebagaian kauh kafir bahkan berlarian memeluk Islam agar aman, sebagian lainnya tetap melawan meski sudah tak lagi memiliki keberanian akibat sudah kalah secara psikologis. Dan Rasulullah akhirnya mampu menguasai Mekah tanpa ada perlawanan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi tak pernah melibatkan orang-orang yang tidak bersalah untuk dilibatkan dalam perang. Apalagi orang tua, wanita atau anak-anak. Ini berbeda dengan gaya kerja intel kita yang meniru intel CIA atau BIN yang bisa menjerat keluarga atau istri korban dengan UU Anti-Terorisme. Bahkan karena bernafsu memburu korban, intel-intel kita bisa melibatkan apa saja yang pernah dekat dengan si korban. Termasuk melibatkan teman dekat, kenalan hanya karena nama-nama kerabatnya ada di nomor HP “si korban”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf intelijen Rasulullah umumnya adalah perwira-perwira yang amanah dan berakhlaq tinggi. Mereka adalah orang yang memiliki integritas tinggi, kuat dalam ibadah, amanah memegang kejujuran, taat kepada perintah Rasul dan tidak keluar dari Al-Qur’an dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intel gaya Rasulullah jauh antara langit dan bumi dibanding intel gaya CIA bahkan BIN sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abdullah bin Jahsy mendapat perintah pengintaian langsung dari Rasulullah di kota Nikhlah, dekat Mekah dan Tha'if, komandan intel ini bahkan tak melakukan pemaksaan kepada anggota intel yang lain. "Rasul Allah telah melarang aku memaksa seorang pun dari kalian. Siapa yang ingin mati sebagai pahlawan syahid, marilah berjalan terus bersama aku, dan siapa yang tidak menyukai hal tersebut hendaklah dia pulang...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santun itulah akhlaq sfat intel Rasulullah. Dan akhlaq dalam strategi perang dan intelijen Rasulullah itu sudah diajarkan hampir 14 abad lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan intel-intel kita meski kejadiannya sudah dikatakan abad modern. Intel-intel modern justru berusaha memojokkan orang, kelompok atau organisasi tertentu. Intel Rasulullah juga tidak akan melakukan rekayasa-rekayasa licik yang merugikan masa depan orang lain atau kelompok tertentu. Kecuali melalukan strategi dan taktik di medan perang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, intel kita bisa memata-matai rakyatnya sendiri dan melalukan rekayasa-rekayasa tak terpuji -bahkan perintahnya justru dari negara lain- seperti negara semacam Amerika Serikat (AS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah dan Intelijen yang Berakhlaq.&lt;br /&gt;Abu Ziad.&lt;br /&gt;Sumber: Hidayatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113588391525867905?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113588391525867905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113588391525867905&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113588391525867905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113588391525867905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/rasulullah-saw-dan-dunia-intelijen.html' title=''/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113569847616111432</id><published>2005-12-27T07:46:00.000-08:00</published><updated>2005-12-27T07:47:56.290-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:+1;"&gt;KEMAJUAN DAN STABILITAS KAUM MUSLIMIN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:+1;"&gt;Ada pada Islam, Bukan pada Demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;Oleh: Hasan. A. Hasan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagian orang bertanya: bukankah demokrasi yang telah menjamin kemajuan dan kestabilan di Barat? Bukankah kemajuan dan stabilitas yang selama ini menjadi tujuan yang diupayakan untuk direalisasikan oleh umat manusia? Bukankah termasuk tindakan bodoh jika kita membiarkan masyarakat tetap terjatuh dalam kemunduran dan pertentangan, muncul di tengah-tengah mereka para penguasa yang merusak dan para mufti munafik, sementara semua itu dapat kita bersihkan melalui demokrasi?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Memang, Barat telah berhasil meraih kemajuan yang nyata dalam bidang politik dan ekonomi. Barat telah berhasil menyusun asas-asas yang melahirkan kestabilan secara umum dalam dua medan tersebut. Barat juga telah berhasil melampaui kaum Muslim dari segi materi. Akan tetapi, sangat rancu jika kita mengaitkan kebangkitan yang dialami Barat dengan terealisasinya demokrasi di tengah-tengah mereka. Lebih rancu lagi jika kita mengaitkan realita tragis yang menimpa kaum Muslim saat ini dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sesungguhnya jika kita mencermati perjalanan sejarah demokrasi Barat, akan tampak bahwa demokrasi justru bertentangan dengan klaim-klaim mereka di atas. Sejarah mencatat, bagaimana Eropa yang menganut demokrasi justru tenggelam dalam berbagai konflik berdarah. Perang Dunia I dan II yang merupakan akibat langsung dari demokrasi merupakan perang yang paling buruk/keji dibandingkan dengan berbagai peperangan yang pernah terjadi dalam lintasan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan mencermati berbagai kondisi Barat secara umum, akan tampak jelas bahwa pilihan atas demokrasi bukanlah pilihan yang paling selamat dan paling dapat menjamin keamanan dan stabilitas. Cukuplah kita mengingat kembali bahwa sistem demokrasilah yang telah mengantarkan Hitler, Musolini, dan Bush ke kursi kekuasaan. Kita tahu, program-program mereka justru berpijak di atas ide yang mendorong terjadinya konflik, penindasan pihak lain, dan perang; yang semua itu ditujukan demi merealisasikan berbagai ambisi mereka yang penuh dengan kepentingan, ego, dan bersifat rasis.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di samping itu, negara-negara Barat demokratis secara umum pernah dan akan terus melakukan penjajahan/imperialisme dalam berbagai bentuknya untuk menundukkan bangsa-bangsa terjajah, sebagaimana yang terjadi di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semua itu sejatinya memunculkan tanda tanya di seputar makna demokrasi yang dianggap layak diterapkan di seluruh dunia, yaitu melalui perundang-undangan yang ditetapkan. Padahal undang-undang yang dihasilkan dalam sistem demokrasi sering hanya menjadi alat bagi pihak yang kuat untuk mengontrol pihak yang lemah. Undang-undang tersebut kemudian diperindah dengan nilai-nilai tertentu yang diklaim sebagai nilai-nilai humanisme melalui berbagai propaganda media.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Barat, dengan segala kekuatannya, tampak memaksakan kontrol dan arahannya terhadap pihak lain. Tidak lain semua itu demi mengeksploitasi dan memperbudak mereka, bukan untuk membebaskan mereka. Inilah yang dapat kita saksikan sepanjang perjalanan sejarah Barat yang demokratis hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Realitas buruk di Dunia Islam sepanjang penguasaan Barat yang demokratis merupakan contoh yang jelas. Contohnya adalah tragedi yang menimpa penduduk Palestina yang sangat mencolok mata. Tragedi itu telah dirancang oleh Inggris sebagai salah satu negara pengusung demokrasi terpenting dan terdepan di dunia saat ini. Negeri-negeri Islam dipecah-belah oleh Prancis dan Inggris melalui tipudaya mereka. Mereka lalu melakukan kontrol (penguasaan) terhadap kekayaan umat Islam dan kemudian merampasnya. Mereka kemudian mengangkat para agen mereka dengan berbagai cara-hatta dengan cara-cara yang sangat tidak demokratis sekalipun-untuk menjadi penguasa di berbagai negeri kaum Muslim. Para penguasa agen Barat itulah yang selama ini dijadikan alat untuk memelihara dan menjamin kepentingan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Barat menopang para penguasa agen itu baik secara moril, materi, dan politik. Hal itu dimaksudkan untuk melumpuhkan umat Islam sekaligus mendorong mereka agar menjauhkan diri dan menarik diri dari upaya melangsungkan gerakan kebangkitan dan kemajuan. Inilah secuil contoh yang tidak lain merupakan bagian dari apa yang dihasilkan oleh demokrasi Barat di dunia secara keseluruhan, khususnya di Dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Contoh lain adalah Afrika yang hingga saat ini seakan terus hidup seperti pada abad-abad permulaan, setelah sekitar dua abad penjajahan dan perbudakan. Padahal kita mendapati sebaliknya pada masa-masa Afrika di bawah kekuasaan Islam, yaitu ketika kekuasaan Islam memasuki Andalusia (Spanyol). Pada masa Islamlah Afrika dapat ditransformasi menjadi wilayah yang maju.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demokrasi telah begitu mensucikan manusia dan kehendaknya sendiri. Demokrasi telah menjadikan manusia sebagai pihak yang berkuasa menetapkan hukum sesuai dengan hawa nafsunya. Semua itu hanya akan mengokohkan individualisme dan egoisme manusia. Akibatnya, manusia akan memandang dan mengurus dunia hanya dari sudut kepentingan dan kemaslahatannya saja, yang sering sangat materialistik seraya mengabaikan nilai-nilai spiritual, moral, kemanusiaan. Sebab, bagi mereka, kebahagiaan material itulah yang dianggap merupakan kebahagiaan satu-satunya yang dibenarkan secara rasional. Fakta semacam ini tidak akan berubah selama mereka berpijak pada demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bertolak dari semua yang telah disebutkan, di Barat yang demokratis pada umumnya telah terjadi kehancuran keluarga dan kemerosotan moral. Kehidupan individualis dan egois telah mendominasi mereka. Penduduk negara-negara itu berkumpul dan berpisah berdasarkan asas manfaat. Hal itu telah menghapus aspek kemanusiaan manusia sekaligus menurunkan derajat manusia pada derajat hewani yang hanya memandang kepuasan material saja dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demokrasi pada faktanya menegasikan bahkan menihilkan agama. Agama dan nilai-nilai spiritual ditanggalkan agar tidak berpengaruh dalam kehidupan manusia. Pada akhirnya, hanya manusialah-bukan Tuhan (baca: agama)-yang memiliki pilihan secara mutlak untuk menentukan metode hidupnya. Dalam hal ini, manusia harus dibebaskan sebebas-bebasnya tanpa campur tangan Tuhan (agama).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari sini kita melihat bahwa filsafat dan berbagai kajian mengenai sistem pemerintahan dengan berbagai bentuknya, serta berbagai kodifikasi undang-undang dengan berbagai temuannya yang dihasilkan Barat bukanlah termasuk keperluan-keperluan yang mendasar dari demokrasi; bukan pula merupakan pokok-pokok demokrasi; bahkan bukan pula termasuk bagian dari demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam sistem demokrasi Barat saat ini pemerintahan tegak dengan adanya pemisahan kekuasaan menjadi tiga (legislatif, eksekutif, yudikatif). Pada faktanya, kekuasaan itu terus diwarisi oleh kelompok-kelompok yang kuat. Bahkan pada dasarnya, adanya para penguasa itu berlawanan dengan kebebasan manusia, karena kekuasaan itu menghasilkan batasan dan sistem aturan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pihak yang kuatlah yang mengeluarkan ketetapan dan mengharuskan semua pihak untuk menerapkan undang-undang tersebut secara internasional. Bahkan pihak kuat itu melakukan intervensi dalam segala urusan baik besar maupun kecil dalam berbagai urusan umat manusia. Intervensi itu menghilangkan urusan dalam negeri berbagai negara. Pihak kuat itu memaksakan sistem yang bercorak internasional. Sistem itu diatur oleh undang-undang yang bersifat nisbi, yang bersandar pada pemikiran pihak kuat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kesejahteraan dan kestabilan ekonomi dan politik yang dinikmati Barat secara umum kembali pada faktor-faktor lain di luar demokrasi. Faktor yang paling utama adalah menyatunya bangsa-bangsa Barat dalam sistem pemerintahan dan berlimpahnya kekayaan hasil eksploitasi terhadap bangsa lain dan hegemoni terhadap sumberdaya bangsa lain itu. Faktor lain adalah kekuatan militer mereka yang hebat, hegemoni politik dan ekonomi, serta monopoli atas 80% kekayaan bangsa-bangsa di dunia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun berkaitan dengan umat Islam, umat Islam telah hidup selama tiga belas abad. Selama itu, umat Islam telah mengemban risalah Islam dengan kemurahan hati yang tulus untuk mengeluarkan manusia dari penyembahan materi ke penyembahan kepada Allah. Selama itu, Islam pun telah mampu membangun peradaban yang terang-benderang di Andalusia (Spanyol), Asia Tengah, daerah yang terbentang di antara Spanyol dan Asia Tengah; dari Tanja ke Jakarta melalui Kairo, Damaskus, dan Bagdad. Pada masa itu, daerah-daerah itu secara umum dihiasi dengan kestabilan, persatuan, disegani semua pihak, mulia, dan diliputi oleh kebanggaan atas apa yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kondisi umat Islam dikontrol oleh satu kebenaran, yaitu bahwa solusi berbagai masalah umat tidak lain dengan terus berpegang teguh pada Islam, dan bahwa meluruskan kondisi umat yang bengkok hanyalah dengan metode Islam. Sebab, penentu spesifik kemajuan umat dari kemundurannya selalu terkait dengan sejauh mana keterikatan mereka dengan agamanya. Umat Islam terus berjalan demikian hingga masa runtuhnya Daulah Khilafah Islam tahun 1924 dan lenyapnya sistem pemerintahan Islam secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sejak itu, praktis umat Islam pun dikuasai oleh keterbelakangan, kekerdilan, kelemahan, dan kejumudan. Jadilah kaum Muslim terombang-ambing di antara ideologi Sosialisme-komunisme-ateis dan Kapitalisme-liberalisme-sekular yang menjerumuskan mereka ke dalam ketertinggalan demi ketertinggalan. Di antara keduanya, umat Islam jatuh dalam perangkap teritorial yang sempit, patriotisme yang buruk, dan nasionalisme yang menjijikkan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena itu, jelaslah bahwa kebangkitan, kemajuan, pencerahan dalam kehidupan umat adalah diperoleh pada masa baiknya penerapan Islam di tengah-tengah mereka. Sebaliknya, masalah hakiki yang menghadang umat dan menjadikannya tertinggal adalah akibat mereka meremehkan penerapan hukum-hukum syariat secara sempurna. Umat, misalnya, meremehkan haknya dalam memilih penguasa, dengan mengubahnya menjadi seperti kerajaan yang kekuasaannya diwarisi secara turun-temurun, tidak sungguh-sungguh melakukan kontrol dan kritik terhadap penbguasa, dan semisalnya. Inilah di antara yang menjadi sebab berbagai kegagalan umat Islam pada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Realitas Islam sebagai sumber kebangkitan dan kemajuan umat Islam pada masa lalu ini jelas berlawanan dengan Kristen di Eropa. Eksistensi gereja dalam kekuasaan justru menjadi sebab kesengsaraan bangsa-bangsa Eropa pada masa lalu. Sebab, gereja pada faktanya menjadi sarana yang dimanfaatkan oleh penguasa dan pemilik otoritas keagamaan demi hegemoni mereka untuk menumpuk kekayaan dan memperbudak pihak lain. Yang benar untuk dikatakan adalah, bahwa para gerejawan yang zalim di Eropa pada masa yang disebut dengan Abad Pertengahan dan Abad Kegelapan itu adalah mirip dan serupa dengan kondisi para penguasa Arab dan kaum Muslim saat ini. Saat ini, kita melihat, para penguasa Arab dan kaum Muslim sangat siap untuk mengorbankan umat dan kemaslahatan mereka demi keinginan mereka dan demi melanggengkan urusan kekuasaan agar tetap menjadi milik mereka. Mereka akan melakukan itu meski harus di atas mayat-mayat manusia yang menuntut para penguasa agar memberikan hak-hak legal mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena itu, sesungguhnya kembali pada Islam tidak memerlukan seruan-seruan demokrasi. Umat tidak pernah merasa perlu terhadap seruan-seruan demokrasi dan pemikiran yang lain selama mereka menerapkan Islam secara total dan sempurna. Bahkan, pada masa lalu, ketika Islam diterapkan secara total dan sempurna, umat-umat lain justru meminta tolong kepada kaum Muslim dan pada peradaban Islam. Sungguh, umat Islam telah dimuliakan oleh Allah dengan Islam&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113569847616111432?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113569847616111432/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113569847616111432&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113569847616111432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113569847616111432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/kemajuan-dan-stabilitas-kaum-muslimin.html' title=''/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113553533417664726</id><published>2005-12-25T10:22:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T10:28:54.236-08:00</updated><title type='text'>Menjaga Keluarga</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;hayatulislam.net - “&lt;i&gt;Suruhlah anak-anakmu mentaati perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan, maka itu adalah penjagaan diri mereka dan dirimu dari api neraka.&lt;/i&gt;” [&lt;b&gt;HR. Ibnu Jarir&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Ibnu Mundzir&lt;/b&gt; dari Ibnu Abbas r.a.].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak, sebagai amanah dari Allah SWT. tentu tak boleh disia-siakan kehadirannya. Sejak kecil mereka wajib diberikan pendidikan yang layak. Malah Rasulullah sebagai teladan kita sepanjang masa memberikan contoh bagaimana kita mulai memperhatian mereka dengan memberikan nama yang baik. Sabda Rasul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Baguskanlah namamu, karena dengan nama itu kamu akan dipanggil pada hari kiamat nanti.&lt;/i&gt;” [&lt;b&gt;HR. Abu Dawud&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Ibnu Hiban&lt;/b&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja dalam pandangan Islam nama sangat penting artinya. Memberikan nama yang baik, tentu saja secara tidak langsung kita menginginkan anak-anak kita menjadi anak yang baik sesuai dengan nama yang diberikan. Atau paling tidak, kita akan terdorong untuk menjadikan anak-anak kita berperilaku benar dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah selanjutnya, tentu sebagai upaya kita menjaga keluarga, yang dimulai dari membina anak-anak kita adalah memberikan pendidikan yang benar dan baik. Bagaimana pun pendidikan adalah tanggungjawab orangtua terhadap anak-anaknya. Keluargalah sebagai wadah perdana anak mengenal baik dan buruk suatu perbuatan. Sabda Rasul:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Setiap kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawabannya atas apa yang telah dipercayakan kepadanya. Dan seorang ayah bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya. Dan seorang ibu bertanggung jawab atas harta dan anak suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban atasnya.&lt;/i&gt;” [&lt;b&gt;HR. Bukhari&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Muslim&lt;/b&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja setiap orangtua tidak menginginkan anak-anaknya jadi berandalan dan sulit diatur. Maka sebagai konsekuensinya, kita harus memberikan pendidikan sejak usia dini kepada mereka. Dalam sebuah pepatah, “&lt;i&gt;Belajar di waktu kecil, ibarat melukis di atas batu. Sementara belajar di waktu besar (dewasa) seperti melukis dalam lautan.&lt;/i&gt;” Tentu pepatah ini bukan asal bunyi. Karena pada faktanya, kita sering kerepotan mengurus dan membina anak-anak ketika mereka sudah dewasa dan mengenal berbagai perilaku, sementara saat mereka kecil kita tidak pernah memberikan pendidikan yang benar dan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Al-hasil&lt;/i&gt;, anak menjadi sulit untuk diubah. Seharusnya, sejak kecil anak sudah dibiasakan mengenal Allah melalui ciptaan-Nya, menanamkan kecintaan pada Rasul dan tokoh Islam, mengenalkan dan membiasakan membaca al-Qur’an, menciptakan kegiatan-kegiatan islami, menciptakan suasana yang islami di dalam keluarga, kemudian bagi anak yang wanita mereka dibiasakan untuk mengenakan busana muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggungjawab kita dalam menjaga keluarga, khususnya bagaimana membina anak-anak begitu ditekankan oleh Allah SWT. Firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah (iman, ilmu dan amal), yang mereka khawatirkan terhadap kesejahteraan mereka, oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.&lt;/i&gt;” (&lt;b&gt;Qs. an-Nisa’ [4]: 9&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, bila sejak kecil anak dididik dengan benar dan baik, &lt;i&gt;InsyaAllah&lt;/i&gt; anak-anak kita ketika menginjak remaja sudah bisa menjaga diri mereka sendiri. Tidak akan mudah terpengaruh oleh ajakan teman-temannya untuk tawuran, menolak ajakan menjadi pengguna narkotika, menghindari seks bebas dan perbuatan maksiat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua tentu saja, kita sangat bahagia menyaksikan anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Yang pada gilirannya nanti bakal menjadi penghalang kita dari siksa api neraka. Dalam sebuah hadits &lt;i&gt;masyhur&lt;/i&gt; riwayat &lt;b&gt;Imam Muslim&lt;/b&gt;, Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya, kecuali tiga hal: shodaqoh jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya.&lt;/i&gt;”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113553533417664726?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113553533417664726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113553533417664726&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113553533417664726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113553533417664726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/menjaga-keluarga.html' title='Menjaga Keluarga'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113553483081819780</id><published>2005-12-25T10:19:00.000-08:00</published><updated>2005-12-25T10:20:30.883-08:00</updated><title type='text'>Membangun Keluarga Ideologis</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;hayatulislam.net - Musuh-musuh Islam memang tidak menghendaki kaum Muslim berpegang teguh pada Islam secara utuh. Mereka tidak akan pernah tinggal diam terhadap upaya kaum Muslim untuk menegakkan syariat Islam. Mereka berusaha keras untuk memisahkan kaum Muslim dari syariat Islam. Mereka terus berupaya mengaburkan syariat Islam dan mengikis sedikit demi sedikit syariat Islam dari kehidupan kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata usaha mereka berhasil. Sedikit demi sedikit syariat Islam ditinggalkan oleh umatnya sehingga yang tersisa hanyalah aturan yang terkait dengan ibadah ritual dan keluarga. Namun, tidak berhenti sampai di sana, mereka pun terus berupaya untuk merusak hukum-hukum keluarga dalam rangka merusak tatanan kehidupan keluarga Muslim yang masih tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berawal dari Feminisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya feminisme tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang sejarah perjuangan kaum perempuan Barat menuntut kebebasannya. Karena pada abad Pertengahan kaum perempuan tidak memiliki tempat ditengah masyarakat, maka mereka diabaikan, tidak memiliki sesuatu pun, dan tidak boleh mengurus apapun. Sejarah Barat dianggap tidak memihak kaum perempuan. Dalam masyarakat feodalis (di Eropa hingga abad ke-18), dominasi mitologi filsafat dan teologi gereja sarat dengan pelecehan feminitas; wanita diposisikan sebagai sesuatu yang rendah, yaitu dianggap sebagai sumber godaan dan kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian muncul renaisance, yang berintikan semangat pemberontakan terhadap dominasi gereja, kemudian diikuti dengan Revolusi Prancis dan Revolusi Industri. Inilah puncak reaksi masyarakat terhadap dominasi kaum feodal yang cenderung korup dan menindas rakyat, di bawah legitimasi gereja. Inilah pula awal proses liberalisasi dan demokratisasi kehidupan di Barat. Perubahan ini tidak hanya berpengaruh pada berubahnya sistem feodal menjadi sistem kapitalis sekular, tetapi ikut menginspirasikan kaum perempuan untuk bangkit memperjuangkan hak-haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini dipermudah dengan seruan kaum kapitalis sebagai golongan pemilik kapital yang mendorong kaum perempuan bekerja di luar rumah. Ketika kaum perempuan bekerja di luar rumah, mereka merasa terasing dengan kondisi seperti ini. Mereka berurusan dengan pabrik-pabrik, pusat-pusat bisnis, dan dengan kaum lelaki sebagai pihak yang dianggap bertentangan dengan kepentingannya. Akhirnya, mereka bersaing dengan laki-laki dan berusaha merebut posisi kaum laki-laki untuk memperoleh kebebasan mutlak agar terlepas dari segala macam ikatan dan nilai serta tradisi. Kaum perempuan mulai menuntut persamaan secara mutlak dengan kaum laki-laki termasuk dalam urusan kebebasan hubungan seksual tanpa perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh Islam berupaya untuk mentransfer kebobrokan perilaku masyarakat semacam ini ke Dunia Islam untuk menghancurkan sistem keluarga Islam dan menggantinya dengan perilaku yang sama dengan mereka. Menyebarnya ide feminisme di Dunia Islam didorong oleh banyaknya permasalahan yang dihadapi kaum perempuan, termasuk di yang ada di negeri-negeri Muslim. Kekerasan, kemiskinan, dan ketidakadilan/diskriminasi sering disebut-sebut sebagai permasalahan krusial yang dialami perempuan dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakta tersebut, muncullah berbagai tuntutan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Pasalnya, perubahan masyarakat dari sistem feodal menjadi sistem kapitalis ternyata tidak serta-merta mengubah nasib kaum perempuan menjadi lebih baik. Bahkan dengan sistem kapitalis ini, nasib kaum perempuan semakin terpuruk. Kemiskinan struktural yang terjadi mengharuskan mereka ikut berperan dalam menopang ekonomi keluarga. Pada saat yang sama, mereka harus berperan dalam sektor domestiknya. Inilah yang menurut kalangan feminis dianggap sebagai sebuah ketimpangan, ketidakadilan, atau disparitas jender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, salah satu perjuangan dari kaum feminis radikal adalah menyerang dan menolak institusi keluarga dan sistem patriarkal yang dalam pandangan mereka merupakan simbol dominasi kaum laki-laki atas kaum perempuan. Feminisme berupaya mengubah struktur pembagian tugas kehidupan menjadi kebebasan menentukan tugas antara laki-laki dan perempuan. Perempuan bisa memilih menjadi ibu, ayah, keduanya sekaligus, atau tidak sama sekali. Sebaliknya, seorang laki-laki bisa menjadi seorang ‘ibu’, ayah, keduanya sekaligus atau tidak sama sekali; tanpa ada batasan; tidak ada tolok ukur dan standar yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran nilai dan kemaslahatan dikembalikan kepada masing-masing orang. Caranya adalah dengan mengubah tata nilai patriarkal di tengah masyarakat—seperti nilai kepatuhan, penderitaan tanpa protes, dan &lt;i&gt;submissin&lt;/i&gt; (mental bawahan). Lalu konsep jender pun berubah. Pada akhirnya, pembagian peran pun akan berubah sehingga terwujud persamaan dan kesetaraan di tengah keluarga dan masyarakat. Itulah yang disebut dengan masyarakat ideal dalam kacamata kaum feminis, yaitu sebuah masyarakat yang berkesetaraan jender; laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam semua aktivitas di semua level (domestik atau publik) dan tidak mendapat halangan untuk menikmati hasil-hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, yang terjadi justru sebaliknya. Apa yang dihasilkan oleh feminisme telah membawa dampak buruk. Fakta menunjukkan, bahwa pengaruh feminisme sekular telah membawa kerusakan bagi tatanan fungsi dan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, sekaligus mengakibatkan hancurnya tatanan sosial masyarakat secara keseluruhan. Hal ini disebabkan karena kebebasan yang ditawarkan feminisme berakibat pada runtuhnya struktur keluarga, meningkatnya angka perceraian, fenomena un wed dan no-mar, merebaknya free sex, meningkatnya kasus aborsi, dilema wanita karir, sindrom cinderella complex, pelecehan seksual, anak-anak bermasalah, dan lain-lain. Walhasil, yang terbentuk tentu saja bukan masyarakat yang kokoh, tetapi sebuah masyarakat yang penuh dengan konflik yang tidak memberikan ketenangan dan kepastian, karena berbagai penyimpangan banyak terjadi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membangun Keluarga Ideologis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi awal yang benar merupakan pondasi untuk membangun kehidupan rumahtangga yang kokoh. Dalam hal ini, Islam menetapkan bahwa motivasi seseorang melangsungkan kehidupan suami-istri adalah untuk melaksanakan salah satu dari bentuk ibadah kita kepada Allah Swt. Kehidupan pernikahan adalah kehidupan persahabatan antara seorang suami dan istrinya. Suami menjadi sahabat bagi istrinya dan istri menjadi sahabat bagi suaminya secara sempurna dalam seluruh aspek kehidupan. Allah telah menjadikan pernikahan sebagai tempat ketenangan bagi pasangan suami-istri, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah diciptakan-Nya untuk kalian istri-istri dari diri kalian sendiri —supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya— dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir&lt;/i&gt;. (&lt;b&gt;Qs. ar-Rûm [30]: 21&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat membentuk keluarga yang sesuai dengan tuntunan Allah SWT, yakni sebuah keluarga yang berbasiskan ideologi Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, pondasi dasar dari pernikahan tersebut adalah akidah Islam bukan manfaat ataupun kepentingan. Dengan menjadikan Islam sebagai landasan, maka segala sesuatu yang terjadi dalam keluarga tersebut dikembalikan pada Islam semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, adanya visi dan misi yang sama antara suami-istri tentang hakikat dan tujuan hidup dan berkeluarga dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, memahami dengan benar fungsi dan kedudukan masing-masing dalam keluarga dan berupaya semaksimal mungkin menjalankannya sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, menjadikan Islam dan syariatnya sebagai solusi terhadap seluruh permasalahan yang terjadi dalam kehidupan berkeluarganya. Halal-haram dijadikan landasan dalam berbuat, bukan hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, menumbuhsuburkan amar makruf nahi mungkar di antara sesama anggota keluarga sehingga seluruh anggota keluarga senantiasa berjalan pada rel Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keenam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, menghiasi rumah dengan membiasakan melakukan amalan-amalan sunnah, seperti membaca al-Qur’an, bersedekah, mengerjakan shalat sunnah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketujuh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, senantiasa memanjatkan doa kepada Allah dan bersabar dalam situasi apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peran Penting Keluarga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah bangunan dasar untuk membentuk keluarga yang kokoh dan ideologis. Lebih dari itu, bangunan keluarga tersebut akan mencapai kekuatan yang hakiki jika berhasil berpengaruh di tengah-tengah lingkungannya, karena keluarga memiliki peran yang penting dalam pembentukan sebuah masyarakat. Keluarga adalah pranata awal pendidikan primer bagi seorang manusia. Jika keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan sendi-sendi pendidikan yang fundamental, maka keluarga adalah pemberi pengaruh pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga memiliki peran strategis dalam proses pendidikan anak, bahkan umat manusia. Keluarga lebih kuat pengaruhnya dari sendi-sendi yang lain. Sejak awal masa kehidupannya, seorang manusia lebih banyak mendapatkan pengaruh dari keluarga. Sebab, waktu yang dihabiskan di keluarga lebih banyak daripada di tempat-tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya pendidikan di dalam keluarga merupakan pendidikan sepanjang hayat. Pembinaan dan pengembangan kepribadian serta penguasaan tsaqâfah Islam dilakukan melalui pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber belajar yang ada di keluarga, terutama ibu dan bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pentingnya pembinaan dan pendidikan di dalam keluarga, pendidikan anak sejak dini dalam keluarga akan tertanam secara kuat di dalam diri seorang anak. Sebab, pengalaman hidup pada masa-masa awal umur manusia akan membentuk ciri-ciri khas, baik dalam tubuh maupun pemikiran, yang bisa jadi tidak ada yang dapat mengubahnya sesudah masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, keluarga secara langsung ataupun tidak turut mempengaruhi jatidiri sebuah masyarakat. Dari keluargalah muncul generasi manusia yang bermartabat, memiliki rasa kasih sayang, dan saling tolong-menolong di antara mereka. Dengan begitu, akan terciptalah tatanan kehidupan masyarakat yang kuat, yang didukung keluarga-keluarga yang harmonis dan berkasih sayang, karena memiliki pemikiran ideologis sebagai pondasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kebutuhan Sistem Politik Yang Kondusif&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hal penting lainnya yang tidak bisa kita abaikan dalam pembentukan keluarga yang kuat dan ideologis adalah peran sistem yang mendukung hal tersebut. Sebab, bagaimanapun kuatnya kita memproteksi keluarga dengan ide-ide Islam dan pembinaan yang intensif kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya, apabila sistem yang berlaku di tengah kehidupan keluarga itu tidak menggunakan aturan-aturan Islam, maka sulit bagi bangunan keluarga yang kokoh itu bisa bertahan. Sebab, gempuran dari luar akan senantiasa menghadang, baik itu berupa pemikiran-pemikiran yang bertentangan yang bisa mempengaruhi tingkah laku dan moral anggota keluarga maupun rintangan berupa kesulitan ekonomi yang berdampak pada sulitnya pemenuhan kebutuhan fisik dan non-fisik anggota keluarga. Dari sinilah biasanya muncul tindak kriminalitas dan penyimpangan sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, penataan kehidupan yang benar berkaitan dengan semua urusan masyarakat sangat diperlukan. Dengan sistem politik Islamlah semua ini bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem politik Islam memiliki kemampuan untuk memberikan solusi atas semua persoalan, baik menyangkut persoalan individu, keluarga, maupun masyarakat. Sistem Islam mampu membendung serangan musuh-musuh Islam ke tengah-tengah kaum Muslim dan menjaga masyarakat agar tetap dalam keimanan dan tatanan yang sesuai dengan aturan Islam. Hal ini dilakukan dengan cara penerapan aturan-aturan Islam yang komprehensif. Sebab, sistem politik Islam itu sendiri intinya adalah bagaimana menciptakan pengaturan urusan masyarakat sesusai dengan tuntunan syariat Islam hingga tercipta tatanan masyarakat yang baik, damai, dan sejahtera; yang dipenuhi dengan ampunan dan keridhaan Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membendung Penghancuran Keluarga Muslim&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membendung upaya penghancuran keluarga Muslim dan Islam pada umumnya, maka kaum Muslim secara bersama-sama dituntut untuk memiliki kesadaran dalam memahami Islam secara menyeluruh dari segala aspeknya. Dengan begitu, kaum Muslim akan mampu mencermati dan mengantisipasi bahaya ide-ide asing yang bertentangan dengan Islam seperti feminisme, kesetaraan jender, emansipasi, liberalisme, dan sebagainya. Pemahaman Islam seperti ini bisa kita peroleh dengan cara membina diri kita dan kaum Muslim secara terus-menerus dengan tsaqâfah Islam. Tsaqâfah Islam tersebut kemudian dijadikan sebagai acuan atau pijakan dalam menyikapi berbagai pemikiran dan pemahaman asing yang menyerang. Hal ini harus dibarengi dengan senantiasa mengikuti berita dan fakta-fakta yang berkembang, kemudian menyikapinya dan memberikan solusi sesuai dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, penting untuk melibatkan diri secara aktif dalam upaya menyebarkan ide-ide Islam tersebut ke tengah-tengah masyarakat. Sebab, membentuk keluarga yang kokoh tidak cukup dilakukan oleh individu di dalam sebuah keluarga semata. Akan tetapi, hal itu juga harus ditempuh secara politis, sistimatis, dan ideologis dalam suatu gerakan yang terorganisasi secara rapi. Sebab, kaum feminis pun, dalam menghancurkan keluarga Muslim, melakukannya bukan hanya sebatas aktivitas penyebaran ide secara individual semata, tetapi melalui sebuah gerakan yang memiliki kekuatan besar dan didukung oleh ideologi tertentu (kapitalis sekular) di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, yang perlu menjadi agenda kaum Muslim saat ini untuk membendung upaya penghancuran keluarga Muslim adalah bagaimana menghadirkan Islam dengan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh dalam pengaturan umat secara nyata, baik dalam tingkat individu, keluarga, masyarakat, maupun negara. Dengan begtiu, kaum Muslim bisa keluar dari keterpurukannya dan sekaligus bangkit kembali sebagai umat terbaik (&lt;i&gt;khayr al-ummah&lt;/i&gt;), yang tegak di atas keluarga-keluarga yang kuat. [Majalah al-wa’ie, Edisi 54]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113553483081819780?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113553483081819780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113553483081819780&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113553483081819780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113553483081819780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/membangun-keluarga-ideologis.html' title='Membangun Keluarga Ideologis'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113526207559596702</id><published>2005-12-22T06:33:00.000-08:00</published><updated>2005-12-22T06:34:35.670-08:00</updated><title type='text'>Kalau kamu digoda cowok</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; Kalau Kamu Digoda Cowok… Digoda cowok? Ih, suka deh. Eh, amit-amit, ding! He..he..he.. itu sebagian ekspresi anak cewek saat ada yang menggodanya. Memang, anak cewek biasanya sering jadi sasaran godaan anak cowok. Beragam tanggapan dari anak cewek bisa muncul saat digoda anak cowok. Ada yang suka, suprise, heboh, salah tingkah, nyantai aja, tapi ada juga yang sewot. Tapi sebentar, nggak kecentilan nih, ngebahas tema ini? Nggak dong, lagi pula masalah beginian memang lagi hangat, Brur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu seiring dengan membanjirnya budaya asing yang masuk ke negeri ini. Terutama lewat jalur film, wabil-khusus film remaja, macam Dawson's Creek, misalnya. Di film itu, berjejal (contoh) rayuan dan godaan dalam rangka PDKT (tahu kan pdkt? Ya, pendekatan!), bahkan tak jarang dibumbui dengan adegan syur dan greng. Waduh, celakanya nggak sedikit adegan tersebut yang dicontek abis sama kamu-kamu. Ini berabe Brur.&lt;br /&gt;Suer, samber jemuran deh. Melihat gelagatnya, naga-naganya sih kondisi ini terasa wajar-wajar saja bagi sebagian remaja. Kenapa? Paling nggak ada beberapa alasan. Pertama, anak ceweknya doyan digoda (ini kebanyakan, lho). Kedua, anak cowoknya merasa kecakepan sehingga mendongkrak rasa pede-nya untuk ngegodain kaum Hawa. Ketiga, masyarakat terlanjur menganggapnya sebagai perbuatan yang wajar. Wah, gokil semuanya dong? Lha, iya, Bang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang harus kita akui ada juga anak cewek yang doyan en betah kalau digodain anak cowok. Serasa jadi artis dadakan, kali. Malah nggak jarang anak cewek yang tambah 'gokil' bila digodain. Brur, kondisi ini bisa kamu lihat sehari-hari. Baik di sekolah, di pasar, di mal, atawa di angkot sekalipun. Ada juga anak cewek yang merasa dirinya diperhatiin sama anak cowok, malah bertingkah makin atraktif. Penampilan ke sekolah aja kayak mau ke tempat pesta. Alisnya dikerok, lalu dipermak supaya lebih gereget kayak artis-artis Hollywood atau artis lokal itu, lho. Gaya jalannya pun udah kayak peragawati saja. Suaranya dibuat 'seseksi' mungkin, minimal kayak suaranya penyanyi R&amp;B, Reza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba anak cowok mana sih yang nggak matanya melotot terus bila ada anak cewek yang penampilannya kayak begitu? Ya, kalo bisa, pengennya tampil unik. Meski kadangkala, kenyataannya bukan unik, tapi malah bikin enek (hua..ha..ha..). Yang bikin kesel lagi, kelakuan anak cewek yang model begitu secara tidak langsung mendapat dukungan. Ya, ternyata ada juga ortu yang bangga bila anaknya digodain orang. Mungkin pikirnya. "anak gue memang oke". Wah, kalo ada ortu kayak begini, kayaknya wajar bila banyak anak cewek yang makin parah dalam pergaulannya.&lt;br /&gt;Makin kacau dan gila-gilaan, karena merasa mendapat 'restu' dari ortunya yang nggak ngerti itu. Kasihan memang. Kesalahan Berpikir Memang, nggak setiap anak cewek yang merasa bangga bila digodain anak cowok. Itu semua tergantung pemahamannya. Ya, kalo ada anak cewek yang doyan digoda anak cowok, berarti ada yang salah dalam cara berpikirnya. Begitupun dengan sikap remaja putri yang malah tambah heboh bila diisengin anak cowok, itu juga memang ada yang 'konslet' dalam otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak cewek yang salah tingkah, atau adem ayem saja bila digodain anak cowok, itu juga punya alasan sendiri. Bisa jadi anak yang begini, menganggap masalah itu tak perlu dipersoalkan, karena menambah ruwet aja bila mikirin kayak gituan. Itulah kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana sikap yang benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, itu pertanyaan bagus. Sebagai seorang muslim, pastikan bahwa standar perbuatan kita adalah aturan Islam. Apapun perbuatan yang akan kita lakukan, 'konfirmasikan' dulu kepada Islam. Kalau menurut Islam boleh, ya tentu kamu juga boleh melakukannya. Tapi bila menurut Islam haram, pastikan kamu juga bisa mengerem keinginan kamu untuk melakukan perbuatan tersebut. Dengan kata lain, tolok ukur perbuatan kita halal dan haram menurut aturan Islam. Ingat, ya, aturan Islam, bukan yang lain. Nah, masalah ini muncul karena masyarakat kita sudah rusak cara berpikirnya, kemudian 'mati' juga perasaannya, ditambah tak adanya aturan yang mengatur dan memberikan sanksi bagi yang berbuat salah. Wis lah, rusak kabeh! Misalnya saja, bila kamu kebetulan berdandan aneh-aneh (pakai bikini atau rok panjang, tapi belahannya sampai ke paha), tentu kondisi itu bakal menarik perhatian anak cowok untuk ngejailin. Dari mulai suitan, teriak-teriak nggak karuan, sampai ada yang nekat untuk towal-towel menjamah bagian tubuh kamu. Wah, gawat itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih gokil lagi bila ternyata kamu malah enjoy menikmati godaan itu, malah merasa menjadi pusat perhatian. Jangankan yang model begitu, kalau anak cowoknya yang nekat dan tebal muka, kamu yang mengenakan jilbab pun nggak lepas juga dari godaan anak cowok. Tapi tentu jenis godaannya rada lain. Misalnya saja, kalo kebetulan kamu lagi lewat gang, sementara di situ berkerumun anak cowok yang suka iseng. Begitu kamu lewat di hadapan mereka, nggak jarang mereka godain kamu, "Assalamu'alaikum..!, kemana bu Haji..?" sambil ketawa-ketawa. Nah, kalo yang begini berarti bukan salah kamu. Kamu sudah melaksanakan kewajiban memakai jilbab, tapi nggak luput juga dari godaan, berarti itu yang salah anak cowoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Tak Digoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survei membuktikan bahwa kebanyakan dari teman remaja putri yang digoda or diisengin sama kaum Adam adalah karena penampilannya yang bikin ubun-ubun anak laki mendidih. Lalu beraksi secara agresif. Mulai dari cuma sekadar nyuitin atau sebatas ucapan, sampai ada yang berani towal-towel ke tubuh kamu atau menggerayangi bodi kamu. Waduh, itu namanya sudah keterlaluan banget. Benar-benar pelecehan seksual. Bukan tak mungkin tentunya bila kemudian terjadi perkosaan, ih, naudzubillahi min dzalik. Anak cewek yang dandanannya seronok tentu membuat anak cowok blingsatan, maksudnya blingsatan nggak tahan ingin 'nyomot'. Parah memang. Makanya nggak salah-salah amat bila kemudian ada iklan layanan masyarakat yang berbunyi, "Bagaimana mungkin angka perkosaan akan menurun, bila rok Anda semakin tinggi?" Wajar toh, memang itulah kenyataannya. Memang sih, kita nggak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada anak cewek, anak cowok juga memang bejat kok. Ya, dua-duanya memang harus bertanggung jawab. Setuju? Harus setuju! Brur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam sudah memberikan aturan yang sempurna untuk menyelamatkan ummatnya. Islam bahkan teramat melindungi hak-hak kita sebagai seorang manusia. Aturan Islam itu bukan untuk mengekang kita, tapi justru mengendalikan kita supaya tetap berada dalam kondisi yang benar dan baik. Memang sih, kadangkala kita suka berburuk sangka sama aturan Islam. Tanpa terasa kita sering nuduh yang bukan-bukan sama aturan Islam. Kita sering menganggap bahwa Islam terlalu mengekang keinginan kita. Islam kita anggap sebagai penjara yang sering membatasi gerak kita. Wah, pandangan seperti itu sudah saatnya dimasukkin ke keranjang sampah. Bila kita masih menganggap Islam kejam dan nggak ngertiin keinginan kita, berarti kamu masih memanjakan hawa nafsu kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang salah itu hawa nafsu kamu, sementara Islam selalu benar dan pasti akan selalu benar. Kenapa? Karena aturan Islam di'produksi' langsung oleh Allah Swt., sehingga memang betul-betul jaminan mutu. Nggak bakalan bisa dikalahkan oleh aturan hidup lain, yang rata-rata memang buatan manusia. Kamu kudu nerima, baik itu suka maupun kamu benci. Firman Allah: "Tidak patut bagi mukmin laki-laki dan mukmin perempuan, apabila diputuskan suatu hukum oleh Allah dan Rasul-Nya, akan ada bagi mereka pilihan lain, karena barangsiapa durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata." (Al Ahzab: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berkaitan dengan persoalan ini, kamu juga kudu mentaati aturan Islam tentang pergaulan dan juga tentang kewajiban menutup aurat. Masalah hubungan antara laki-laki dengan wanita juga diatur dalam Islam. Banyak ayat dan hadits yang mengatur masalah ini. Misalnya saja, firman Allah Swt.: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (Al Isra: 32).&lt;br /&gt;Nah, ini adalah salah satu aturan untuk pergaulan cowok dan cewek dalam Islam. Perzinaan bisa saja terjadi karena berbagai sebab. Gaya gaul kamu dengan lawan jenis yang liar bin amburadul bisa merupakan pintu masuk paling cepat dan efektif kepada perzinahan. Larangannya memang jangan mendekati zina, bukan zinahnya, kan? Itu menunjukkan bahwa aktivitas awal dari sebuah pergaulan bebas bisa mendekatkan kepada perzinahan. Meski cuma jalan berdua sambil pegangan tangan dan meremas jari (harus lebih hati-hati, bila ternyata jari lawan jenis kamu jempol semua! Ih?). Aktivitas itu bisa berbuah perzinahan, bila dilakukan terus menerus dan ada kesempatan untuk melakukannya. Bahaya bin gawat. Aktivitas menggoda memang bisa juga berbuah perzinahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan bila anak cewek yang digodanya malah suka, karena mungkin yang menggodanya mirip bintang Hollywood sekelas Tom Hanks atawa Tom Cruise, apalagi Tom and Jerry (Eh, yang terakhir ini tokoh film kartun, lho). Dengan kata lain, supaya kamu nggak digoda, kamu harus memperhatikan tips di bawah ini. Pertama, kamu harus membekali otak kamu dengan pemikiran Islam yang kuat, dari mulai akidah sampai syariat, dari mulai syakhsiyah (kepribadian) sampai dakwah. Pokoke, semuanya Islam, nggak boleh yang lain. Karena semua tindak-tanduk kita dalam kehidupan ini selalu sesuai dengan pemahaman kita tentang perbuatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, bagi anak cewek yang ngerti dan paham Islam, ketika ada cowok yang berani menggoda dirinya, maka ia akan sewot bin murka. Begitupun dengan anak cowok yang udah paham dengan ajaran Islam, ketika melihat anak cewek, akan malu dengan menjaga pandanganya. Jadi memang dua-duanya (anak cewek dan anak cowok) kudu diisi dengan aturan-aturan Islam. Berarti harus mempelajari Islam.&lt;br /&gt;Tips yang kedua, kamu yang cewek harus berpakaian yang menutup aurat, supaya anak cowok yang super iseng nggak ada peluang untuk menggoda. Kalau kamu udah berjilbab, tapi anak cowoknya 'nyelonong' terus, berarti yang perlu 'digares' adalah anak cowoknya. Maka kembali ke tips yang pertama, anak cowok kudu belajar Islam juga. Ketiga, jangan memberi 'harapan'. Maksudnya, bila nggak mau digoda kamu harus tampil berwibawa. Jangan memancing anak cowok untuk keluar dari sarangnya dan siap 'menerkam' kamu. Misalnya saja, gaya jalan kamu jangan ugal-egol nggak karu-karuan. Itu bisa memancing gairah anak cowok untuk menggoda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati! Jadi, kamu kudu ngerti dan paham juga tentang aturan Islam dalam bergaul dan menutup aurat. Lalu bagaimana bila kita sudah hati-hati tapi kondisi ini masih tetap ada, malah tambah senewen? Menyadarkan Masyarakat Di awal kita sudah menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu dengan sikap masyarakat yang sudah kehilangan cara berpikir Islamnya. Cara pandang masyarakat kita sudah mengikuti budaya Barat. Misalnya saja, untuk kasus pergaulan ini. Anak cewek ketika melihat anak cowok, semata-mata melihat kelelakiannya. Ganteng, kekar, kuat, macho dan sebagainya. Begitupun dengan anak cowok, ketika melihat anak cewek adalah semata-semata karena kewanitaanya. Misalnya saja, kecantikannya, kegenitannya, manjanya, bodinya yang aduhai, kakinya yang oke punya, lehernya yang jenjang dan sebagainya. Cuma itu yang diajarkan. Iya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja iklan-iklan di tivi atau di media cetak, semuanya berhubungan dengan yang begituan. Seolah-olah hidup ini nggak bisa lepas dari unsur seks. Yang ada di otaknya selalu seks dan seks. Nggak ada yang lain. Parah banget dong? Ya, itu kenyataannya, Brur. Maka untuk mengubah ideologi (pandangan hidup) masyarakat yang seperti itu, harus dilawan pula dengan ideologi yang benar. Dan kita udah sepakat, bahwa nggak ada ideologi yang mampu melindungi manusia dan mampu menyelesaikan berbagai problem manusia selain ideologi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, islam yang diterapkan sebagai akidah dan syariat. Dengan demikian perubahan yang harus dilakukan meliputi semuanya. Individu, masyarakat, dan juga negara. Tiga pilar inilah yang bakal menjaga manusia dari berbuat salah. Termasuk dalam urusan ini. Masalah ini kan cuma efek dari penyaluran naluri mempertahankan jenis (gharizah an nau') yang salah. Maka harus ditumbuhkan pemahaman tentang persoalan ini dengan baik. Kalau anak ceweknya udah paham dengan aturan Islam, nggak mungkin dia nekat memakai pakaian yang bisa memancing kaum lelaki untuk menggoda. Begitupun dengan anak cowok yang udah paham ajaran Islam untuk masalah ini, nggak bakalan berani menggoda anak cewek, karena malu dan takut kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;Nah, lalu masyarakat juga kudu ikutan menjaga. Bila ada invidu yang salah, tegur. Dan sebaliknya, bila benar harus didukung. Terus negara juga kudu menertibkan tayangan televisi, film, dan majalah yang makin berani dengan 'suguhan' yang merusak kepribadian remaja kita. Siiip..lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: buletin Studia  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113526207559596702?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113526207559596702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113526207559596702&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113526207559596702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113526207559596702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/kalau-kamu-digoda-cowok.html' title='Kalau kamu digoda cowok'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113518292853701724</id><published>2005-12-21T08:33:00.000-08:00</published><updated>2005-12-21T08:35:28.806-08:00</updated><title type='text'>Teman Tapi Mesra</title><content type='html'>&lt;i&gt;STUDIA Edisi 268/Tahun ke-6&lt;/i&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;img src="http://www.hayatulislam.net/images/stories/studia.jpg" alt="Image" title="Image" align="left" border="0" height="100" hspace="6" width="100" /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;hayatulislam.net&lt;/strong&gt; - Kayaknya kamu sering dengerin deh lagunya &lt;i&gt;Ratu&lt;/i&gt; yang berjudul &lt;i&gt;Teman Tapi Mesra&lt;/i&gt;. Seperti ini sebagian liriknya: "&lt;i&gt;Cukuplah saja berteman denganku/ janganlah kau meminta lebih/ ku tak mungkin mencintaimu/ kita berteman saja/ teman tapi mesraâ€¦&lt;/i&gt;"&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Ehm, punya teman tuh emang asyik. Selain ada orang yang bisa diajak ngobrol dan saling membantu di kala saling membutuhkan, teman juga bisa menjadi tempat muara emosi kita. Ngobrol biasa mungkin sering. Tapi ngobrol yang lebih dalam, rasanya agak jarang dilakukan dengan seseorang yang sekadar teman biasa. Kita agak canggung. Itu sebabnya, kehadiran seorang sahabat karib yang bisa menjadi tempat muara emosi kita, sangat diharapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Teman sejenis pun, cowok dengan cowok maupun cewek dengan cewek, sebenarnya bisa juga sangat akrab. Itu kalo di antara kita udah terjalin sikap saling percaya, saling memahami, dan saling menghargai. Mungkin bisa saja yang seperti ini dibilang mesra. Karena dalam &lt;i&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/i&gt; arti kata mesra adalah lekat dan sangat erat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sobat muda muslim, cuma masalahnya, gimana kalo teman tapi mesra itu adalah antar lawan jenis. Wow, ini dia yang kudu jadi perhatian dan bikin kita jaga-jaga biar nggak kebablasan. Gimana pun juga, hubungan pria dan wanita pasti nimbulin perasaan-perasaan yang â€˜lainâ€™. Perasaan suka, sayang, cinta, termasuk cemburu kalo sang teman tapi mesra itu deket ama yang lain. Karena apa? Karena masing-masing merasa ingin memiliki lebih dari sekadar teman. Tul nggak? Seperti syair di awal lagu dari duo Ratu ini, "&lt;i&gt;Aku punya teman/ teman sepermainan/ kemana pun dia pergi selalu ada aku/ dia manis dan juga baik hati/ tapi aku bingung ketika dia bilang cintaâ€¦&lt;/i&gt;"&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Inilah unik dan menariknya hubungan antar manusia. Dan harus diakui bahwa manusia tuh makhluk sosial, sehingga ia merasa kesepian kalo nggak ada teman. Padahal manusia bukan hanya terdiri dari sejenis. Itu sebabnya, dalam beberapa kondisi, komunikasi dengan lawan jenis untuk berbagai keperluan dalam melakukan kegiatan sehari-hari nyaris nggak bisa dihindari. Mungkin kita biasa bergaul dalam komunitas sejenis, tapi dalam beberapa kondisi kadang kita harus merambah ke luar komunitas kita, maka kita akan berhubungan dengan banyak pihak, termasuk dalam hal ini dengan lawan jenis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai teman akrab atau sebagai sahabat, berteman dengan lawan jenis besar kemungkinan akan menjadi ajang curhat dan saling berbagi cerita mesra. Apalagi teman tapi mesra ini sangat mungkin hubungannya akan ditingkatkan menjadi 'kekasih'. Bila itu yang terjadi, maka ketika kita curhat dengannya, kita jadi nggak ngerasa sedang ngobrol dengan teman biasa. Tapi dengan seorang kekasih hati, meski baru anggapan sepihak saja dari kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan kenyataan seperti ini, cerita dan curhat kita akan semakin terasa bermakna. Pandangan dan pendapatnya yang disampaikan kepada kita sering membuat kita bertenaga. Hidup rasanya dapat tambahan darah segar. Nafas baru dan semangat menggelora. Rasa-rasanya dunia adalah milik kita, yang sedang dimabuk cinta dan dibakar api asmara (meski baru kita sendiri yang merasakannya alias geer â€”entah dirinya. Mungkin malah sebel). Kita jadi ngedadak 'lupa diri', dan kita menjadikan orang yang kita cintai sebagai dewi or pangeran pujaan hati. Kita bersedia berkorban dan menjadi bagian dari hidupnya. Sehari saja tak jumpa dan komunikasi, rasanya hati kita jadi dingin dan beku. Tapi, ketika rindu itu terpuaskan, dinding es yang kokoh menyelimuti hati kita pun perlahan mencair (suit..suit.. swiiw!)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dari temen jadi demen&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pernah nonton sinetron "Dari Temen Jadi Demen" di sebuah stasiun televisi swasta? Yup, sinetron ini bercerita tentang kisah-kasih sepasang anak manusia. Benar kata pepatah jawa: "Witing tresno jalaran soko kulino", bahasa nasionalnya: "Munculnya cinta, karena seringnya bertemu". Hati-hati buat kamu yang sering ketemu dengan lawan jenisnya. Kalo berteman kan sering bertemu lho. Dan, bisa-bisa 'pepatah' ini ada benarnya. Singkat kata, kamu jadi demen sama temen kamu. Huhuy!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sobat muda muslim, gambaran di sinetron yang dibintangi oleh Jonathan Frizzi dan Wulan Guritno ini bisa jadi muncul dalam kisah nyata. Ya, kisah-kasih di antara kita. Bahkan sangat boleh jadi lho kalo cerita itu justru terinspirasi dari kejadian nyata. Tul nggak?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya pernah punya kawan yang mengalami kejadian begini. Doi bilang bahwa berteman itu memang mengasyikan, apalagi dengan lawan jenis. Untuk ukuran sesama jenis aja, berteman efektif untuk menumbuhkan kebersamaan, memupuk kasih sayang, bahkan kita saling mencintai. Tengok aja orang yang udah lengket sohiban. Kamu pastinya ngiri deh ngelihat di sekolahmu ada dua orang teman yang lengket bak perangko. Kemana-mana nyaris bareng. Mirip kisah Ujang dan Aceng yang pernah muncul di televisi dulu. Sohiban Ujang dan Aceng ini kebawa sampe mereka dewasa. Bener lho. Asyik banget kan punya teman yang seide dan seperasaan. Itu sebabnya, banyak orang yang kepengen banget punya teman sehidup-semati. Bahkan, teman ibarat cermin buat kita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Eh, tapi berteman pun bisa berpotensi bikin kita berabe. Kok bisa sih? Iya, kalo berteman sejenis dengan akrab, ati-ati aja jangan sampe kecemplung jadi homoseks. Terus kalo kita berteman dengan lawan jenis, juga kudu taat syariat Islam. Waspada ya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah, khusus ketika berteman dengan lawan jenis, karena selain menumbuhkan rasa kebersamaan, juga efektif memunculkan rasa simpati, selanjutnya empati, berikutnya mulai tumbuh benih-benih cinta di hati. Akhirnya, jatuh hati. Huhuy! Itu namanya bukan lagi temenan, tapi malah demenan. Malah pas lagi sakit pun kita bisa lupa diri kalo ada kekasih di samping kita. Jadinya, kata &lt;i&gt;Wong Cerbon &lt;/i&gt;(orang Cirebon) DBD deh, &lt;i&gt;Demam Bari Demenan&lt;/i&gt; (baca: demam sambil pacaran)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sobat muda muslim, seperti kata pepatah lama, "Banyak jalan menuju Roma", maka sekarang kita 'plesetkan' jadi "banyak jalan menuju cinta". Berteman, salah satu jalannya. Yup, karena cinta itu ibarat jelangkung; datang nggak dijemput, pulang nggak dianter. Diusir pun &lt;i&gt;susyeh!&lt;/i&gt; (backsound: ehm.. bener nih?)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jaga jarak aman&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berteman, bisa juga lho jadi jembatan menuju cinta. Jangan heran, sebab frekuensi bertemu dan berhubungan jadi sering banget. Sekadar basa-basi ngobrolin pelajaran sekolah, sampe janjian untuk &lt;i&gt;nomat&lt;/i&gt; alias nonton hemat di bioskop. Kalo udah gitu, jadi bias deh definisi teman kalo dengan lawan jenis. Berteman apa pacaran? Berteman apa demenan? Nah lho.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sobat muda muslim, memang nggak kerasa sih kalo kita udah merasa deket banget dengan teman lawan jenis kita. Tahu-tahuâ€¦ eh, lengket bak perangko. Pokoknya, kalo kita udah biasa main bareng, makan bareng, dan ke sekolah pun bareng dengan teman lawan jenis, itu artinya alarm tanda bahaya udah berbunyi. &lt;i&gt;Beware!&lt;/i&gt; Kamu bisa berabe.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Why? Yup, karena sangat boleh jadi kondisi ini bikin kamu ketagihan untuk terus berduaan dan konek terus dengan si doi. Nggak heran kan kalo kamu akhirnya bisa tidur bareng dengan lawan jenis kamu. Upss.. Amit-amit, jangan sampe deh!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mungkin, di antara kamu juga ada yang interupsi &lt;i&gt;van&lt;/i&gt; protes kalo temenen nggak identik dengan pacaran, dan tentunya nggak gitu-gitu amat sampe kudu tidur bareng.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oke, kalo kamu punya argumentasi begitu. Tapi, apa ada yang ngejamin kalo udah berduaan bakalan aman dari perbuatan ini dan itu yang lebih â€˜syeremâ€™? Apa kamu dan temanmu berani jamin bisa tahan godaan kalo udah berduaan begitu? Jangan-jangan, &lt;i&gt;susyeh&lt;/i&gt; tuh ngebedain mana sayang, suka, simpati, empati dengan nafsu liar. Lagian, banyak juga kok faktanya yang â€˜begituanâ€™ justru karena udah saling mengenal. Hati-hati menggunakannya, eh, melakukannya. Gejlig!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yup, seperti pernyataan dalam Hukum Coloumb yang membahas gaya elektrostatis (tarik menarik), hubungan cowok-cewek berpotensi untuk saling tertarik satu sama lain yang dibumbui perasaan cinta. Soalnya cowok ama cewek berbeda 'muatan', pasti saling tertarik. Karena bunyi Hukum Coloumb sendiri bahwa gaya tarik menarik antara dua buah benda (F) yang berlainan muatan (q1 dan q2) sebanding dengan konstanta (k) dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak keduanya (r). Semakin besar muatan kedua benda serta semakin pendek jaraknya, semakin besar pula gaya tarik menarik yang ditimbulkannya. Nah lho, kudu ekstra ati-ati deh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketertarikan pria terhadap wanita atau sebaliknya dipengaruhi oleh "muatannya" (q), yaitu akumulasi dari faktor pendorong (q1) dan penarik (q2). Faktor pendorong berasal dari diri sendiri seperti rasa kagum, rasa suka, kesengsem, keblinger, kesepian, atau mungkin nafsu yang mengebu-gebu. Sedangkan faktor penarik berasal dari lawan jenis seperti rupa, harta, sikap, keturunan, kecerdasan dan sebagainya. Jika kedua faktor tesebut nilainya sama-sama besar, maka sudah pasti saling ketertarikan antara pria dan wanita akan bertambah besar pula.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam kondisi sadar dan berada di bawah naungan rambu-rambu agama, hubungan-hubungan ini dapat melahirkan pertautan dua hati yang mengarah ke pernikahan. Ini tentu akan lebih utama lagi bila faktor pendorong semata-mata karena lillahi taâ€™ala dan faktor penarik berupa akhlak yang mulia atau ketaatan beribadah. Namun celakanya, dan tampaknya ini yang semakin merajalela, bahwa di luar kendali fenomena tarik-menarik antara pria dan wanita ini bisa pula mendorong timbulnya perzinahan seperti terjadinya penyelewengan, perselingkuhan, perkosaan, pelacuran, pelecehan seksual, dan bahkan seks bebas (O. Solihin, &lt;i&gt;Asmara Aktivis Dakwah&lt;/i&gt;, hlm. 29-32, mengutip penjelasan di www.isnet.org).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jadi teman biasa aja&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berteman itu mubah alias boleh-boleh saja. Toh memang itu adalah bagian dari dinamika kehidupan kita sehari-hari. Kita akan bertemu dan berhubngan dengan lawan jenis. Di sekitar rumah, di sekolah, di tempat pengajian, di tempat kuliah, juga di tempat kerja. Semua akan kita temui. Hanya saja, kita kudu membedakan jenis dari masing-masing hubungan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kalo kamu gabung dengan organisasi remaja masjid, itu artinya kamu berteman dengan semua kalangan; laki-perempuan di organisasi itu. Tentunya, itu adalah teman kamu dalam pengajian. Di tempat kuliah or sekolah dan di kantor juga silakan berteman dengan lawan jenis. Asalâ€¦ jaga jarak aman, dan tentunya nggak â€˜spesialâ€™. Cukup teman biasa. Kita berhubungan dan bergaul sebatas keperluan di masing-masing kondisi tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sangat ditekankan untuk tidak saling curhat masalah pribadi. Berbahaya &lt;i&gt;euy!&lt;/i&gt; Memang, cinta akan tumbuh saat masing-masing dari pelakunya membuka diri (apalagi kalo sampe membuka aurat â€”itu sih cinta berbalut nafsu liar). Jangan ada hubungan spesial kalo kamu nggak berniat untuk menikah. Meski tujuannya untuk menikah sekalipun, tetep aja ada aturan mainnya. Nggak liar. Apalagi sekadar berteman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah, karena Allah &lt;i&gt;Ta'ala&lt;/i&gt; tahu betul dengan karakter manusia (jelas dong, karena Allah adalah al-Khalik), maka ada aturan mainnya tuh hubungan di antara kedua makhluk ini. Allah SWT telah mengajarkan kepada kita melalui firmanNya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;"&lt;i&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya'.&lt;/i&gt;" (&lt;b&gt;Qs. an-NÃ»r [24]: 31&lt;/b&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;"&lt;i&gt;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat'.&lt;/i&gt;" (&lt;b&gt;Qs. an-NÃ»r [24]: 30&lt;/b&gt;).&lt;/p&gt;  Dengan begitu, kita kudu mampu untuk menjaga dan mempertahankan aturan main itu sebagai tameng dalam berteman dengan lawan jenis. Sebab, banyak juga di antara teman remaja yang ngakunya berteman, eh, buktinya malah pacaran. Bilangnya temenan, eh, malah demenan. Ngakunya teman, eh teman tapi mesra. Kata Bang Napi: Waspadalah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113518292853701724?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113518292853701724/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113518292853701724&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113518292853701724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113518292853701724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/teman-tapi-mesra.html' title='Teman Tapi Mesra'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113509663063957425</id><published>2005-12-20T08:27:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T08:37:10.813-08:00</updated><title type='text'>Hati Bersih, Pikiran Jernih</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;HATI BERSIH, PIKIRAN JERNIH&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kita sering mendengar dalam pengajian seorang ustad berwasiat agar para jamaah membersihkan hati. Namun, ketika kita dihadapkan dengan realita betapa kriminalitas terus meluas, pornografi menjadi-jadi, korupsi tak berhenti, kita jadi bertanya, apa ada yang salah? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tanggal 15 September lalu saya bersama sejumlah tokoh ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) bersilaturahmi dengan Jaksa Agung Abdurrahman Saleh, SH. FUI melayangkan surat kepada Jaksa Agung berkaitan dengan fatwa MUI tentang Ahmadiyah, agar Pemerintah mem-&lt;em&gt;follow up&lt;/em&gt;-nya, khususnya menyinggung wewenang Jagung untuk melarang aliran yang menyimpang dari agama asalnya sesuai Penpres No. 1 tahun 1965. Bang Hussein Umar, Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah yang menjadi juru bicara FUI menyampaikan bahwa Pemerintah jangan ragu-ragu dalam mengambil keputusan melarang Ahmadiyah. Dunia Islam internasional juga telah melarangnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Namun, dengan tenang Jaksa Agung mengatakan bahwa Pemerintah dalam posisi tidak bisa melarang, Penpres No. 1 tahun 1965 tersebut saat ini tidak populer, dianggap melanggar HAM. Jadi, Pemerintah menyarankan FUI menempuh jalur hukum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Inilah yang aneh. Pemerintah tidak berani menggunakan kewenangannya saat harus melindungi Islam dan umatnya dari penodaan oleh kelompok Ahmadiyah. Bahkan ketika saya mengikuti audiensi di Komisi 8 DPR, mayoritas anggota komisi tersebut tampak tidak terlalu peduli dengan fatwa MUI yang mendesak Pemerintah membubarkan Ahmadiyah dan menyeru para pengikutnya untuk kembali pada kebenaran (&lt;em&gt;rujû‘' ilâ al-haq&lt;/em&gt;). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Menurut hukum syariah, penyimpangan terhadap agama Islam tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurut syariah, siapa saja yang murtad (keluar dari agama Islam), tidak bisa dibiarkan begitu saja, melainkan harus diminta bertobat (&lt;em&gt;istitâbah&lt;/em&gt;) dan dijelaskan kepada yang bersangkutan tentang bahaya kemurtadannya bagi dirinya (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 217). Jika mentok maka yang bersangkutan ditahan dan diberi tempo untuk merenungkan keputusannya selama tiga hari. Jika dia bertobat, dia dilepas. Jika meneruskan kemurtadannya, maka dia dihukum mati. Ini berlaku jika pelakunya individu. Jika pelakunya kelompok, maka mereka diperangi, sebagaimana Rasul dan Khalifah Abu Bakar memerangi nabi palsu dan orang-orang murtad. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dalam kebijakan menaikkan harga BBM sampai rata-rata 126% yang sangat memberatkan umat, juga banyak yang aneh; mulai dari prosentase kenaikan minyak tanah yang justru paling tinggi (185%), ketidaktransparanan Pemerintah tentang surplus hasil migas dibandingkan dengan subsidinya akibat kenaikan harga minyak mentah internasional, indikasi bakal masuknya pengusaha SPBU asing pada bulan November 2005, sampai tidak maunya Pemerintah mengambil solusi menunda bayaran cicilan utang dan meminta penghapusan bunga utang ribawi. Asal tahu saja, Argentina pernah mendapatkan penghapusan sampai 70% utangnya dengan nilai penghapusan sebesar USD 72 miliar (lebih dari 720 tiriun rupiah). Dalam hadis dikatakan bahwa ada sekitar 60 pintu dosa riba, salah satunya seperti berzina dengan ibu sendiri. Dalam suatu riwayat lain dikatakan dosa riba satu dirham sama dengan berzina dengan 30 pelacur. Padahal konon tahun ini Pemerintah membayar riba sekitar 59.7 triliun atau setara dengan dosa berzina dengan 59.7 miliar pelacur. &lt;em&gt;Na'udzubillâh! &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Jadi, keputusan Pemerintah sungguh sangat mengerikan, tetap setia membayar riba yang dosanya luar biasa, dan mencekik leher masyarakat dengan kenaikan harga BBM yang gila-gilaan yang dampaknya jelas sangat signifikan: harga beras naik, harga gula naik, harga minyak naik, ongkos angkot naik, dll. Lebih parah lagi, kalangan wakil rakyat menyetujuinya. Depkominfo lalu menjadikan Aa Gym, Kurtubi, Chatib Basri, dan sejumlah orang lain menjadi bintang iklan baru untuk meredam kegelisahan dan kemarahan rakyat. Bahkan ada rumor, seorang bos tv swasta melarang wartawannya menyiarkan demo-demo yang menentang kenaikan harga BBM. &lt;em&gt;Astaghfirullâh&lt;/em&gt;! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dari berbagai paparan di atas jelaslah bagi kita, bahwa tidak cukup pembinaan hati agar menjadi bersih dengan materi-materi sentuhan qalbu. Sebab, hati sifatnya relatif; bisa baik, bisa buruk. Nabi saw. pernah bersabda, “Ketahuilah, bahwa di dalam jasad seseorang ada &lt;em&gt;segumpal daging, jika daging itu bagus, maka baguslah seluruh jasadnya. Namun, jika daging itu rusak, maka akan rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah daging itu adalah qalbu &lt;/em&gt;.” Pertanyaannya, apa yang menyebabkan qalbu bisa bagus atau rusak? Jawabannya tentulah apa yang diikat oleh qalbu itu, itulah akidah! Jika qalbu itu mengikat akidah yang selamat (&lt;em&gt;‘aqîdah salîmah&lt;/em&gt;), yakni akidah Islam, maka insya Allah qalbunya akan bagus. Sebaliknya, jika yang diikat qalbu adalah akidah kekufuran, maka rusaklah qalbu itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Akidah Islam yang selamat harus menjadi landasan berpikir (&lt;em&gt;qâ'idah fikriyyah&lt;/em&gt;) bagi seorang Muslim dalam seluruh perkara yang akan dipecahkannya. Akidah Islam melahirkan hukum syariah, yakni untuk mengatur hubungan dirinya dengan &lt;em&gt;Al-Khâliq&lt;/em&gt;, hubungannya dengan dirinya sendiri, maupun hubungannya dengan manusia lainnya. Dengan demikian, dengan pikiran yang jernihlah hati seorang akan bersih. Dengan pikiran jernih pula dia akan mempertanyakan bagaimana mengelola BBM menurut syariat Islam. Dia akan menemukan dalam syariah bahwa BBM adalah harta milik umum yang haram diswastanisasi. Dia akan bisa secara jernih memahami bahwa UU Migas tahun 2001 yang meliberalisasikan migas jelas bertentangan dengan syariah, yang karenanya harus dianulir. Perjanjian-perjanjian yang menunjukkan swastanisasi pengelolaan migas juga harus dibatalkan, sekalipun itu perjanjian internasional. Fakta sudah menunjukkan, dengan pengelolaan oleh swasta selama ini, bukan saja sumberdaya alam kita habis, tetapi utang kita ternyata terus bertambah, melilit seluruh tubuh bangsa ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ada orang yang tidak jernih berpikir mengatakan, bahwa perjanjian dengan asing tidak boleh dibatalkan, kita tidak boleh melanggar kesepakartan internasional. Orang yang berpikir jernih akan mudah menemukan hadis Nabi saw., &lt;em&gt;“Setiap syarat yang tidak sesuai dengan Kitabullah adalah batal (demi hukum Allah), sekalipun ada 100 syarat.” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kalau kita berpikir jernih, kita akan tahu, pemberlakuan UU migas 2001 ini berkaitan erat dengan kebijakan menaikkan harga BBM baru-baru ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Walhasil, tidak cukup hati dibersihkan, pikiran juga harus dijernihkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="konten" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;taken from: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-weight: bold; font-family: verdana;font-size:180%;" &gt;al-wa'ie&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:180%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                     &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;media politik &amp; dakwah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113509663063957425?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113509663063957425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113509663063957425&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113509663063957425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113509663063957425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/hati-bersih-pikiran-jernih.html' title='Hati Bersih, Pikiran Jernih'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113500850665953874</id><published>2005-12-19T08:08:00.000-08:00</published><updated>2005-12-19T08:08:26.823-08:00</updated><title type='text'>kETikA ikHwAH jATuH ciNTA</title><content type='html'>&lt;strong  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Suatu ketika, dalam majelis koordinasi seorang akhwat berkata pada mas'ul dakwahnya, "akhi, ana ga bisa lagi berinteraksi dengan akh fulan". Suara akhwat itu bergetar. Nyata sekali menekan perasaannya."Pekan lalu, ikhwan tersebut membuat pengakuan yang membuat ana merasa risi dan….Afwan, terus terang juga tersinggung." Sesaat kemudian suara dibalik hijab itu mengatakan….ia jatuh cinta pada ana."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Mas'ul tersebut terkejut, tapi ditekannya getar suaranya. Ia berusaha tetap tenang. "Sabar ukhti, jangan terlalu diambil hati. Mungkin maksudnya tidak seperti yang anti bayangkan." Sang mas'ul mencoba menenangkan terutama untuk dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;"Afwan…ana tidak menangkap maksud lain dari perkataannya. Ikhwan itu mungkin tidak pernah berpikir dampak perkataannya. Kata-kata itu membuat ana sedikit banyak merasa gagal menjaga hijab ana, gagal menjaga komitmen dan menjadi penyebab fitnah. Padahal, ana hanya berusaha menjadi bagian dari perputaran dakwah ini." sang akhwat kini mulai tersedak terbata.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;"Ya sudah…Ana berharap anti tetap istiqamah dengan kenyataan ini, ana tidak ingin kehilangan tim dakwah oleh permasalahan seperti ini". Mas'ul itu membuat keputusan, "ana akan ajak bicara langsung akh fulan"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Beberapa Waktu berlalu, ketika akhirnya mas'ul tersebut mendatangi dulan yang bersangkutan. Sang Akh berkata, "Ana memang menyatakan hal tersebut, tapi apakah itu suatu kesalahan?"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sang mas'ul berusaha menanggapinya searif mungkin. "Ana tidak menyalahkan perasaan antum. Kita semua berhak memiliki perasaan itu. Pertanyaan ana adalah, apakah antum sudah siap ketika menyatakan perasaan itu. Apakah antum mengatakannya dengan orientasi bersih yang menjamin hak-hak saudari antum. Hak perasaan dan hak pembinaannya. Apakah antum menyampaikan kepada pembina antum untuk diseriuskan?. Apakah antum sudah siap berkeluarga. Apakah antum sudah berusaha menjaga kemungkinan fitnah dari pernyataan antum, baik terhadap ikhwah lain maupun terhadap dakwah????" Mas'ul tersebut membuat penekanan substansial. " Akhi bagi kita perasaan itu tidak semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi kita perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang Allah tetapkan untuk pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itulah yang mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka Jagalah perasaan itu tetap suci dan mensucikan."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Cinta Aktivis Dakwah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Bagaimana ketika perasaan itu hadir. Bukankah ia datang tanpa pernah diundang dan dikehendaki? Jatuh cinta bagi aktivis dakwah bukanlah perkara sederhana. Dalam konteks dakwah, jatuh cinta adalah gerbang ekspansi pergerakan. Dalam konteks pembinaan, jatuh cinta adalah naik marhalah pembinaan. Dalam konteks keimanan, jatuh cinta adalah bukti ketundukan kepada sunnah Rosullulah saw dan jalan meraih ridho Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ketika aktivis dakwah jatuh cinta, maka tuntas sudah urusan prioritas cinta. Jelas, Allah, Rosullah dan jihad fii sabilillah adalah yang utama. Jika ia ada dalam keadaan tersebut, maka berkahlah perasaannya, berkahlah cintanya dan berkahlah amal yang terwujud dalam cinta tersebut. Jika jatuh cintanya tidak dalam kerangka tersebut, maka cinta menjelma menjadi fitnah baginya, fitnah bagi ummat, dan fitnah bagi dakwah. Karenannya jatuh cinta bagi aktivis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;dakwah bukan perkara sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ketika Ikhwan mulai bergetar hatinya terhadap akhwat dan demikian sebaliknya. Ketika itulah cinta `lain' muncul dalam dirinya. Cinta inilah yang akan kita bahas disini. Yaitu sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia Allah yang membutuhkan bingkai yg jelas. Sebab terlalu banyak pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba yang tersesat. Bagi aktivis dakwah, cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah, tidak lepas dari kerangka pembinaan dan dakwah. Suatu perasaan produktif yang dengan indah dikemukakan oleh ibunda kartini," …akan lebih banyak lagi yang dapat saya kerjakan untuk bangsa ini, bila saya ada disamping laki-laki yg cakap, lebih banyak kata saya…..daripada yang saya usahakan sebagai perempuan yg berdiri sendiri.."&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Cinta memiliki 2 mata pedang. Satu sisinya adalah rahmat dengan jaminan kesempurnaan agama dan disisi lainnya adalah gerbang fitnah dan kehidupan yg sengsara. Karenanya jatuh cinta membutuhkan kesiapan dan persiapan. Bagi setiap aktivis dakwah, bertanyalah dahulu kepada diri sendiri, sudah siapkah jatuh cinta??? jangan sampai kita lupa, bahwa segala sesuatu yang melingkupi diri kita, perkataan, perbuatan, maupun perasaan adalah bagian dari deklarasi nilai diri sebagai generasi dakwah. Sehingga umat selalu mendapatkan satu hal dari apapun pentas kehidupan kita, yaitu kemuliaan Islam dan kemuliaan kita karena memuliakan Islam.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Deklarasi Cinta&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sekarang adalah saat yang tepat bagi kita untuk mendeklarasikan cinta diatas koridor yang bersih. Jika proses dan seruan dakwah senantiasa mengusung pembenahan kepribadiaan manusia, maka layaklah kita tempatkan tema cinta dalam tempat utama. Kita sadari kerusakan prilaku generasi hari ini, sebagian besar dilandasi oleh salah tafsir tentang cinta. Terlalu banyak penyimpangan terjadi, karena cinta didewakan dan dijadikan kewajaran melakukan pelanggaran. Dan tema tayangan pun mendeklarasikan cinta yang dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan, sengketa. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan kesurga dan kemuliaan Allah, tidak pernah mendapat tempat disana.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Sudah cukup banyak pentas kejujuran kita lakukan. Sudah terbilang jumlah pengakuan keutamaan kita, sebuah dakwah yang kita gagas, Sudah banyak potret keluarga yg baru dalam masyarakat yg kita tampilkan. Namun berapa banyak deklarasi cinta yang sudah kita nyatakan. Cinta masih menjadi topik `asing' dalam dakwah kita. Wajah, warna, ekspresi dan nuansa cinta kita masih terkesan `misteri. Pertanyaan sederhana, "Gimana sih, kok kamu bisa nikah sama dia, Emang kamu cinta sama dia?", dapat kita jadikan indikator miskinnya kita mengkampanyekan cinta suci dalam dakwah ini.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Pernyataan `Nikah dulu baru pacaran' masih menjadi jargon yang menyimpan pertanyaan misteri, "Bagaimana caranya, emang bisa?". Sangat sulit bagi masyarakat kita untuk mencerna dan memahami logika jargon tersebut. Terutama karena konsumsi informasi media tayangan,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;bacaan, diskusi dan interaksi umum, sama sekali bertolak belakang dengan jargon tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Inilah salah satu alasan penting dan mendesak untuk mengkampanyekan cinta dengan wujud yang baru. Cinta yang lahir sebagai bagian dari penyempurnaan status hamba. Cinta yang diberkahi karena taat kepada sang Penguasa. Cinta yang diberkahi karena taat pada sang penguasa. Cinta yang menjaga diri dari penyimpangan, penyelewengan dan perbuatan ingkar terhadap nikmat Allah yang banyak. Cinta yang berorientasi bukan sekedar jalan berdua, makan, nonton dan seabrek romantika yang berdiri diatas pengkhianatan terhadap nikmat, rezki, dan amanah yang Allah berikan kepada kita.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kita ingin lebih dalam menjabarkan kepada masyarakan tentang cinta ini. Sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil akhir keluarga dakwah. Biarkan mereka paham tentang perasaan seorang ikhwan terhadap akhwat, tentang perhatian seorang akhwat pada ikhwan, tentang cinta ikhwan-akhwat, tentang romantika ikhwan-akhwat dan tentang landasan kemana cinta itu bermuara. Inilah agenda topik yang harus lebih banyak dibuka dan dibentangkan. Dikenalkan kepada masyarakat berikut mekanisme yang menyertainya. Paling tidak gambaran besar yang menyeluruh dapat dinikmati oleh masyarakat, sehingga mereka bisa mengerti bagaimana proses panjang yang menghasilkan potret keluarga dakwah hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Epilog&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Setiap kita yang mengaku putra-putri Islam, setiap kita yg berjanji dalam kafilah dakwah, setiap kita yang mengikrarkan Allahu Ghoyatuna, maka jatuh cinta dipandang sebagai jalan jihad yang menghantarkan diri kepada cita-cita tertinggi, syahid fi sabililah. Inilah perasaan yang istimewa. Perasaan yang menempatkan kita satu tahap lebih maju. Dengan perasaan ini, kita mengambil jaminan kemuliaan yang ditetapkan Rosullulah. Dengan perasaan ini kita memperluas ruang dakwah kita. Dengan perasaan ini kita naik marhalah dalam dakwah dan pembinaan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Betapa Allah sangat memuliakan perasaan cinta orang-orang beriman ini. Dengan cinta itu mereka berpadu dalam dakwah. Dengan cinta itu mereka saling tolong menolong dalam kebaikan, dengan cinta itu juga mereka menghiasi Bumi dan kehidupan di atasnya. Dengan itu semua Allah berkahi nikmat itu dengan lahirnya anak-anak shaleh yang memberatkan Bumi dengan kalimat Laa Illaha Ilallah. Inilah potret cinta yang sakinah, mawaddah, warahmah. jadi…sudah berani jatuh cinta…??&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;wallahu'alam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;diambil dari majalah al izzah edisi 11/th4/jan 2005 M&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;font-family:georgia;font-size:12;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Ya Allah,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu, telah berjumpa dalam taat padaMu, telah bersatu dalam da'wah padaMu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Kokohkanlah ya Allah, ikatannya, kekalkanlah cintanya..&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113500850665953874?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113500850665953874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113500850665953874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113500850665953874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113500850665953874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/ketika-ikhwah-jatuh-cinta.html' title='kETikA ikHwAH jATuH ciNTA'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113500481100318925</id><published>2005-12-19T07:06:00.000-08:00</published><updated>2005-12-20T07:41:38.560-08:00</updated><title type='text'>tHe GrEAtesT</title><content type='html'>Angin masih berhembus&lt;br /&gt;Butir2 pasir masih beterbangan&lt;br /&gt;Awan2 hitam belum lagi pergi&lt;br /&gt;Tangisan langit belum juga reda&lt;br /&gt;Aliran darah kami masih deras walaupun ia tidak akan berhenti tertumpah&lt;br /&gt;Bebatuan masih keras berbicara, saat kami memaksanya bicara&lt;br /&gt;Kami kandung bebatuan itu, lalu kamisandang kalimat suci&lt;br /&gt;Jernih mata kami memandang&lt;br /&gt;Lelah sudah lama kami lupakan&lt;br /&gt;Angan kami jauh menerawang ke belakang&lt;br /&gt;Saat cahaya masih terang benderang&lt;br /&gt;Saat matahari di atas cakrawala, mengambang&lt;br /&gt;Diri2 hangat, senyum tak pernah habis&lt;br /&gt;Hati tak pernah duka&lt;br /&gt;Tunas2 tumbuh di bawah lindungan keperkasaan&lt;br /&gt;Bunga2 mekar tanpa ada yang berani merenggutnya dengan paksaan&lt;br /&gt;Pikiran melesat menembus batas angasa raya&lt;br /&gt;Cita2 mulia menyelimuti dunia&lt;br /&gt;Manusia aman sentosa tanpa cela&lt;br /&gt;Mereka tidak pernah berhenti membesarkan penciptanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angan kami jauh menerawang ke belakang&lt;br /&gt;Saat caya masih terang benderang&lt;br /&gt;saat matahari masih menyinari diri di atas cakrawala, mengambang&lt;br /&gt;Kami jaga dia, keringan dan darah rela kami persembahkan untuknya&lt;br /&gt;Hanya dia yang akan memberi kami segala-galanya&lt;br /&gt;Hanya dengan dia kami akan melawan semuanya&lt;br /&gt;Dia diri kami&lt;br /&gt;Dia nafas kami&lt;br /&gt;Dia nyanyian hidup kami&lt;br /&gt;Keringat dan darah pasti akan kami persembahkan untuk membelanya&lt;br /&gt;Demi diri kami sendiri, juga demi siapapun yang lahir setelah kami&lt;br /&gt;Ratusan tahun dunia tunduk, ratusan tahun manusia takluk&lt;br /&gt;Mereka hargai dan takuti kami, karenanya&lt;br /&gt;Bumi jadi tempat yang megah&lt;br /&gt;Dimana setiap jiwa terjaga dari dosa&lt;br /&gt;Dimana setiap harapan punya tempat yang terang untuk diwujudkan&lt;br /&gt;Dimana mawar2 merah dijaga kehormatannya&lt;br /&gt;Dimana taman2 bunga selalu semerbak mengharumi dunia&lt;br /&gt;Saat orang lain gelap hitam, kami merajai dunia, karenanya&lt;br /&gt;Saat orng lain buta, mata kami terang ditunjukinya&lt;br /&gt;Ketinggian kami tidak mungkin dijamah karena dia&lt;br /&gt;Kami jaga dia, segala yang kami punya rela kami persembahkan untuknya&lt;br /&gt;Demi diri kami sendiri, demi siapapun yang lahir setelah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu orang lain sesat, kami tetap lurus dirunjukinya&lt;br /&gt;Waktu orang lain tidak punya tempat bergantung, kami kokoh kuat ditopanya&lt;br /&gt;Mereka berdiri dengan pongah&lt;br /&gt;Merasa iri dan tidak tahu diri&lt;br /&gt;Mereka menghancurkan kami dari segala arah&lt;br /&gt;Tapi dengannya, tidak ada satu makhluk pun yang mampu mengalahkan kami&lt;br /&gt;Hingga suatu saat, perlahan2, cahanya mulai pudar menyinari dalam diri kami&lt;br /&gt;Awan mendung turun mengitari kami&lt;br /&gt;Semua gelap, hingga cahayanya pergi&lt;br /&gt;Keagungan kami hilang, kebesaran kami punah, karena salah kami sendiri&lt;br /&gt;Bunga yang mekar hancur direnggut orang&lt;br /&gt;Tunas2 yang tumbuh hancur dipotong parang&lt;br /&gt;Makhluk sesat maju menyerbu kami dengan garang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sudah pergi tak ada lagi dari diri kami&lt;br /&gt;Sesuatu yang seharusnya kami sadari&lt;br /&gt;Diri2 kami diinjak2 orang, tak pernah ada lagi kemuliaan&lt;br /&gt;Darah kami tak pernah berhenti ditumpahkan, hanya karena tamak, iri dan kegilaan&lt;br /&gt;Badan kami dikoyak2, gelap sudah sempurna menyelimuti dunia&lt;br /&gt;Cahanya sudah pergi tidak ada lagi sentosa&lt;br /&gt;Harapan sudah putus, pupus mereka cabik&lt;br /&gt;Nafas2 kami sudah tercekat dihambat mereka makhluk2 sesat&lt;br /&gt;Mereka berkeliaran, liar nyata matanya&lt;br /&gt;Darah dari senyumnya, hunus belati di tangannya&lt;br /&gt;Pongah mereka dalam tegaknya&lt;br /&gt;Mereka merasa menang&lt;br /&gt;Kegelapan akan terus mereka sebarkan, tanpa menyisikan walau satu cahaya saja&lt;br /&gt;Mereka jahat, sejahat iblis di neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal...cahanya tidak akan pernah hilang&lt;br /&gt;Jika dia hilang dari diri2 kami, kami akan menyalakannya lagi&lt;br /&gt;Akan kami jaga dia&lt;br /&gt;Akan kami serahkan nyawa, keringat dan darah kami padanya, demi diri kami sendiri&lt;br /&gt;Juga demi siapapun yang ada setelah kami&lt;br /&gt;Karena dia adalah kami&lt;br /&gt;Dialah nyanyian hidup kami&lt;br /&gt;Dialah nafas kami&lt;br /&gt;Dia kekuatan kami&lt;br /&gt;Dengannya akan kami lawan semua&lt;br /&gt;Angan harus dihentikan&lt;br /&gt;Bebatuan tidur dalam genggaman&lt;br /&gt;Kalimat suci wajib kami junjungkan&lt;br /&gt;Kami punya masa lalu yang cemerlang, yang akan kami kembalikan seutuhnya&lt;br /&gt;Dengannya sebagai penunjuk jalan&lt;br /&gt;Penerang di kegelapan&lt;br /&gt;Hingga kemuliaan ada pada kami lagi&lt;br /&gt;Kami menyongsong segalanya&lt;br /&gt;Dengan dia sebagai kekuatan&lt;br /&gt;Demi diri kami sendiri, juga demi siapapun yang lahir setelah kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jernih mata kami memandang&lt;br /&gt;lelah sudah lama kami lupakan&lt;br /&gt;Kini saatnya untuk berjuang&lt;br /&gt;mengembalikan segalanya yang sudah lama hilang...(sayt muhammad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taken from: OpenMind MiniMagz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113500481100318925?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113500481100318925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113500481100318925&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113500481100318925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113500481100318925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/greatest.html' title='tHe GrEAtesT'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113476574805654986</id><published>2005-12-16T12:39:00.001-08:00</published><updated>2005-12-19T06:37:21.786-08:00</updated><title type='text'>SMS HATI TERUNTUK UKHTI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Mungkin kejadian ini bukan dirasakan oleh Aku seorang. Pasalnya, banyak teman-temanku juga mengeluhkan masalah ini. Sering sekali mereka curhat tentang kekesalan mereka terhadap SMS-SMS yang bisa merusak kekebalan hati ini. Bisa dibilang SMS ini menimbulkan penyakit hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Salah satu dari teman halaqah-ku misalnya pernah bercerita, hampir setiap tengah malam dia selalu mendapatkan SMS yang berisi ajakkan untuk sholat lail dari seorang cowok yang notabene tergolong aktivis dakwah di kampusnya. Ada juga versi SMS lainnya yang berisikan tentang tausiah atau sekedar basa-basi saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Bukannya mau ber-su'udzan. Tapi setelah dianalisis kembali SMS itu justru bukan berlandaskan lillahi ta'ala alias hanya sekedar cari perhatian. Entah apa sebenarnya motivasi mereka sesungguhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pernah di suatu pertemuan Aku dan teman yang lainnya dikejutkan oleh artikel sebuah majalah remaja islami yang pada waktu itu membahas habis perihal 'Ketika Ikhwah Sedang Jatuh Cinta'. Memang sangat menarik sekali ketika kita melihat title dan komposisi dari artikel tersebut. Tetapi disini, yang membuat kami terkejut sekaligus jengkel adalah mengapa justru para akhwat yang disebut-sebut ke-GR-an kalau menerima SMS dari para ikhwan padahal semua itu juga disebabkan ulah para ikhwan yang tidak bertanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sepulang dari pertemuan tersebut sempat terlintas dibenakku untuk menulis sebuah karangan non-fiktif yang bebentuk research terhadap ulah para ikhwan tersebut. Hitung-hitung biar bisa mengekspresikan kekesalanku terhadap pandangan tersebut yang cenderung lebih memojokkan kami para akhwat khususnya. Bagi kami ini jelas-jelas tidaklah adil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Segala hal yang berbau strategi meliputi kerangka berpikir atau outline-nya sudah kupersiapkan sedikit demi sedikit. Sepertinya Alloh SWT mempunyai kehendak yang lain. Ternyata sampai saat ini buah pemikiranku itu belum kutuangkan sedikit pun lewat tinta. Ya…planning tinggalah planning. Tetapi kenyataannya memang susah untuk ngelaksanain misi rahasiaku itu. Sebenarnya hambatan untuk menulis itu bukan karena keterbatasan fasilitas atau rasa malas tapi karena amanah akademis maupun halaqah yang lebih harus diprioritaskan. Disamping itu dalam misi rahasiaku itu diperlukan data yang bisa dibilang tergolong high risk untuk didapat. Coz misi rahasia ini memerlukan bukan sekedar data biasa yang bisa diteliti dalam bentuk kuisioner atau dengan wawancara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Tapi siapa yang menyangka dibalik kekesalanku terhadap SMS hati (biasa kusebut) aku menemukan sebuah ibroh yang mungkin bisa menjadi sebuah cerminan ketika para muslimah hendak ber-tabaruj.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kejadian ini berawal ketika aku menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halamanku, Jakarta. SMS yang bermula dari sebuah misscall nomer yang tidak kukenal. Disitu kukira teman sekampusku yang hendak menghubungiku. Entah mau berkonsultasi tentang masalah dikampus atau yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dalam SMS-ku kutulis keingintahuanku terhadap siapa pemilik nomer tersebut. Lalu nomer tersebut merespon dengan perkataan bahwa dia meminta maaf karena telah mengganggu waktuku. Pada saat itu, aku sama sekali tidak berpikir negatif sama sekali. Dari SMS-SMS yang dikirimnya aku menangkap kalau si pengirim misterius itu adalah adik angkatanku. Maaf saja, kalau aku sebut si pengirim itu misterius karena dia tidak mau memberikan identitasnya dan dari mana dia mendapatkan nomerku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Uugh…curang!!! Pintaku dalam hati. Menurut pengakuannya, dia sama sekali belum pernah bejumpa denganku sebelumnya. Dan yang lebih surprise lagi dia mengetahui namaku dan kegiatan ekstrakurikuler yang kuikuti. Ternyata si pengirim misterius mempunyai niatan untuk ber-hijrah dijalan Alloh. Kebanyakan isi SMS-nya berisikan konsultasi bagaimana berproses yang benar untuk berada di jalan yang kaffah dan di ridhai oleh Alloh SWT. Adapun SMS-SMS konsultasi yang dia kirimkan, yaitu masalah tentang bagaimana pergaulan antara ikhwan dan akhwat yang syar'i dan masalah manajemen hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Suatu ketika, ada satu pertanyaannya yang cukup mengagetkan, yaitu ketika ia bertanya, apakah para aktivis dakwah kemungkinan pernah mengalami penyakit hati? Menurutku ini merupakan pertanyaan yang kritis dan harus dijawab dengan jujur. Aku katakan pada waktu itu juga kalau aktivis dakwah itu bukanlah malaikat melainkan manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan dan sering melakukan ke-khilafan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Setelah itu dia juga bercerita kalau dia baru saja memutuskan pacarnya dengan alasan takut dengan dosa. Kemudian dia bertanya kembali, apakah tindakannya benar karena sudah memutuskan pacarnya. Dengan lugas aku menjawab pacaran memang banyak sisi kelemahannya dibandingkan sisi kelebihannya dan banyak merugikan kedua belah pihak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pada awalnya sih, aku tidak merasa curiga pada si pengirim SMS misterius tersebut. Terus terang dari awal aku memang merasakan ketidakadilan diantara aku dan si pengirim SMS misterius itu. Dengan alasan yang cukup jelas, dia tahu namaku dan tahu bagaimana aku di kampus. Lagipula aku menyadari bahwa perananku disini adalah sebagai akhwat yang seharusnya mengerti akan batas atau koridor-koridor pergaulan dalam tata cara yang islami. Alhamdulillah… dari dasar lubuk hati yang terdalam berkata kalau ini bukanlah ajang untuk berkomunikasi yang sehat apalagi si pengirim adalah seorang cowok yang berniat untuk terus berproses mencari kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Akhirnya, aku pun mulai mencari celah agar si pengirim bisa mengerti akan maksudku untuk tidak mengirimkan SMS-nya secara terus menerus lagi kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Finally, aku punya gagasan yang insya Alloh bisa menghentikannya untuk mengirimkan SMS-nya kepadaku lagi. Dalam balasan SMS-ku, aku membuat alasan kalau jawaban konsultasiku untuk dia tidaklah jelas kalau harus dibahas lewat SMS di handphone karena pasti ada kata-kata yang terputus atau hilang. Oleh karena itu, aku usul untuk menjawab semua pertanyaannya itu via email. Dan alhamdulillah ternyata dia merespon dengan baik dan bersedia memberikan alamat email-nya kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Masa tenggang waktu yang aku janjikan untuk mengirimkan email kepada si pengirim misterius itu berlalu sudah karena terus terang aku masih kesulitan untuk menuangkan kata-kataku kedalam tulisan yang nantinya akan kukirim kepada si pengirim misterius itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Alhamdulillah…Alloh memberikan keberanian dan memupuk rasa percaya diriku untuk melaksanakannya. Hmmm…selama ini ternyata aku memang takut salah mengungkapkan isi hati yang kumaksud padahal itu menyuarakan sebuah kebenaran. Dengan alasan aku tidak mau akibat dari kata-kataku nanti orang jadi salah persepsi tentang citra akhwat sebagai da'iah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dengan diliputi rasa bersalah, sedih nggak tahu harus berkata apalagi akhirnya aku mengirimkan SMS dengan kalimat yang waktu itu baru saja aku dapatkan dari salah seorang teman. Yang diambilnya dari salah satu surat di dalam Al-Qur'an. SMS tersebut intinya menyindir si pengirim misterius itu. Buat apa dia mencari kebenaran kalau selama ini hanya dilandasi dengan hawa dan nafsu. Aku tidak tahu apakah itu akan membuat ia mengerti nantinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Didalam email-ku untuknya, kujelaskan maksudku kenapa aku mengalihkan perbincangan dari sistem SMS ke sistem internet via email.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Lewat Penjelasan yang sangat hati-hati dan diupayakan agar mengena di hatinya bahwa dari awal perbuatannya adalah sebuah kekeliruan. Walaupun begitu Aku sangat salut akan semangatnya untuk mencari sebuah kebenaran yang hakiki dan dia berhak mendapatkannya dari siapa saja, tidak memandang gender. Tetapi ada yang perlu diperhatikan kalau kita hanya manusia yang sering sekali khilaf. Kapan saja bisa berbuat kesalahan dan apapun yang terjadi kita tetap harus kembali lagi kepada kuasa Alloh karena Beliaulah yang mempunyai pedoman yang esa yaitu Al- Qur'an. Mengingat si pengirim mempunyai niatan untuk menjadi ikhwan wanna be. Selain itu aku menyarankan agar dia lebih memfokuskan hati dan niatannya hanya berdasarkan Illah fillah. Selain itu Aku juga mencarikan solusi terbaik untuknya agar tetap terus berproses dijalan yang di ridhoi Alloh SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ternyata tidak kuduga sama sekali, pasca aku mengirimkan email kepada si pengirim SMS misterius itu, tidak sekalipun dia mengirimkan SMS kepadaku lagi. Beberapa hari setelah peristiwa SMS misterius itu, aku kembali dikejutkan oleh sebuah balasan email yang ternyata dari seseorang yang bernama Rafli. Yang belakangan kusadari kalau itu adalah balasan email dari si pengirim misterius itu. Kucermati isi email tersebut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;"assalamualaikum wr.wb terima kasih sebelumnya sudah kirim email ke saya. Mohon maaf kalau kemarin saya sudah ganggu antum, insya Allah apa yang sudah antum tuliskan dalam email tersebut sangat bermanfaat bagi saya. Mudah-mudahan saya bisa berproses lebih baik lagi amin. Sekali lagi memang saya tidak bermaksud apa-apa, mungkin ini kelemahan saya sebagai seorang yang akan terus berproses. Jadi saya harap antum tidak salah sangka terhadap saya. Dan saya sangat bersyukur, ternyata apa yang antum sampaikan benar semuanya. Saran antum tidak ada yang salah, justru inilah yang mencerminkan kepribadian seorang akhwat sejati. Memang tidak selayaknya seorang ikhwan dan akhwat membuka pintu-pintu syaitan meskipun dari hal yang sekecil-kecilnya. Selamat ... antum semoga bisa istiqamah selalu….".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Belum kutuntaskan membaca email dari si pengirim misterius itu. Entah kenapa ada terbesit perasaan kesal, jengkel, dan malu. Dari dasar lubuk hatiku berkata, iseng banget sih kayak nggak ada kerjaan aja. Maunya apa sih nih orang ? pada saat itu juga aku merasa seperti dipermainkan. Dengan rasa penasaran dan diambang keemosian, kembali kulanjutkan bacaanku yang terputus tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;"…Maaf juga , ini saya lakukan karena memang selama ini saya kurang percaya dengan penampilan seorang akhwat, kadang ketika dalam situasi formal terkesan sangat alim, tetapi dilain waktu saya pernah menjumpai seorang akhwat yang bahkan terkesan berlebihan dibanding yang awam. Tapi ternyata dugaan saya salah, dari email antum saya simpulkan ternyata masih banyak akhwat yang tidak seburuk saya kira. Benarkan? Ok, mungkin itu dulu, dan maaf kalau bahasa saya agak kacau dan membingungkan maksudnya.Ok, keep istiqamah. wassalamualaikum wr. wb "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Allahu Akbar !!! Serentak, gemuruh di dalam hati ini. Setelah membaca kalimat-kalimat terakhir itu hati ini bagaikan tersiram oleh tinta hitam yang pekat. Baru saja aku berpikiran, berprasangka dan membuat sebuah judgement terhadap para ikhwan yang ingin membuka aib kami, para akhwat. Belakangan aku tersadar, siapakah yang patut dipersalahkan didalam kejadian ini? Jawabnya, bukan para ikhwan tentunya. Dan perkataan artikel itu juga tidak sepenuhnya salah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Hal ini membuatku teringat kepada fenomena-fenomena yang pernah aku lihat dengan jelas dan ini sungguh benar-benar terjadi pada kita kalangan akhwat. Sudahkah kita berkaca dan bertanya pada diri kita sendiri terutama hatimu. Tentu saja suara hatimu tidak akan pernah membohongi dirimu. Hanya saja di setiap kita ada yang melipat hatinya sehingga hati itu tidak dapat berbisik dengan indah. Dan tidakkah engkau menyadari eksistensi kita sebagai seorang da'iah yaitu wanita-wanita yang membawa kebenaran hakiki dan selalu menjaga kemaluannya. Oleh karena itu, renungkanlah wahai sahabat….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Jadikanlah dirimu bak bidadari di syurga, makhluk yang cantik wajahnya dan bagus akhlaknya. Mereka bukanlah makhluk sombong dengan kecantikannya. Tidak pernah berselingkuh dengan makhluk lain. Mereka tidak memanfaatkan kecantikannya untuk perbuatan nista.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;* Dictionary&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Akhwat = cewek berjilbab, aktivis, daiyah; Ikhwan = cowok, aktivis, dai; Halaqoh = kelompok kajian kecil; Antum = kamu, anda, engkau; Ikhwah/ukhti = saudara (perempuan)&lt;br /&gt;sumber: islamuda.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113476574805654986?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113476574805654986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113476574805654986&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113476574805654986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113476574805654986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/sms-hati-teruntuk-ukhti_16.html' title='SMS HATI TERUNTUK UKHTI'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113345418821485733</id><published>2005-12-01T08:22:00.000-08:00</published><updated>2005-12-01T08:23:08.236-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;MENJADI SAHABAT YANG MENYENANGKAN&lt;br /&gt;Oleh: Nurul Husna&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Secara fitrah, menikah akan memberikan ketenangan (&lt;i&gt;ithmi'nân/thuma'nînah&lt;/i&gt;) bagi setiap manusia, asalkan pernikahannya dilakukan sesuai dengan aturan Allah Swt., Zat Yang mencurahkan cinta dan kasih-sayang kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hampir setiap Mukmin mempunyai harapan yang sama tentang keluarganya, yaitu ingin bahagia; s&lt;i&gt;akînah mawaddah warahmah&lt;/i&gt;. Namun, sebagian orang menganggap bahwa menciptakan keluarga yang &lt;i&gt;sakinah mawaddah warahmah&lt;/i&gt; serta langgeng adalah hal yang tidak gampang. Fakta-fakta buruk kehidupan rumahtangga yang terjadi di masyarakat seolah makin mengokohkan asumsi sulitnya menjalani kehidupan rumahtangga. Bahkan, tidak jarang, sebagian orang menjadi enggan menikah atau menunda-nunda pernikahannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Menikahlah, Karena Itu Ibadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesungguhnya menikah itu bukanlah sesuatu yang menakutkan, hanya memerlukan perhitungan cermat dan persiapan matang saja, agar tidak menimbulkan penyesalan. Sebagai risalah yang &lt;i&gt;syâmil&lt;/i&gt; (menyeluruh) dan &lt;i&gt;kâmil&lt;/i&gt; (sempurna), Islam telah memberikan tuntunan tentang tujuan pernikahan yang harus dipahami oleh kaum Muslim. Tujuannya adalah agar pernikahan itu berkah dan bernilai ibadah serta benar-benar memberikan ketenangan bagi suami-istri. Dengan itu akan terwujud keluarga yang bahagia dan langgeng. Hal ini bisa diraih jika pernikahan itu dibangun atas dasar pemahaman Islam yang benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menikah hendaknya diniatkan untuk mengikuti sunnah Rasullullah saw., melanjutkan keturunan, dan menjaga kehormatan. Menikah juga hendaknya ditujukan sebagai sarana dakwah, meneguhkan iman, dan menjaga kehormatan. Pernikahan merupakan sarana dakwah suami terhadap istri atau sebaliknya, juga dakwah terhadap keluarga keduanya, karena pernikahan berarti pula mempertautkan hubungan dua keluarga. Dengan begitu, jaringan persaudaraan dan kekerabatan pun semakin luas. Ini berarti, sarana dakwah juga bertambah. Pada skala yang lebih luas, pernikahan islami yang sukses tentu akan menjadi pilar penopang dan pengokoh perjuangan dakwah Islam, sekaligus tempat bersemainya kader-kader perjuangan dakwah masa depan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Inilah tujuan pernikahan yang seharusnya menjadi pijakan setiap Muslim saat akan menikah. Karena itu, siapa pun yang akan menikah hendaknya betul-betul mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk meraih tujuan pernikahan seperti yang telah digariskan Islam. Setidaknya, setiap Muslim, laki-laki dan perempuan, harus memahami konsep-konsep pernikahan islami seperti: aturan Islam tentang posisi dan peran suami dan istri dalam keluarga, hak dan kewajiban suami-istri, serta kewajiban orangtua dan hak-hak anak; hukum seputar kehamilan, nasab, penyusuan, pengasuhan anak, serta pendidikan anak dalam Islam; ketentuan Islam tentang peran Muslimah sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga, juga perannya sebagai bagian dari umat Islam secara keseluruhan, serta bagaimana jika kewajiban-kewajiban itu berbenturan pada saat yang sama; hukum seputar nafkah, waris, talak (cerai), rujuk, gugat cerai, hubungan dengan orangtua dan mertua, dan sebagainya. Semua itu membutuhkan penguasaan hukum-hukum Islam secara menyeluruh oleh pasangan yang akan menikah. Artinya, menikah itu harus didasarkan pada ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Jadilah Sahabat yang Menyenangkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pernikahan pada dasarnya merupakan akad antara laki-laki dan perempuan untuk membangun rumahtangga sebagai suami-istri sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Sesungguhnya kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah kehidupan persahabatan. Suami adalah sahabat karib bagi istrinya, begitu pula sebaliknya. Keduanya benar-benar seperti dua sahabat karib yang siap berbagi suka dan duka bersama dalam menjalani kehidupan pernikahan mereka demi meraih tujuan yang diridhai Allah Swt. Istri bukanlah sekadar partner kerja bagi suami, apalagi bawahan atau pegawai yang bekerja pada suami. Istri adalah sahabat, belahan jiwa, dan tempat curahan hati suaminya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam telah menjadikan istri sebagai tempat yang penuh ketenteraman bagi suaminya. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS ar-Rum [30]: 21)&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Maka dari itu, sudah selayaknya suami akan merasa tenteram dan damai jika ada di sisi istrinya, demikian pula sebaliknya. Suami akan selalu cenderung dan ingin berdekatan dengan istrinya. Di sisi istrinya, suami akan selalu mendapat semangat baru untuk terus menapaki jalan dakwah, demikian pula sebaliknya. Keduanya akan saling tertarik dan cenderung kepada pasangannya, bukan saling menjauh. Keduanya akan saling menasihati, bukan mencela; saling menguatkan, bukan melemahkan; saling membantu, bukan bersaing. Keduanya pun selalu siap berproses bersama meningkatkan kualitas ketakwaannya demi meraih kemulian di sisi-Nya. Mereka berdua berharap, Allah Swt. berkenan mengumpulkan keduanya di surga kelak. Ini berarti, tabiat asli kehidupan rumahtangga dalam Islam adalah &lt;i&gt;ithmi'nân/tuma'ninah&lt;/i&gt; (ketenangan dan ketentraman). Walhasil, kehidupan pernikahan yang ideal adalah terjalinnya kehidupan persahabatan antara suami dan istri yang mampu memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi keduanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk menjamin teraihnya ketengan dan ketenteraman tersebut, Islam telah menetapkan serangkaian aturan tentang hak dan kewajiban suami-istri. Jika seluruh hak dan kewajiban itu dijalankan secara benar, terwujudnya keluarga yang &lt;i&gt;sakinah mawaddah warahmah&lt;/i&gt; adalah suatu keniscayaan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Bersabar atas Kekurangan Pasangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kerap terjadi, kenyataan hidup tidak seindah harapan. Begitu pula dengan kehidupan rumahtangga, tidak selamanya berlangsung tenang. Adakalanya kehidupan suami-istri itu dihadapkan pada berbagai problem baik kecil ataupun besar, yang bisa mengusik ketenangan keluarga. Penyebabnya sangat beragam; bisa karena kurangnya komunikasi antara suami-istri, suami kurang makruf terhadap istri, atau suami kurang perhatian kepada istri dan anak-anak; istri yang kurang pandai dan kurang kreatif menjalankan fungsinya sebagai istri, ibu, dan manajer rumahtangga; karena adanya kesalahpahaman dengan mertua; atau suami yang 'kurang serius' atau 'kurang ulet' mencari nafkah. Penyebab lainnya adalah karena tingkat pemahaman agama yang tidak seimbang antara suami-istri; tidak jarang pula karena dipicu oleh suami atau istri yang selingkuh, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesungguhnya Islam tidak menafikan adanya kemungkinan terusiknya ketenteraman dalam kehidupan rumahtangga. Sebab, secara alami, setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti dihadapkan pada berbagai persoalan. Hanya saja, seorang Muslim yang kokoh imannya akan senantiasa yakin bahwa Islam pasti mampu memecahkan semua problem kehidupannya. Oleh karena itu, dia akan senantiasa siap menghadapi problem tersebut, dengan menyempurnakan ikhtiar untuk mencari solusinya dari Islam, seiring dengan doa-doanya kepada Allah Swt. Sembari berharap, Allah memudahkan penyelesaian segala urusannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keluarga yang &lt;i&gt;sakinah mawaddah warahmah&lt;/i&gt; bukan berarti tidak pernah menghadapi masalah. Yang dimaksud adalah keluarga yang dibangun atas landasan Islam, dengan suami-istri sama-sama menyadari bahwa mereka menikah adalah untuk ibadah dan untuk menjadi pilar yang mengokohkan perjuangan Islam. Mereka siap menghadapi masalah apapun yang menimpa rumahtangga mereka. Sebab, mereka tahu jalan keluar apa yang harus ditempuh dengan bimbingan Islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Islam telah mengajarkan bahwa manusia bukanlah malaikat yang selalu taat kepada Allah, tidak pula &lt;i&gt;ma'shûm&lt;/i&gt; (terpelihara dari berbuat maksiat) seperti halnya para nabi dan para rasul. Manusia adalah hamba Allah yang memiliki peluang untuk melakukan kesalahan dan menjadi tempat berkumpulnya banyak kekurangan. Pasangan kita (suami atau istri) pun demikian, memiliki banyak kekurangan. Karena itu, kadangkala apa yang dilakukan dan ditampakkan oleh pasangan kita tidak seperti gambaran ideal yang kita harapkan. Dalam kondisi demikian, maka sikap yang harus diambil adalah bersabar!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sabar adalah salah satu penampakan akhlak yang mulia, yaitu wujud ketaatan hamba terhadap perintah dan larangan Allah Swt. Sabar adalah bagian hukum syariat yang diperintahkan oleh Islam. (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 153; QS az-Zumar [39]: 10).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Makna kesabaran yang dimaksudkan adalah kesabaran seorang Mukmin dalam rangka ketaatan kepada Allah; dalam menjalankan seluruh perintah-Nya; dalam upaya menjauhi seluruh larangan-Nya; serta dalam menghadapi ujian dan cobaan, termasuk pula saat kita dihadapkan pada 'kekurangan' pasangan (suami atau istri) kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun demikian, kesabaran dalam menghadapi 'kekurangan' pasangan kita harus dicermati dulu faktanya. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;: Jika kekurangan itu berkaitan dengan &lt;i&gt;kemaksiatan&lt;/i&gt; yang mengindikasikan adanya pelalaian terhadap kewajiban atau justru melanggar larangan Allah Swt. Dalam hal ini, wujud kesabaran kita adalah dengan menasihatinya secara makruf serta mengingatkannya untuk tidak melalaikan kewajibannya dan agar segera meninggalkan larangan-Nya. Contoh pada suami: suami tidak berlaku makruf kepada istrinya, tidak menghargai istrinya, bukannya memuji tetapi justru suka mencela, tidak menafkahi istri dan anak-anaknya, enggan melaksanakan shalat fardhu, enggan menuntut ilmu, atau malas-malasan dalam berdakwah. Contoh pada istri: istri tidak taat pada suami, melalaikan pengasuhan anaknya, melalaikan tugasnya sebagai manajer rumahtangga (&lt;i&gt;rabb al-bayt&lt;/i&gt;), sibuk berkarier, atau mengabaikan upaya menuntut ilmu dan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Sabar dalam hal ini tidak cukup dengan berdiam diri saja atau &lt;i&gt;nrimo&lt;/i&gt; dengan apa yang dilakukan oleh pasangan kita, tetapi harus ada upaya maksimal menasihatinya dan mendakwahinya. Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kita senantiasa mendoakan pasangan kita kepada Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;: Jika kekurangan itu berkaitan dengan hal-hal yang mubah maka hendaknya dikomunikasikan secara makruf di antara suami-istri. Contoh: suami tidak terlalu romantis bahkan cenderung cuwek; miskin akan pujian terhadap istri, padahal sang istri mengharapkan itu; istri kurang pandai menata rumah, walaupun sudah berusaha maksimal tetapi tetap saja kurang estetikanya, sementara sang suami adalah orang yang apik dan rapi; istri kurang bisa memasak walaupun dia sudah berupaya maksimal menghasilkan yang terbaik; suami "cara bicaranya" kurang lembut dan cenderung bernada instruksi sehingga kerap menyinggung perasaan istri; istri tidak bisa berdandan untuk suami, model rambutnya kurang bagus, hasil cucian dan setrikaannya kurang rapi; dan sebagainya. Dalam hal ini kita dituntut bersabar untuk mengkomunikasikannya, memberikan masukan, serta mencari jalan keluar bersama pasangan kita. Jika upaya sudah maksimal tetapi belum juga ada perubahan, maka terimalah itu dengan lapang dada seraya terus mendoakannya kepada Allah Swt. (Lihat: QS an-Nisa' [4]: 19). Rasulullah saw. bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Janganlah seorang suami membenci istrinya. Jika dia tidak menyukai satu perangainya maka dia akan menyenangi perangainya yang lain.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Muslim).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;Inilah tuntunan Islam yang harus dipahami oleh setiap Mukmin yang ingin rumahtangganya diliputi dengan kebahagiaan, cinta kasih, ketenteraman, dan langgeng. &lt;i&gt;Wallâhu a'lam bi ash-shawab&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113345418821485733?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113345418821485733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113345418821485733&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113345418821485733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113345418821485733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/12/menjadi-sahabat-yang-menyenangkan-oleh_01.html' title=''/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113569816031900952</id><published>2005-11-27T07:41:00.000-08:00</published><updated>2005-12-30T12:58:55.043-08:00</updated><title type='text'>Silaturahmi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Makna Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Silaturahmi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt; (s&lt;i&gt;hilah ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt; dibentuk dari kata &lt;i&gt;shilah &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt;. Kata &lt;i&gt;shilah &lt;/i&gt;berasal dari &lt;i&gt;washala-yashilu-wasl[an] wa shilat[an]&lt;/i&gt;, artinya adalah hubungan. Adapun &lt;i&gt;ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;m, &lt;/i&gt;jamaknya &lt;i&gt;ar&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;âm, &lt;/i&gt;yakni rahim atau kerabat. Asalnya dari &lt;i&gt;ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;mah &lt;/i&gt;(kasih sayang); ia digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena orang-orang saling berkasih sayang, karena hubungan rahim atau kekerabatan itu. Di dalam al-Quran, kata &lt;i&gt;al-ar&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;âm&lt;/i&gt; terdapat dalam tujuh ayat, semuanya bermakna rahim atau kerabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Dengan demikian, secara bahasa &lt;i&gt;shilah ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im &lt;/i&gt;(silaturahmi) artinya adalah &lt;i&gt;hubungan kekerabatan&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pengertian &lt;i&gt;Syar‘i&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Banyak nash syariat yang memuat kata atau yang berkaitan dengan &lt;i&gt;shilah ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt;. Maknanya bersesuaian dengan makna bahasanya, yaitu hubungan kekerabatan. Syariat memerintahkan agar kita senantiasa menyambung dan menjaga hubungan kerabat (&lt;i&gt;shilah ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt;). Sebaliknya, syariat melarang untuk memutuskan silaturahim. Abu Ayub al-Anshari menuturkan, “Pernah ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku perbuatan yang akan memasukkan aku ke dalam surga.” Lalu Rasulullah saw. menjawab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;dir&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt; &lt;p align="center"&gt;«تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤَتِيْ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ»&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahmi. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;(HR al-Bukhari).&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/dir&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Hadis ini, meskipun menggunakan redaksi berita, maknanya adalah perintah. Pemberitahuan bahwa perbuatan itu akan mengantarkan pelakunya masuk surga, merupakan &lt;i&gt;qarînah jâzim&lt;/i&gt; (indikasi yang tegas). Oleh karena itu, menyambung dan menjaga shilaturahmi hukumnya wajib, dan memutuskannya adalah haram. Rasul saw. pernah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:130%;"  &gt;«لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ»&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;dir&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kekerabatan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(ar-rahim). &lt;b&gt;(HR al-Bukhari dan Muslim).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/dir&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Sekalipun menggunakan redaksi berita, maknanya adalah larangan; ungkapan 'tidak masuk surga' juga merupakan &lt;i&gt;qarînah jâzim&lt;/i&gt;, yang menunjukkan bahwa memutus hubungan kekerabatan (&lt;i&gt;shilah ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt;) hukumnya haram. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Oleh karena itu, Qadhi Iyadh menyimpulkan, "Tidak ada perbedaan pendapat bahwa &lt;i&gt;shilah ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt; dalam keseluruhannya adalah wajib dan memutuskannya merupakan kemaksiatan yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Untuk memenuhi ketentuan hukum tersebut, kita harus mengetahui batasan mengenai siapa saja kerabat yang hubungan dengannya wajib dijalin, dan aktivitas apa yang harus dilakukan untuk menjalin silaturahmi itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Dengan menganalisis makna &lt;i&gt;ar-rahim &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;al-ar&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;am &lt;/i&gt;yang terdapat dalam nash, dan pendapat para ulama tentangnya, bisa ditentukan batasan kerabat tersebut. Kata &lt;i&gt;ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;al-arhâm &lt;/i&gt;yang terdapat di dalam nash-nash yang ada bersifat umum, mencakup setiap orang yang termasuk &lt;i&gt;ar&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;âm&lt;/i&gt; (kerabat). Ketika menjelaskan makna &lt;i&gt;al-arhâm &lt;/i&gt;pada ayat pertama surat an-Nisa’, Imam al-Qurthubi berkata, "&lt;i&gt;Ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im &lt;/i&gt;adalah &lt;i&gt;isim &lt;/i&gt;(sebutan) untuk seluruh kerabat dan tidak ada perbedaan antara mahram dan selain mahram." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Ibn Hajar al-‘Ashqalani dan al-Mubarakfuri mengatakan, &lt;i&gt;"Ar-Ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt; mencakup setiap kerabat. Mereka adalah orang yang antara dia dan yang lain memiliki keterkaitan nasab, baik mewarisi ataupun tidak, baik mahram ataupun selain mahram." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Asy-Syaukani mengatakan, &lt;i&gt;"Shilah ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt; itu mencakup semua kerabat yang memiliki hubungan kekerabatan yang memenuhi makna &lt;i&gt;ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt; (kerabat)."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Qadhi Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan bahwa menurut Islam, kerabat (&lt;i&gt;al-ar&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;âm&lt;/i&gt;) terdiri dari dua kelompok. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;: orang-orang yang mungkin mewarisi harta peninggalan seseorang. Mereka terdiri dari orang yang telah ditentukan bagiannya oleh syariat (&lt;i&gt;ashhâb al-furûdh&lt;/i&gt;) dan orang yang berhak mendapat sisa bagian harta (&lt;i&gt;‘ashabah&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;: mereka yang termasuk &lt;i&gt;ûlu al-arhâm&lt;/i&gt;, yang terdiri&lt;i&gt; &lt;/i&gt;dari sepuluh orang&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Allah menetapkan, &lt;i&gt;ûlu al-arhâm&lt;/i&gt; tidak berhak mendapat warisan dari seseorang sama sekali; seseorang juga tidak wajib memberi nafkah kepada mereka. Akan tetapi, Allah Swt. memerintahkan untuk menjalin hubungan dan berbuat baik kepada seluruh kerabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Allah Swt. memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada kerabat (QS an-Nisa’ [4]: 36); memberi kepada kerabat (QS an-Nahl [16]: 90); memberikan hak kepada kerabat (QS ar-Rum [30]: 38); meski dalam hal itu sebagian mereka lebih diutamakan dari sebagian yang lain (QS al-Anfal [8]: 75 dan al-Ahzab [33]: 6). Rasul saw. pernah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;dir&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial,helvetica,sans-serif;"&gt;«يَدُ الْمُعْطِيْ الْعُلْيَا وَاِبْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ اُمَّكَ وَأَبَاكَ وَاُخْتَكَ وَاَخَاكَ ثُمَّ اَدْنَاكَ اَدْنَاكَ»&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Tangan yang memberi itu di atas (lebih utama) dan mulailah dari orang yang menjadi tanggungan (keluarga)-mu, ibumu, bapakmu, saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, orang yang lebih dekat denganmu, orang yang lebih dekat denganmu &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;(HR al-Hakim, al-Baihaqi, dan Ibn Hibban).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/dir&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Semua itu adalah bagian dari aktivitas silaturahmi. Dari gambaran seperti itu, para ulama manarik pengertian silaturahmi. Menurut Al-Manawi, silaturahmi adalah menyertakan kerabat dalam kebaikan. Imam an-Nawawi mengartikan silaturahmi sebagai berbuat baik kepada kerabat sesuai dengan kondisi orang yang menyambung dan yang disambung; bisa dengan harta, kadang dengan bantuan, kadang dengan berkunjung, mengucap salam, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Abu Thayyib mengartikan silaturahmi sebagai ungkapan tentang berbuat baik kepada kerabat, orang yang memiliki hubungan nasab dan perkawinan; saling berbelas kasihan dan bersikap lembut kepada mereka, mengatur dan memelihara kondisi mereka, meski mereka jauh atau berbuat buruk. Memutus silaturahmi berlawanan dengan semua itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Ibn Abi Hamzah berkata, "Silaturahmi bisa dilakukan dengan harta, menolong untuk memenuhi keperluan, menghilangkan kemadaratan, muka berseri-seri, dan doa." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Pengertian yang bersifat menyeluruh adalah menyampaikan kebaikan yang mungkin disampaikan dan menghilangkan keburukan yang mungkin dihilangkan, sesuai dengan kesanggupan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Tentang siapa yang termasuk orang yang menyambung silaturahmi, Rasul saw. pernah bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;dir&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;«&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِىءِ وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِيْ إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا»&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Orang yang menghubungkan silaturahmi bukanlah orang yang membalas hubungan baik. Akan tetapi, orang yang menghubungkan silaturahmi adalah orang yang ketika kekerabatannya diputus, ia menghubungkannya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;(HR al-Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/dir&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Menyambung silaturahmi adalah jika hubungan kerabat (&lt;i&gt;shilah ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt;) diputus, lalu dihubungkan kembali. Orang yang melakukannya berarti telah menghubungkan silaturahmi. Adapun jika kerabat seseorang menghubunginya, lalu ia menghubungi mereka, hal itu adalah balas membalas; termasuk aktivitas saling menjaga silaturahmi, bukan menyambung silaturahmi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt; &lt;/b&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Dari paparan di atas, maka silaturahmi adalah hubungan kerabat; berupa hubungan kasih-sayang, tolong-menolong, berbuat baik, menyampaikan hak dan kebaikan, serta menolak keburukan dari kerabat yaitu ahli waris dan &lt;i&gt;ûlu al-arhâm&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;font-size:85%;"  &gt;Hubungan dengan selain mereka tidak bisa disebut silaturahmi, karena tidak terpenuhi adanya ikatan kekerabatan (&lt;i&gt;ar-ra&lt;u&gt;h&lt;/u&gt;im&lt;/i&gt;). Ikatan dengan sesama Muslim selain mereka adalah ikatan persaudaraan karena iman yaitu ikatan ukhuwah (silah al-ukhuwah), bukan silaturahmi. &lt;i&gt;Wallâh a‘lam bi ash-shawâb&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113569816031900952?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113569816031900952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113569816031900952&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113569816031900952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113569816031900952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/11/silaturahmi.html' title='Silaturahmi'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113553444508599018</id><published>2005-10-25T10:12:00.000-07:00</published><updated>2005-12-25T10:14:05.276-08:00</updated><title type='text'>untuk kita renungkan</title><content type='html'>hayatulislam.net - Baca-baca arsip lama di komputer saya ternyata asyik juga tuh. Kebetulan saya memang biasa mengoleksi banyak tulisan. Tentang apa saja dan dari siapa saja. Ada yang hasil browse sendiri dari internet, pun banyak tulisan yang dikirim via e-mail dari teman-teman ke &lt;i&gt;mailing list&lt;/i&gt;. Semua itu akan saya pilah dan ditempatkan di &lt;i&gt;folder&lt;/i&gt; tertentu yang sudah diberi tanda. Tujuannya, tentu sebagai bahan untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;  Nah, pas baca artikel tentang renungan yang entah siapa pembuatnya (karena ini sudah banyak dikirim oleh pengirim yang berbeda ke berbagai mailing list yang saya ikuti), saya jadi terinspirasi untuk membuat hal yang sama. Sebagian memang saya modifikasi dan kembangkan lagi, tapi jujur saja inspirasi tulisannya dari artikel tersebut. Jadi, makasih deh kepada “entah siapa” yang menjadi penulis pertama “renungan” tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muda muslim, barangkali inilah enaknya punya banyak teman dan bergaul dengan mereka (terutama yang baik-baik ya). Kalo ada yang pinter, insya Allah kita kebawa pinter juga. Banyak teman kita yang rajin, maka insya Allah kita pun akan kebawa rajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, berikut ini saya tulis ulang dan sedikit dikasih tambahan beberapa kalimat atau mungkin paragraf (karena renungan itu berupa artikel singkat). Apa aja sih? Yuk, kita sama-sama renungkan dalam-dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedekah vs belanja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, uang Rp 20.000-an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal masjid, tapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, kalimat ini begitu kena banget (khususnya kepada saya sendiri). Gimana nggak, kadang seringnya di antara kita ngisi kotak amal di masjid dengan uang recehan. Makanya, kalo pas kotak amal diedarin ke jamaah yang duduk berderet rapi di shaf-nya masing-masing suka terdengar bunyi nyaring tanda uang recehan jatuh menimpa benda keras (apalagi kalo kotaknya terbuat dari kaleng, lebih keras bunyi gemerincingnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin uang itu pecahan seratus, lima ratus, atau seribu rupiah yang logam. Tapi bukan berarti nggak boleh beramal dengan jumlah seperti itu. Jika ikhlas, insya Allah dapet pahala juga dong. Begitu pun sebaliknya, meski yang dimasukkin pecahan lima puluh ribu tapi nggak ikhlas kan sayang juga ya? Mendingan ngasih lima puluh ribu dan ikhlas kan? Hehehe… itu sih, bagus banget atuh ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari nilai “ikhlas”, kita coba renungkan aja dikit ya, betapa kita masih merasa “pelit” untuk bersedekah. Padahal itu buat kita juga amalannya di sisi Allah. Tapi, kita harus merasa “royal” kalo jajan or belanja di mal. Bawa uang 50 ribu rupiah aja serasa masih kurang. Iya nggak? Kalo saya pernah ngerasa demikian. &lt;i&gt;Astaghfirullah&lt;/i&gt;…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita, bisa seperti Abdurrahman bin ‘Auf dan sahabat Rasul lainnya yang seperti nggak sayang sama harta. Mereka sedekahkan hartanya untuk urusan di jalan Allah dengan sangat banyak (menurut kita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ngaji vs nonton sepakbola&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk dengerin pengajian, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk nonton pertandingan sepakbola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, memang kadang lucu abis, kalo dengerin pengajian mah rata-rata dari kita baru lima menit berlalu aja mata kita udah merem-melek. Ngantuk! Apalagi kalo sampe harus 45 menit, wah jarang-jarang deh yang bisa bertahan dengan penuh semangat dan aktif dengerin dan bertanya kepada narasumber pengajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalo kita nonton pertandingan sepakbola di televisi, waktu “setengah main” itu terasa pendek banget. Kita terhipnotis oleh aksi bintang-bintang lapangan hijau pujaan kita. Kita pun betah menikmatinya. Nggak terasa, 45 menit berlalu singkat banget. Lucu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Doa vs ngobrol&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, seringnya kita susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa kepada Allah SWT, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman dan kata-kata dari mulut kita begitu lancar mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm… abis sholat aja, kadang banyak di antara kita yang buru-buru pulang dari masjid atau mushola. Berdoa seperlunya dan mungkin doanya monoton alias yang diucapkan yang itu-itu aja (bosen nggak sih?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okelah, mungkin di antara kita ada keperluan sehingga begitu selesai sholat berjamaah, berdoa sebentar dan keluar dari masjid. Nggak apa-apa, karena sebetulnya berdoa sunnah hukumnya. Cuma, di sini kita sedikit aja merenung dan evaluasi diri: “&lt;i&gt;Apa iya kalo kita berdoa meminta kepada Allah begitu singkatnya? Begitu buru-burunya? Dan nggak pandai merangkai kata dalam berdoa untuk ‘memikat’ Allah SWT?&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang iya sih, Allah Mahatahu apa yang diinginkan hambaNya dalam berdoa, tapi adabnya kan kita kudu sopan. &lt;i&gt;Wong&lt;/i&gt; sama orang aja kita sopan dan menghargai. Iya nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi lucunya pas kita ngobrol bareng teman-teman, rangkaian kata dari mulut kita mengalir deras. Nggak ada beban dan lepas aja, gitu. Lain kali ye hawanya? Lucu juga tuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sepakbola vs sholat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan sepakbola favorit kita, tapi betapa bosannya kita bila imam sholat tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, jujur aja nih, terutama kalo nonton sepakbola di pertandingan final. Kalo hasilnya seri di waktu normal, maka diadakan perpanjangan waktu. Nah, banyak di antara kita yang betah menikmatinya. Apalagi kalo sampe nontonnya berjamaah di kafe. Dijamin seru abis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalo bacaan ayat dari sang imam pas sholat tarawih panjang dikit aja, kita langsung pegel-pegel, dan nekat ngejatuhin ‘talak tiga’ untuk nggak sholat di masjid itu lagi kalo imamnya orang tersebut. Walah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, masjid or mushola yang melaksanakan sholat tarawih berjamaah dengan imam sholatnya yang biasa ngebut dengan kecepatan tinggi dalam membaca ayat, pasti membludak jamaahnya. Ckckck… betapa banyak dari kita yang pengennya instan dan serba cepat dalam hal ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Baca al-Qur’an vs baca novel&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, susah banget baca al-Qur’an 1 juz saja, tapi baca novel best sellers 100 halaman pun habis dilalap dalam sekejap dan kita merasa &lt;i&gt;enjoy&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihihi… iya juga ya? Waktu sekolah dulu saya bareng temen-temen pernah baca Wiro Sableng yang judulnya “Petaka Gundik Jelita” dan “Lima Iblis dari Nanking” antara 1 sampe 2 jam. Dan itu harus ngorbanin baca Fessenden &amp;amp; Fessenden yang nulis Kimia Organik. Padahal besoknya mo ujian kimia. Baca al-Qur’an? Hmm… satu halaman kayaknya udah merasa “beruntung” deh. Ckckck… kenapa ya? Lucu sekaligus sedih kalo mengenang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahasianya apa? Mungkin kalo bacaan al-Qur’an cepet bosen karena nggak ngerti artinya. Mugkin juga. Eh, tapi ada juga teman yang asyik banget baca &lt;i&gt;Harry Potter&lt;/i&gt; edisi bahasa Inggris-nya sampe berjam-jam kok. Ya, kita sih &lt;i&gt;khusnudzan&lt;/i&gt; saja, mungkin juga baca al-Qur’an pun doi sanggup berjam-jam dan berjuz-juz. Tapi umumnya, kita suka cepet bosen kan baca al-Quran lama-lama? Lebih sregep baca novel, baca komik, atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, bukan berarti nggak boleh lho. Silakan aja baca novel. Ini juga sekadar renungan, bahwa ternyata kita lebih susah dan lebih banyak malasnya untuk baca al-Qur’an ketimbang baca bacaan lainnya. Tul nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konser musik vs shalat jumat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, orang-orang pada berebut untuk dapetin tempat di barisan paling depan ketika nonton konser musik, tapi berebut cari shaf paling belakang bila shalat jumat agar bisa cepat keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba deh tengok acara konser musik di televisi, banyak orang rebutan untuk mendapatkan ‘shaf’ terdepan biar bisa ngelihat dengan jelas bintang pujaannya, syukur-syukur kalo sampe bisa salaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo pun harus bayar, banyak di antara kita yang rela ngeluarin duit untuk nebus tempat strategis di arena konser. Tapi pas sholat jumat &lt;i&gt;mah&lt;/i&gt;, nyari tempat di shaf paling belakang biar cepet keluar, atau paling nggak nyari dinding or tiang untuk nyender. Lucu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dakwah vs gossip&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, susahnya orang diajak untuk partisipasi dalam dakwah, tapi mudahnya orang berpartisipasi dalam menyebar gossip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ckckck… untuk ngajak dakwah susahnya setengah hidup. Alasannya macem-macem. Entah dengan alasan karena belum cukup ilmu, atau karena malu. Sehingga bikin lidah kelu. Tapi begitu ada yang ngomporin untuk ngegossip, lidahnya langsung fasih dan ikut nyebarin lagi. Wuih, aneh ya? Lucu ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tentu saja, nilai perbuatannya lain banget. Kalo dakwah insya Allah dapet pahala, tapi ngegossip? Selain dibenci orang, juga dibenci Allah SWT. Amit-amit deh. Tapi, kenapa banyak di antara kita yang hobi ngegossip ketimbang semangat dakwah? Semoga menjadi renungan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Media massa vs al-Qur’an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, kita begitu percaya banget pada apa yang disampaikan media massa, tapi kita sering mempertanyakan apa yang disampaikan al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, media massa saat ini menjadi salah satu kekuatan untuk melakukan perubahan sosial, politik, ekonomi dan sebagainya. Banyak dari kita yang percaya begitu saja dengan apa yang disampaikan media massa. Kasus peledakkan bom di London awal Juli lalu, media massa hampir di seluruh dunia langsung “menuding” Islam dan kaum muslimin berada di balik serangan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, kita yang baca, banyak juga yang kemudian terprovokasi dan ikut-ikutan menjatuhkan vonis kepada Islam dan umatnya. Apa nggak bahaya banget tuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kita, kaum muslimin, ada juga yang masih mempertanyakan apa yang disampaikan oleh al-Quran. Isinya diutak-atik dan dipersepsi sendiri demi keuntungan dan tujuan tertentu. Kebalik-balik memang. Padahal, dalam surat al-Baqarah ayat 2 saja Allah SWT sudah menjamin bahwa al-Qur’an itu “&lt;i&gt;lâroiba fîhi&lt;/i&gt;” alias tidak ada keraguan di dalamnya. Nggak cuma itu, ayat tersebut melanjutkan (yang artinya): “petunjuk bagi mereka yang bertakwa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap, al-Qur’an itu pasti kebenarannya, dan sekaligus petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Jadi, mengapa harus mempertanyakan lagi apa yang disampaikan Allah dalam al-Qur’an? Tapi dalam waktu bersamaan, kita lebih percaya kepada media massa (bahkan ada yang sampe nggak perlu ngecek kebenarannya), padahal nggak jarang isinya berupa ‘kabar burung’ dan juga informasi yang sesat dan menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Surga pengen, beramal ogah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu ya, pengen masuk surga, tapi ogah beramal. Hmm… ini sih bukan hanya lucu, tapi juga aneh bin ajaib. Emangnya surga gratis? Nggak lha yauw. Kita-kita aja masih was-was, khawatir amalan baik selama ini nggak keterima karena mungkin nggak ikhlas. Lebih sedih lagi seharusnya jika kita berharap surga tapi nggak pernah (atau sedikit) beramal baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, banyak di antara kita yang kepengen masuk surga, tapi diminta untuk sholat aja susahnya setengah mati. Banyak juga di antara kita yang pengen dapetin surgaNya, tapi diminta untuk taat dan patuh sama ajarannya aja ogah. Itu sih sama artinya ngarepin dapet uang pensiun tapi tanpa kerja selagi usia produktif. Lucu dan aneh banget kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengen masuk surga tapi tanpa beriman dan tanpa beramal sholeh, kira-kira mungkin nggak? Mimpi kali ye!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sedikit renungan aja buat kita semua. Semoga kita mulai berbenah dalam hidup ini. Mumpung masih muda. Selagi mudah untuk melakukan berbagai amal kebaikan, jangan sia-siakan waktu kita. Kita bisa berbuat lebih banyak. Karena kita nggak pernah tahu kapan kita dijemput oleh Malaikat Ijroil untuk menghadap Allah SWT dan mempertanggung-jawabkan perbuatan kita selama di dunia. Mumpung masih ada waktu, sebisa mungkin kita mengumpulkan banyak amal baik untuk bekal di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul mulia Saw telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan komoditas dunia.&lt;/i&gt;” [&lt;b&gt;HR. Bukhari&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Muslim&lt;/b&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk melakukan amalan yang baik sesuai ajaran Islam. Ditanamkan dalam hati kita untuk gampang menerima kebenaran dan mengamalkannya. Semoga.&lt;br /&gt;STUDIA Edisi 256/Tahun ke-6&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113553444508599018?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113553444508599018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113553444508599018&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113553444508599018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113553444508599018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/10/untuk-kita-renungkan.html' title='untuk kita renungkan'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113518322964692519</id><published>2005-10-21T08:39:00.000-07:00</published><updated>2005-12-21T08:40:29.706-08:00</updated><title type='text'>Kapitalisme Tetap Berbahaya, Bro!</title><content type='html'>&lt;i&gt;STUDIA Edisi 269/Tahun ke-6&lt;/i&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;hayatulislam.net&lt;/b&gt; -  &lt;span&gt;Tewasnya Dr. Azahari yang dicap sebagai gembong teroris di Indonesia pada 9 Nopember 2005 silam di Batu, Malang, Jatim, spontan menjadi &lt;i&gt;headline&lt;/i&gt; media massa nasional. Buronan nomor wahid berkewarganegaraan Malaysia ini emang udah lama diburu pihak kepolisian. Terutama pascatragedi bom Bali I yang menyeret â€˜Mr. Smileâ€™ Amrozi cs ke balik jeruji besi. Sebab hasil penyelidikan polisi menyimpulkan bahwa pimpinan aksi teror Bom yang menghujani negeri ini beberapa tahun terakhir didalangi oleh duet maut, Dr. Azahari dan Noordin M. Top.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Tapi sobat, seandainya DR. Azahari bisa ditangkep hidup-hidup, pasti asyik ya. Nah lho? Kok pengen ditangkep hidup. Bukannya doi emang pantes mati. Eits! Jangan sewot dulu. Coba pikir, seiring dengan kematian sang doktor, teka-teki pelaku aksi teror bom selama ini tetep jadi tanda tanya besar. Kalo doi masih hidup, mungkin bakal ketauan siapa dedengkot  teroris sebenarnya. Bukan cuma operatornya aja yang ketangkep. Mungkin aja sang doktor punya atasan yang menyuplai bantuan dana maupun persenjataan. Makanya kita doain aja Mr. TOP nasibnya lebih baik dari pak doktor alias ketangkep idup-idup. Biar kebenaran sedikit terungkap.&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Ya, kebenaran emang kudu cepet-cepet diungkap. Lantaran pemberitaan media massa yang mengupas tentang teroris akhir-akhir kian memojokkan Islam dan kaum Muslimin. Banyak aktivis gerakan Islam yang dicurigai terlibat jaringan teroris lalu diciduk. Pak Wapres pun jadi rajin ngegelar acara nonton bareng pemutaran rekaman vcd pengakuan pelaku bom Bali II dengan ulama dan sesepuh pondok pesantren. Plus pesan-pesan sponsor bagi pengasuh ponpes tentunya. Belum lagi permintaan mantan kepala Badan Intelijen Nasional, Hendro Priyono, agar pemerintah melarang pemikiran Sayyid Qutb dan mengubah kurikulum pesantren (&lt;i&gt;Hidayatullah.com, 21/11/05&lt;/i&gt;). Semuanya mengarah pada pencitraburukan Islam. Bahaya neh!&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahaya Kapitalisme tetap mengintai kita&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Gencarnya pemberitaan media massa seputar terorisme banyak menyita perhatian masyarakat. Apalagi udah bawa-bawa unsur agama yang dianut pelaku teror. Agak &lt;i&gt;sensi &lt;/i&gt;kan. Akibatnya perhatian kaum Muslimin banyak tersedot dan melupakan kondisi negerinya yang kian jauh dari aturan Islam. Kayak di negeri kita.&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Berbagai kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat tak ada habisnya dikeluarkan. Awal oktober lalu kita dihadiahi kenaikan harga BBM yang gila-gilaan. Lebih dari 80 % bo! Kini, pemerintah berencana untuk mengimpor beras yang tentu saja merisaukan para petani. Alamat harga beras dalam negeri di pasaran turun. Kasian deh pak tani. Teganya pemerintah kalo rencana ini gol.&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Dalam hal kemiskinan yang dihasilkan kebijakan pemerintah, menurut hasil simulasi &lt;i&gt;Investor Daily&lt;/i&gt; (13/9), penduduk miskin akan bertambah sekitar 20 juta jika pemerintah pada awal Oktober menaikkan harga BBM sebesar 35 persen. Dan ternyata, pemerintah memutuskan kenaikan BBM lebih dari 80 %. Itu berarti perkiraan penduduk miskin pasca kenaikan BBM bertambah 40 juta. Dan angka ini masih mungkin bertambah karena keputusan kenaikan BBM awal oktober lalu bukan yang terakhir. Waduh!&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Kemiskinan yang menjerat sebagian besar masyarakat ini cukup berpotensi meningkatkan tindakan kriminalitas. Demi memenuhi kebutuhan hidup yang kian sulit, para pelaku kejahatan rela menggadaikan akal sehatnya. Sehingga permasalahan sepele pun bisa memicu pertumpahan darah. &lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Di tengah masyarakat, prostitusi yang merajalela kian mengancam kebejatan moral. Transaksi perzinahan ini bisa ditemui dengan mudah dari pinggiran jalan hingga hotel berbintang. Meski aparat kepolisian rajin melakukan razia, hasilnya hanya sebagian kecil saja yang berhasil ditertibkan. Yang lainnya tetep berlangsung dalam lindungan oknum aparat. Hmm.. kerjasama dalam kemaksiatan.&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Ancaman yang sama juga ditunjukkan oleh perilaku seks bebas remaja yang kian beringas. Baru-baru ini tersiar kabar dua pasang siswa SMA di Cianjur yang kepergok guru tengah berbuat mesum di dalam kelas saat jam pelajaran sekolah. Parahnya, mereka merekam adegan bejatnya dengan ponsel yang mereka bawa. Dan ternyata, bukan hanya dua pasang, tapi banyak siswa-siswi yang melakukan hal yang sama dalam lingkungan sekolah di waktu yang berbeda. (&lt;i&gt;Sinar Indonesia, 21/11/05&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Mungkin inilah konsekuensi dari kurang seriusnya penanganan aparat berwenang dalam menertibkan maraknya pornografi dan pornoaksi. Pergaulan bebas yang dikampanyekan sinetron-sinetron remaja menggoda pemirsanya untuk mencicipi gaya hidup Barat yang sekuler. Petualangan seks remaja Barat dengan mudah diakses melalui dunia maya. Tabloid, majalah, atau vcd porno dijajakan dengan bebas di emperan jalan. Kondisi ini memancing remaja yang selalu pengen tahu untuk membeli, menikmati, mengkhayalkan, hingga mempraktikkannya di jalan yang salah. &lt;i&gt;Naudzubillah!&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Sobat, inilah beberapa contoh permasalahan yang setiap hari mengancam kita. Permasalahan yang timbul akibat dijauhkannya aturan Islam dalam kehidupan kita. Penerapan sistem kapitalisme-sekulerisme oleh negara mengkondisikan masyarakat untuk hidup dalam lingkungan yang bebas nilai. Sehingga menjadi budak materi dengan mengejar-ngejar kesenangan duniawi. Parahnya, kebejatan yang ditimbulkan kapitalisme seperti di atas tidak diekspos besar-besaran. Padahal sangat boleh jadi jauh lebih berbahaya dibanding isu terorisme. Karena bukan hanya 100 atau 1000 orang yang menjadi korbannya, tapi miliaran orang yang terkena rusaknya ide kapitalisme-sekularisme. Masa kita mau jadi mangsa kapitalisme terus sih?&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kita wajib nyadar, Bro!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Sobat, pascatragedi WTC tahun 2001 yang memakan korban ribuan jiwa itu, Amerika langsung menabuh genderang perang melawan terorisme. Malah George W. Bush gencar melobi para pemimpin negara untuk ikut memperkuat barisannya memerangi aksi-aksi teroris. Eh, ngomong-ngomong, siapa sih teroris yang dimaksud AS itu?&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Bagi pemerintah AS, teroris adalah orang dan kelompok yang dalam prinsip dan kegiatannya tidak sesuai dengan kepentingan AS. Makanya meski terang-terangan melakukan kekerasan, membantai dan mengusir penduduk Palestina hingga detik ini, Israel sebagai anak kesayangan AS nggak dikalungkan julukan teroris kepadanya. Tapi kalo terjadi peledakan bom yang bikin heboh, tudingan selalu diarahkan pada kelompok Islam. Kalo nggak al-Qaidah, ya Jamaah Islamiyah. Basi banget kan? Padahal IRA (&lt;i&gt;Irish Republican Army&lt;/i&gt;) di Irlandia berasal dari Katoilik yang berperang melawan Protestan. Di Spanyol, gerilyawan ETA (&lt;i&gt;Euskadi Ta Askatasuna&lt;/i&gt;) yang dicap sebagai teroris bukan berasal dari Islam. Kenapa sekarang kok jadi sempit definisi terorismenya?&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;Emang basi sih. Tapi AS paling jago ngangetin tudingan-tudingan yang udah basi itu. Buktinya, setiap ada tragedi bom, AS pasti langsung ngerespon. Apalagi kalo pelakunya disinyalir berasal dari kaum Muslimin. Udah deh, doi langsung getol menawarkan bantuan dan kerjasama militer untuk menjaga keamanan negara terkait (padahal mah mau menjajah tuh!). Pada tragedi Bom Bali II awal Oktober lalu aja Kedubes AS di Jakarta langsung mengeluarkan pernyataan: "&lt;i&gt;Kami akan terus bekerja sama dengan teman-teman di Indonesia di dalam perjuangan bersama melawan terorisme dan kami siap membantu apa saja yang kami bisa.&lt;/i&gt;" (&lt;i&gt;Gatra.com, 03/10/05&lt;/i&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;AS emang nggak memerangi Islam atau Umat Islam secara keseluruhan. Tapi menurut Guru Besar Sarah Lawrence College, Fawaz A Gergez dalam buku &lt;i&gt;America and Political Islam&lt;/i&gt; (1999), meski para pemimpin AS menolak hipotesis &lt;i&gt;clash of civilization&lt;/i&gt;, kebijakan AS pasca Perang Dingin memang sangat dipengaruhi oleh ketakukan adanya "ancaman kaum Islamis" (&lt;i&gt;Islamist threat&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, AS cukup paranoid dengan aksi-aksi gerakan Islam yang gencar melawan arogansinya. Lantaran perlawanan ini dikhawatirkan bakal mengancam penguasa dari negeri Muslim yang selama ini tunduk pada AS dan mampu menjaga kepentingan AS di negeri itu. Kalo tetep dibiarin, perlawanan ini bakal merembet ke negeri-negeri Muslim yang laen. Kondisi ini bagi AS udah &lt;i&gt;red alert &lt;/i&gt;neh. Makanya, sebelum merembet, AS berusaha untuk menghancurkannya selagi masih kecil dan lokal. Nah, biar dapet dukungan dari dunia internasional, dirancanglah apa yang mereka sebut &lt;i&gt;the global war on terrorist&lt;/i&gt;. Sehingga, perang melawan teroris tidak lain adalah perang melawan (gerakan) Islam. Itulah yang kini sedang terjadi. Gitu ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya kita kudu ngeh dengan hangatnya pemberitaan isu teroris di negeri ini pasca tewasnya DR. Azahari. Boleh jadi ada agenda terselubung di balik semua itu. &lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, pencitraburukan Islam. Pemutaran vcd pengakuan pelaku Bom Bali II, pengawasan terhadap pondok pesantren, penangkapan beberapa aktivis Islam yang dituduh terkait dengan jaringan teroris, hingga larangan pengajaran ide dari ulama sekaliber Sayyid Qutb tentu makin menguatkan opini Islam agamanya teroris. Akibatnya, kaum Muslimin dibikin ciut nyalinya untuk menyuarakan secara terbuka kebenaran Islam. Daripada ditangkep, mending nyari jalan selamet. Ogah ikut dakwah. Dan sepertinya kondisi ini yang dikehendaki oleh penggagas kampanye &lt;i&gt;The War Against Terorism&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, pengalihan perhatian. Betul. Isu terorisme ini yang dianggap paling berbahaya cukup banyak menyedot perhatian masyarakat. Kebejatan moral dan kerusakan tata hidup akibat penerapan aturan kapitalisme-sekulerisme lambat laun luput dari perhatian masyarakat. Padahal ini nggak kalah bahayanya lho dengan isu teroris itu. Malah lebih berbahaya lantaran kerusakan ini nggak ada matinya selama aturan kapitalisme-sekulerisme itu tetep dipelihara oleh negara. Dan selama itu pula korban kian banyak berjatuhan. Inilah bom waktu yang tengah ditanam oleh musuh-musuh Islam di negeri-negeri Muslim. Waspadalah!&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt;   &lt;div align="justify"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Melek politik itu penting&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sobat, di sinilah perlunya kesadaran politik. Nggak ada salahnya kita berpikir 'melawan arus' bahwa jangan-jangan terorisme di Indonesia melibatkan aksi rekayasa dari pihak asing. Soalnya menurut Pengamat Timur Tengah Riza Sihbudi mengatakan bahwa penyandang dana teroris yang disebut dari Timur Tengah itu sangat dimungkinkan berasal dari Israel (&lt;i&gt;Media Indonesia online, 20/10/05&lt;/i&gt;). Atau menurut Mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN), AC Manulang, kemungkinan orang yang terbunuh adalah "Azahari-Azaharian". Ada rekayasa intelijen, katanya (&lt;i&gt;Hidayatullah.com, 15/11/05&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oke deh sobat, nggak rugi kan kalo kita melek dengan urusan politik. Kita jadi tahu banyak dan nggak gampang terjebak oleh opini yang menyudutkan Islam dan kaum Muslimin. Kalo kita cuek, bisa-bisa kita nggak diakui sebagai seorang Muslim.  Seperti sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh &lt;b&gt;al-Hakim&lt;/b&gt;, "&lt;i&gt;Siapa saja di pagi hari tidak memikirkan masalah kaum Muslimin, maka bukan termasuk golongan mereka.&lt;/i&gt;" Nggak lah yaw!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; So, meski isu teroris banyak memangsa para aktivis, tetaplah bersikap optimis. Bahwa Islam bukan agama teroris. Isu teroris dan sistem kapitalis itulah yang patut diwaspadai. Jadi jangan lupakan bahaya kapitalisme. Itu sebabnya, mari kita sama-sama gencar menyuarakan kebenaran Islam secara terbuka dan getol membongkar kejahatan dan keburukan kapitalisme. Yakin saja, karena cahaya Islam tak akan pernah padam. Tak akan pernah. Itu sebabnya, kita harus semangat memperjuangkannya. Allahu Akbar!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113518322964692519?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113518322964692519/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113518322964692519&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113518322964692519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113518322964692519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/10/kapitalisme-tetap-berbahaya-bro.html' title='Kapitalisme Tetap Berbahaya, Bro!'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113587948768460075</id><published>2005-10-03T10:02:00.000-07:00</published><updated>2005-12-29T10:04:47.893-08:00</updated><title type='text'>Surat Terbuka Untuk Aa Gym</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;hayatulislam.net - Yth KH Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bismillâhirrahmânirrahîm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Assalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarâkâtuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana kabarnya Aa? Semoga Aa dan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat, dan tidak ikut mengantri minyak tanah ataupun premium apalagi pertamax, seperti rakyat kebanyakan.&lt;br /&gt; Aa yang dimuliakan Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya termasuk orang yang sering menikmati ceramah Aa. Di televisi, radio ataupun rekamannya. Tulisan-tulisan Aa juga sering saya baca. Ceramah Aa itu ringan, enak disimak dan menyejukkan. Sampai-sampai banyak kaum non-muslim yang juga ikut mengagumi Aa. Bahkan teman-teman di Jaringan Islam Liberal juga menjadikan dakwah Aa sebagai teladan. Kata mereka, dakwah Aa sejuk tidak ‘brangasan’ seperti FPI ataupun MUI yang mengeluarkan fatwa yang membakar jenggot mereka. Aa memang bisa merangkul banyak kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tapi beberapa hari ini saya bingung dengan sikap Aa. Itu terjadi setelah saya menyimak sebuah iklan layanan masyarakat (?) tentang BBM —mungkin tepatnya layanan pemerintah— yang memakai Aa sebagai narasumber. Di tengah gejolak menolak kenaikan harga BBM, Aa meminta rakyat tetap bersabar dan mau berkorban. Mungkin Aa mau bercerita &lt;i&gt;behind the scene&lt;/i&gt;, apakah naskah yang Aa baca itu pesanan pemerintah, atau Aa sendiri memang menyampaikannya dari lubuk hati Aa yang paling dalam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terus terang iklan itu buat saya jadi tidak menyejukkan. Iklan itu terlalu menyederhanakan masalah; apa iya kenaikan BBM cukup dihadapi dengan bersabar? Saya percaya Aa juga ikut menyimak dari koran dan televisi ihwal kesusahan rakyat akibat kenaikkan BBM. Sebelum BBM naik saja, rakyat sudah menderita. Ibu-ibu mengantri berjam-jam hanya untuk bisa membeli 5 liter minyak tanah. Tetangga saya, seorang pedagang pecel dan gorengan, harus berkeliling ke beberapa RW, menggapai dari pengecer ke pengecer untuk mendapatkan satu jerigen saja untuk keperluan dagang. Ketika ada harganya pun sudah 2 ribu rupiah perliter. Ia terpaksa membeli, kalau tidak berarti tak ada dagangan dan tak ada pemasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aa yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya juga percaya Aa tahu bahwa kalau harga BBM naik itu berarti mendongkrak harga barang-barang yang lain. Tarif angkutan sudah pasti naik. Tidak tanggung-tanggung, ORGANDA minta menaikkan tarifnya 40 persen. Ongkos angkot yang jarak dekat, semula Rp 1200,- menjadi Rp 1700,-. Beras, misalnya, sudah melejit jauh sebelum pengumuman kenaikan BBM. Belum lagi listrik. Mungkin Aa baca kalau tahun depan PLN sudah akan menaikkan tarif listrik secara berkala. Itu semua berarti pengeluaran tambahan, sementara pendapatan rakyat belum tentu bertambah. Artinya, jumlah orang miskin akan terus bertambah. Seperti kata Pak Alwi Shihab, Menko Kesra RI, jumlah orang miskin bertambah 10–15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sementara itu dana kompensasi BBM yang dikucurkan pemerintah Aa tahu sendiri kan, gimana jadinya? Sudahlah tak memadai juga tidak menjangkau semua orang fakir miskin. Saya bingung, bagaimana satu keluarga bisa hidup dengan tambahan uang sebesar 100 ribu rupiah perbulan? Sekedar cerita, ada tetangga saya yang benar-benar mengandalkan hidup dari dana kompensasi itu karena suaminya sudah tak bekerja lagi. Kalau dihitung-hitung, berarti keluarga itu harus hidup dengan uang sebesar 3 ribu rupiah perhari. Itu sama dengan satu kali jatah makan saya di warteg yang sederhana. Menunya nasi sepiring, 2 potong tahu, sayur, dan 2 potong gorengan. Kalau di &lt;i&gt;Dapur Teteh&lt;/i&gt; entah bisa dibelikan apa uang sebesar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aa juga tahu kan anak-anak harus sekolah. Karena muslim tak boleh bodoh dan malas. Tapi bagaimana bisa menyekolahkan anaknya kalau uang tak ada? Dana BOS dari pemerintah hanya cukup dipakai membayar SPP. Lalu bagaimana dengan seragam sekolah, alat-alat tulis, tas, dan buku-buku pelajaran. Itu susah untuk terbeli. Aa juga pasti tahu kan kalau para guru rajin betul menjual aneka buku pelajaran kepada para murid. Alasannya untuk menambah kesejahteraan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belum lagi kalau sakit, A, berat. Memang ada jaminan kesehatan bagi keluarga miskin. Tapi bagaimana kalau yang sakit parah, harus opname, obat-obatnya mahal. Apakah ada jaminan dari pemerintah? Bagaimana juga kalau yang sakit adalah tulang punggung keluarganya, sang ayah? Siapa yang harus mencari nafkah dan siapa yang harus menemani sang ayah di rumah sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya bersyukur Allah masih berkenan memberi saya kecukupan rizki, sama seperti kepada Aa (malah mungkin rizki Aa lebih baik dari saya). Ketika BBM dan segala lainnya naik, saya berusaha bersabar dan hidup (makin) berhemat. Tapi buat tetangga-tetangga saya yang miskin, mereka bingung A, apa yang mau dihemat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka apa cukup menghadapi kenaikan BBM dengan bersabar, A? Bukankah rakyat harus tahu kenapa kita yang katanya kaya minyak kok harus menjual BBM dengan harga mahal? Kenapa juga kaya minyak kok harus mengimpor minyak? Dulu sewaktu Pertamina kaya raya kok rakyat tidak merasakan sejahtera, ya A? Tapi begitu pailit (itu juga katanya) rakyat diajak “bersabar dan berkorban”, seperti anjuran Aa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau kepala kita benjol kejedot pintu bersabar adalah jawabannya. Tapi bagaimana kalau benjolnya karena dipukul orang, padahal kita tak bersalah? Rasanya kita harus menuntut keadilan atas pemukulan tersebut ya, A? Karena kan sabar itu bukan berarti diam dan pasrah, tapi juga menuntut hak kita. Kata &lt;b&gt;Imam an-Nawawi&lt;/b&gt; dalam kitab &lt;b&gt;&lt;i&gt;Riyadush Shalihin&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; bab Sabar —saya percaya Aa sering membacanya—, sabar itu ada tiga macam; sabar, menghadapi musibah, sabar menghadapi kemaksiatan, dan sabar mengerjakan ketaatan. Nah, menghadapi pemimpin yang suka memiskinkan rakyat termasuk sabar menghadapi kemaksiatan ya, A? Artinya, rakyat harus menuntut hak-hak mereka yang sudah dihalangi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pak Revrisond Baswir yang ekonom pernah menulis artikel &lt;i&gt;Mengapa Masyarakat (Perlu) Menolak Kenaikan BBM?&lt;/i&gt; Beliau bilang alasan kenaikan harga BBM yang diberi pemerintah kepada masyarakat itu manipulatif dan menyesatkan. Ih, ngeri betul ya A ada orang yang suka bohong, apalagi membohongi rakyat. Kata beliau salah satu alasan kenaikan harga BBM adalah untuk liberalisasi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut beliau negara Indonesia sudah terikat perjanjian dengan IMF untuk melaksanakan konsensus Washington, untuk menjalankan ekonomi liberal. Sebagai unsur dari agenda Konsensus Washington, tujuan utama kebijakan peniadaan subsidi BBM pada dasarnya adalah untuk memperbesar peranan mekanisme pasar dalam penyelenggaraan perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tahap selanjutnya, sejalan dengan dilakukannya unbundling PT Pertamina, sebagaimana terungkap dalam Undang Undang (UU) Minyak dan Gas No. 22/2001, kebijakan tersebut diharapkan dapat merupakan insentif bagi para investor pertambangan untuk menanamkan modal mereka di Indonesia. Sebagaimana diketahui, sudah sejak lama perusahaan-perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang pertambangan minyak dan gas, seperti Exxon Mobil, Chevron Texaco, BP Amoco Arco, Total Fina Elf, dan Shell, sangat berhasrat untuk memperluas wilayah kerja mereka di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Padahal, sesuai dengan UU Pertambangan Minyak dan Gas No. 44 Prp/ 1960 dan UU Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara No. 8/1971, perusahaan-perusahaan multinasional tersebut hanya diperkenankan berperan sebagai kontraktor dalam proses eksplorasi minyak dan gas di Indonesia. Itu artinya, kenaikkan harga BBM akan memuluskan neokolonialisme. Ih, masa iya kita masih mau dijajah ya, A?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Masih kata Pak Revrisond, subsidi apapun yang diberikan pemerintah selama ini banyak yang salah sasaran. Solusinya bukan menghilangkan subsidi secara total, tapi melakukan koreksi sistematis atas mekanisme subsidi tersebut. Logika yang dipakai Pak Revrisond, apakah karena dalam pemerintahan banyak korupsi lalu kita bubarkan pemerintahannya? Jawaban Aa kira-kira bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pak Revrisond juga bilang kalau negara ini sebenarnya masih surplus uang hasil penjualan minyak. Proyeksi impor migas Indonesia katanya US$ 11, 3 milyar sedangkan ekspor migasnya malah lebih besar, US$ 19,7 milyar. Berarti kan masih ada untung, ya A? Kok bisa dibilang tekor sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aa yang berhati mulia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rasanya rakyat sudah kelewat bersabar, malah cenderung cuek. BBM mau naik berapapun rakyat akan terima, meskipun mereka tahu hidup mereka bakal makin susah. Yang berdemo kan cuma mahasiswa. Wakil rakyat saja juga setuju kenaikan harga BBM, termasuk dari partai-partai Islam yang menjanjikan keadilan dan kesejahteraan. Jadi anjuran bersabar dari Aa saya khawatirkan malah menyinggung hati rakyat miskin. Dianggap selama ini nggak bersabar, padahal mereka punya stok kesabaran yang masya Allah. Kalau cacing saja diinjak menggeliat, tapi orang Indonesia malah pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aa, menurut saya anjuran sabar itu ada baiknya ditujukan kepada presiden, menteri-menteri dan pejabat negara juga wakil rakyat. Ajaklah mereka bersabar untuk tidak menaikkan harga BBM apalagi meminta kenaikan gaji, atau ingin ngelencer ke daerah atau keluar negeri. Minta juga mereka untuk bersabar tidak melakukan korupsi dan mau bagi-bagi uang kepada rakyat. Waktu mereka minta kenaikkan gaji sebenarnya umat ingin mendengar teguran Aa supaya para pejabat itu malu pada diri sendiri dan bisa menjaga hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aa yang ganteng,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam iklan itu Aa juga minta rakyat berkorban. Saya lagi-lagi bingung, apa lagi yang mau dikorbankan? Soalnya hidup saja sudah susah. Ada tetangga saya yang tidak mampu beli beras miskin (raskin) padahal harganya hanya seribu rupiah perliter. Ada supir angkot yang curhat pada istri saya bahwa ia harus minjem beras 3 liter untuk makan keluarganya. Ada juga tetangga ibu saya yang hampir tiap hari minjem beras pada tetangga untuk makan. Jadi, buat rakyat miskin, apa lagi yang harus dikorbankan, A? Apakah perasaan dan harapan yang kini hanya itu yang mereka punya juga harus ikut dikorbankan? Maksudnya, mereka tidak usah berharap bisa hidup sejahtera di dalam negeri yang alamnya kaya raya ini? Mohon diterangkan pada kami yang bodoh ini A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa sebaiknya anjuran berkorban itu ditujukan kepada para pejabat negara, A? Karena hidup mereka kan selalu makmur. Para pejabat itu kan banyak yang hidup dari fasilitas negara. Mereka tidak terlalu pusing soal harga BBM naik, toh mereka ada jatah dari negara. Rasanya mereka itu yang pantas berkorban untuk rakyat. Cobalah Aa dengan tim MQ membuat iklan layanan masyarakat yang menghimbau pejabat untuk berkorban, rela dipotong gajinya untuk disumbangkan kepada fakir miskin, tidak memakai fasilitas negara kecuali untuk urusan dinas. Kalau kami yang bicara rasanya tidak terlalu didengar. Kami hanya bisa berdemo dan berdoa. Tapi Aa kan bisa bicara seperti itu di televisi, di radio dan menulis di buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aa Gym yang pandai menjaga hati,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya pernah membaca sebuah hadits dari &lt;b&gt;Imam ath-Thabrani&lt;/b&gt; yang berbunyi, “&lt;i&gt;Barangsiapa yang melihat penguasa yang zhalim, yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah, melanggar janji Allah dan menyalahi RasulNya, berbuat kejam dan aniaya terhadap hamba-hamba Allah dengan sewenang-wenang dan ia tidak mau mengubah dengan kata-kata dan perbuatan, maka pantaslah Allah memasukkannya ke tempat yang telah disediakan Allah baginya (neraka).&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Imam at-Tirmidzi&lt;/b&gt; juga meriwayatkan, “&lt;i&gt;Akan datang penguasa fasik dan zhalim, maka barangsiapa percaya kepada kebohongannya dan membantu kezhalimannya, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak akan masuk surga.&lt;/i&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wah, ngeri ya A? Bagaimana dengan pemerintah RI ini? Kata mantan Menko Ekuin dan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie, yang namanya subsidi BBM sebenarnya tak pernah ada. Artinya itu bohong. Bagaimana ini A? Lalu apa pantas ya A para pejabat negara ini hidup makmur dengan penghasilan yang berlimpah plus fasilitas negara, sedangkan rakyatnya banyak yang miskin. Malah ada yang busung lapar. Itu namanya zhalim kan, ya A. Betul begitu kan? Mohon dikoreksi bila salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya terus terang jadi ngeri kalau termasuk ke dalam golongan yang disebut dalam dua hadits di atas. Sudahlah amal ibadah saya banyak cacatnya, ditambah membantu kezhaliman lagi. Amit-amit, &lt;i&gt;na’udzubillahi min dzalik&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aa Gym yang tinggal di Bandung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebenarnya saya mau menulis banyak kepada Aa. Tapi saya sudah ngantuk dan capek memikirkan perilaku para pemimpin di negeri ini. Mereka itu merasa pelayan rakyat atau pemilik negara ini, ya A? Kalau pelayan seharusnya berusaha mensejahterakan rakyat, bukannya menambah kesengsaraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya berharap Aa senang menerima surat ini, tidak tersinggung, apalagi merasa digurui. Kalau ada sesuatu yang dirasa menyinggung hati Aa anggaplah itu bagian &lt;i&gt;amar ma’ruf nahi mungkar&lt;/i&gt;. Karena katanya sekarang banyak dai yang lebih senang &lt;i&gt;amar ma’ruf&lt;/i&gt; (menyuruh orang berbuat baik) tapi segan ber-&lt;i&gt;nahi mungkar&lt;/i&gt; alias mencegah kemungkaran. Karena memang nahi mungkar itu berat, ya A? Orang bisa tersinggung kalau dibilang mungkar. Padahal seperti kata Aa kita tidak boleh menyinggung hati orang dalam berdakwah. Tapi saya susah melakukan itu. Apalagi kalau melihat pemimpin yang bebal dan suka membodohi rakyat. Huh hati saya panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ah, sudah dulu ya A saya mohon pamit. Sekali lagi mohon maaf atas kelancangan surat ini. Salam untuk keluarga dan seluruh santri Darut Tauhid. Kapan-kapan saya ingin menjajal makanan di &lt;i&gt;Dapur Teteh&lt;/i&gt; yang katanya enak itu, tapi kalau ada uang. Soalnya saya biasa makan di warteg dekat kantor. Murah, seporsi hanya 3 ribu sampai 5 ribu rupiah. Lebih dari itu rasanya berat buat saya, dan nggak tega melihat orang makin susah di jaman ini. Ah, sudah dulu, nanti nggak ada habisnya. &lt;i&gt;Jazakallah khairan katsira&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Wassalâmu’alaikum Warahmatullâhi Wabarâkâtuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; M. Iwan Januar&lt;/span&gt;                                       &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113587948768460075?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113587948768460075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113587948768460075&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113587948768460075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113587948768460075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/10/surat-terbuka-untuk-aa-gym.html' title='Surat Terbuka Untuk Aa Gym'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113588111646566423</id><published>2005-09-29T10:29:00.000-07:00</published><updated>2005-12-29T10:31:56.596-08:00</updated><title type='text'>Propaganda Jahat Bush terhadap Islam &amp; Khilafah</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Farid Wajdi*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;     &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;hayatulislam.net&lt;/strong&gt; - Ada yang sangat penting dalam pidato Bush Kamis (6 Oktober 2005) di depan  undangan &lt;em&gt;National Endowment of Democracy&lt;/em&gt; dan dihadapan undanga the Ronald Reagan Presidential Library dalam kesempatan lain. Untuk pertama kalinya, Bush menyebutkan secara jelas ideologi Islam di balik aksi-aksi terorisme dunia internasional yang menjadi musuh nyata Amerika Serikat saat ini. Dalam pidatonya Bush mengatakan, "&lt;em&gt;The murderous ideology of the Islamic radicals is the great challenge of our new century. Like the ideology of communism, our new enemy teaches that innocent individuals can be sacrificed to serve a political vision&lt;/em&gt;" (Ideologi pembunuh Islam radikal adalah tantangan terbesar dari abad baru kita. Seperti ideologi komunis, musuh baru kita mengajarkan bahwa individu yang tidak bersalah bisa dikorbankan untuk melayanakan sebuah visi politik).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selama ini penyebutan Islam, sangat dihindari oleh Bush saat berbicara tentang terorisme. Namun dalam pidato Bush kemarin kata-kata Islam sangat jelas dia ucapkan. Tentu saja dengan tambahan kata radikal, fasis, jihad.Ada 6 kali kata-kata Islam radikal dia sebutkan dalam pidatonya. Bush mengatakan, "&lt;em&gt;Some  call this evil Islamic radicalism; others, militant Jihadism; still others,  Islamo-fascism&lt;/em&gt;" (Beberapa menyebutnya dengan setan radikal islam, yang lain menyebutkan militan jihad, ada juga yang lain menyebutnya, islam fascis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penyebutan Islam radikal sebagai ideologi di balik serangan terorisme ini disambut baik oleh Walid Phares, pakar terorisme dan profesor pada Middle East Studies. Komentarnya, "&lt;em&gt;Finally, four years after the bloodiest Jihadi attack on the Western Hemisphere, and perhaps worldwide, the President of the United States named the enemy&lt;/em&gt;" (Akhirnya, empat tahun setelah serangan jidad paling berdarang pada belahan bumi Barat, dan mungkin seluruh dunia, Presiden AS menyebut musuh). Walid yang lahir di Lebanon , pernah menyurati Bush akhir tahun yang lalu meminta Bush menyebut secara jelas ideologi dibalik perang melawan terorisme ini (&lt;em&gt;CNSNews.com&lt;/em&gt;, 7 Oktober 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bush juga menyebutkan tujuan dari ideologi Islam ini yakni mendirikan pemerintahan Islam dunia yang disebut oleh Bush dengan istilah imperium Islam dari Maroko sampai Indonesia yang akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia dan menggantikan pemerintahan moderat di negeri-negeri Islam. "&lt;em&gt;The militants believe that controlling one country will rally the Muslim masses, enabling them to overthrow all moderate governments in the region, and establish a radical Islamic empire that spans from Spain to Indonesia&lt;/em&gt;" (Kaum militan percaya dengan mengontrol satu negara akan menggerakkan masa umat muslim, dan memberikan kemampuan buat mereka untuk menggulingkan seluruh pemerintahan moderat di daerah tersebut dan mendirikan sebuah imperium Islam radikal yang terbentang dari Spanyol hingga ke Indonesia), tandas Bush. Meskipun menggunakan istilah radikal imperium Islam, pidato Bush ini mengarah pada institusi politik Islam Khilafah Islam yang memang bersifat global dan menjadikan hukum Islam sebagai sumber hukumnya. "&lt;em&gt;For the first time that I know of, the President has spoken openly  about the jihadists' dream of establishing the caliphate&lt;/em&gt;" (Untuk pertama kali yang saya tahu, presiden AS berbicara terbuka tentang mimpi para jihadis untuk menegakkan Khilafah), tulis spesialis dan pengarang Islam, Robert Spencer di weblog-nya, &lt;em&gt;Jihad Watch&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;CNSNews.com&lt;/em&gt;, 7 oktober 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak hanya itu , Bush pun membandingkan ancaman ideologi Islam ini sama dengan ancaman komunisme. Kesimpulan Bush sebagaimana komunisme yang merupakan ancaman dunia internasional, ideologi Islam pun seperti itu. Tentang hasilnya, Bush menyebutkan ideologi Islam ini akan kalah, sebagaimana komunisme. Menurut Bush: "&lt;em&gt;Like the ideology of communism, Islamic radicalism is doomed to  fail&lt;/em&gt;" (Seperti ideologi komunis, radikal Islam akan gagal).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;p style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Kenapa Khilafah dan Jihad? &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;p style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pidato Bush semakin memberikan gambaran yang jelas pada umat Islam, tentang apa yang sebenarnya menjadi target dari kampanye Bush dalam perangnya melawan terorisme. Sejak awal sebenarnya Bush sudah memberikan gambaran yang jelas, bahwa perang yang dia lakoni saat ini merupakan kelanjutan dari perang Salib. Bush dalam pidatonya setelah serangan WTC September 2002 mengatakan dengan sangat jelas, "&lt;em&gt;This Crusade, this war on terorrisme&lt;/em&gt; â€¦â€¦." Hal ini semakin diperjelas dalam pidatonya kemarin. Bahwa target perang melawan terorisme sebenarnya adalah Islam dan umat Islam. Tidaklah mengherankan kalau kata-kata Islam demikian banyak muncul dalam pidatonya. Termasuk tidaklah mengherankan kalau yang paling banyak menjadi korban dalam perang-nya ini adalah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lebih spesifik lagi Bush menyerang sistem politik Khilafah Islam yang pernah menyatukan umat Islam seluruh dunia dan konsep jihad. Kenapa Bush menyerang Khilafah Islam dan jihad , kerena kedua hal kalau dilaksankan akan secara nyata mengancam kepentingan penjajahan Barat. Khilafah Islam akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia dibawah aturan hukum Islam (syariat). Bersatunya umat Islam adalah paling dikhawatirkan Barat sebab akan mengancam penjajahan mereka. Barat sangat sadar umat Islam bisa dijajah karena mereka terpecah belah atas dasar konsep negara bangsa (nation state). Apalagi umat Islam diatur oleh hukum Islam , yang tidak akan membiarkan terjadinya penjajahan atas negeri Islam, tidak membiarkan eksploitasi kekayaan umat Islam untuk kepentingan penjajah, dan akan memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi umat Islam. Kalau ini terjadi, kapitalisme akan bangkrut total.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     &lt;/p&gt;   &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;p style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Adapun konsep jihad, memang paling sering diserang oleh Barat. Sebab kalau praktik jihad ini dilaksanakan secara benar , tidak ada satu negeri Islampun yang akan dibiarka oleh umat Islaml untuk dijajah dan diduduki oleh Barat. Umat Islam akan saling bahu membahu membebaskan negeri Islam yang dijajah tersebut. Sebagaimana umat Islam dengan seruan jihad, membebaskan Palestina yang diduduki pasukan salib dibawah pimpinan Sholahuddin al Ayyubi. Atas seruan jihad ini pula Konstantinopel ditaklukkan oleh pasukan Muhammad al Fatih. Terang saja kewajiban jihad ini paling dikhawatirkan oleh Barat akan muncul kembali di tengah-tengah umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bush dan Blair sebenarnya mewarisi ketakutan penguasa kolonial yang telah menghancurkan Khilafah Islam. Sebagaimana penguasa kolonial sebelumnya, mereka menyadari Islam dan Khilafah adalah kekuatan umat Islam. Seperti yang dilontarkan oleh menlu Inggris sebelumnya, Lord Curzon yang mengatakan tidak perlu khawatir tentang Turki yang dihancurkan Inggris pada 1924 . Sebab, menurutnya, kekuatan Turki yakni Islam dan Khilafah sudah hilang. "&lt;em&gt;the point at issue is that Turkey has been destroyed and shall never rise again, because we have destroyed her spiritual power: the Caliphate and Islam&lt;/em&gt;" (point pada isu ini adalah Turki telah dihancurkan dan tidak akan bangkit lagi, karena kita telah menghancurkan kekuatan spritualnya: Khilafah dan Islam ), tandas Curzon.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;   &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;   &lt;p style="font-family: arial;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Propaganda Jahat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tidak mengherankan pula dalam pidatonya diatas, Bush banyak melakukan  kebohongan dan propaganda hitam dan jahat (&lt;em&gt;black and evil propanganda&lt;/em&gt;)  terhadap ideologi Islam, Khilafah Islam dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Serangan terhadap ideologi Islam&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam pidatonya Bush mengkaitkan ideologi Islam ini dengan kata radikal, militan bahkan fascis. Sementara Blair menggunakan istilah ideologi iblis. Kita ketahui istilah-istilah ini adalah istilah propaganda yang sering disebutkan tapi tidak pernah jelas pengertiannya. Jangankah itu, istilah terorisme pun hingga saat ini tidak jelas . Sementara kata radikal, militan, dan fascis sendiri sudah berkonotasi negatif. Sehingga ketika Islam dikaitkan dengan radikal, militan, dan fascis, secara opini sudah berkonotasi negatif. Dan memang dalam bahasa propaganda tidak akan ada rincian dan kejelasan. Sebab kalau ada rincian dan kejelasan, akan membuat propanda itu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai contoh kalau istilah radikal, dimaknai upaya ingin merubah secara total tatanan sistem yang sudah ada. Maka istilah ini tidak selalu negatif. Kalau sistem yang ada memang korup dan bankrut, apa salahnya untuk diubah secara total. Kalau radikal diartikan upaya paksa untuk merombak sistem yang ada, AS juga akan masuk kedalamnya. Sebab AS juga secara paksa bahkan dengan perang ingin memaksakan sistem demokrasi di Irak. Sama halnya dengan istilah terorisme. Memang sengaja dikaburkan maknanya dan tidak akan pernah ada rinciannya. Sebab kalau terorisme diartikan sebagai upaya melakukan serangan fisik yang mengancam masyarakat sipil untuk kepentingan politik tertentu, Amerika Serikat jelas teroris. Sehingga dalam bahasa propaganda siapa yang paling sering dan intens menggunakan istilah 'kabur' tersebut terhadap lawan politiknya dialah yang akan unggul. Tidak mengherankan kalau istileh radikal, militan, jihad, terus menerus dipropagandakan oleh Barat untuk kepentingan politik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Mengkaitkan Perjuangan Khilafah dengan Kekerasan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bush dan sekutunya menyerang sistem Khilafah dan syariah Islam dengan mengkaitkannya dengan terorisme. Lebih jauh Bush mendramatisrnya dengan kalimat, "&lt;em&gt;Like the ideology of communism, our new enemy teaches that innocent  individuals can be sacrificed to serve a political vision&lt;/em&gt;" (seperti ideologi komunis, musuh kita mengajarkan bahwa individu yang tidak bersalah bisa dikorbankan untuk mencapai sebuah tujuan politik). Pengkaitan ini jelas propaganda jahat. Sebab, disamping istilah terorisme sendiri masih kabur dan bias, banyak kelompok Islam yang tujuannya menegakkan syariah Islam tidak pernah menjadikan kekerasan sebagai cara untuk memperjuangkan Khilafah Islam. Hizbut Tahrir, misalkan, sudah lebih dari 50 tahun memperjuangkan Khilafah dengan cara politik dan pemikiran, tanpa menggunakan kekerasan. Meskipun diberbagai negara, anggota-anggota Hizbut Tahrir, disiksa dan dipenjara oleh rezim-rezim korup yang justru didukung Barat, dengan cara yang sangat kejam, seperti yang terjadi di Uzbekistan, Mesir, dan Turki. Tidak sedikit pula kelompok Islam yang masih mencita-citakan syariah Islam justru menggunakan cara demokrasi dengan ikut dalam pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Memang pengkaitan dengan kekerasan ini merupakan faktor penting dalam keberhasilan Bush dan sekutunya dalam menyerang sistem Khilafah. Kalau opini bohong ini berhasil diterima, masyarakat jelas akan menolak sistem Khilafah. Strategi ini diungkap secara jelas dalam rekomendasi yang dikeluarkan Nixon Centre tentang Hizbut Tahrir. Dalam laporan tersebut ditulis, &lt;em&gt;As a start,  HT's selfcreated image of a "peaceful" organization needs to be destroyed&lt;/em&gt;  (sebagai langkah citra HT sebagai organisasi damai butuh untuk di hancurkan).  (Lihat &lt;em&gt;Hizb ut- Tahrir, Islam's Political Insurgency, Zeyno Baran, The Nixon  Center &lt;/em&gt;December 2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Barat juga secara sengaja tidak membedakan antara perjuangan membebaskan diri dari penjajahan dengan tindakan terorisme. Apa yang dilakukan kelompok Islam di Afghanistan, Irak, dan Palestina, tentu tidak bisa disebut tindakan terorisme. Sebab yang dilakukan oleh umat Islam disana adalah membebaskan diri dari dari penjajahan yang secara langsung menduduki negeri-negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Justru fakta yang sebenarnya, Amerika Serikat lah yang menggunakan jalan kekerasan untuk meraih kepentingan politiknya. Sejarah kolonial ideologi Kapitalis dari dulu hingga saat ini tercatat telah mengorbankan jutaan manusia di dunia. Serangan AS terhadap Irak dan Afghanistan adalah bukti yang nyata. Dan AS dan sekutunya juga yang menghalalkan segala cara untuk membunuh rakyat sipil. Sudah terbukti perang yang dilakukan AS di Irak adalah ilegal, PBB juga tidak merestuinya, apalagi alasan yang diungkap oleh AS penuh dengan kebohongan, seperti isu senjata pemusnah masal. Justru pemerintah Bush-lah yang tanpa merasa malu dan bersalah membunuh rakyat sipil yang tidak berdosa. Menurut &lt;em&gt;Iraqi  Body Count&lt;/em&gt; jumlah rakyat sipil yang terbunuh di Irak saat ini lebih dari 25.000 orang. AS pun tidak kenal waktu untuk membunuh kaum muslim. Saat umat Islam sedang menjalani puasa dan aidul Fitri, AS tetap saja melakukan serangan besar-besaran yang membunuh banyak rakyat sipil. Jadi siapa yang disebut teroris yang menghalalkan secara cara itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Menyamakan Islam dengan Komunisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk memperkuat propaganda jahatnya Bush mengkaitkan ideologi Islam yang dia sebut radikal dengan komunisme. Taktik busuk dari orang-orang yang kehilangan akal sehat. Mengkaitkan Islam dengan komunisme tidak lain untuk mendapat dukungan rakyat AS. Bush, tahu persis, rakyat Amerika sebelumnya menjadikan komunisme sebagai &lt;em&gt;common enemy&lt;/em&gt; (musuh bersama). Bush ingin mengulang pola itu. Sesuatu yang sangat menggelikan. Sebab siapapun tahu ideologi Islam bertolak belakang 180 derajat dengan komunisme. Islam mengakui keberadaan Tuhan, sementara komunisme anti Tuhan. Bagaimana mungkin Islam disamakan dengan komunisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tampaknya, pengkaitan dengan komunisme yang dilakukan oleh Bush ini sejalan dengan penjelasan keliru Nixon Centre tentang perjuangan Hizbut Tahrir, dalam laporan tersebut disebut Hizbut Tahrir dituduh mengawinkan taktik dan strategi Islam dan leninisme (&lt;em&gt;marrying Islamist ideology to Leninist strategy and  tactics&lt;/em&gt;). Bush tampaknya harus banyak membaca buku-buku Hizbut Tahrir yang banyak mengkritik teori-teori sampai taktik strategi Marxis dan Lenisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dalam buku &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nidhomul Islam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Sistem Islam), &lt;strong&gt;Syaikh Taqiyuddin&lt;/strong&gt; justru mengkritisi cara-cara komunisme dalam menerapkan ideologi di tengah masyarakat, yakni dengan cara kekerasan (totaliter). Menurut pendiri HT ini cara-cara seperti ini tidak akan kekal ,sebab akan mendapat perlawanan dari masyarakat. Dan itu terbukti bagaimana pemerintah komunis justru ditumbangkan oleh rakyatnya sendiri. HT, mengungkapkan bagaimana gambaran Islam dengan penguasa yang harus menjadikan dirinya sebagai pelayan umat. Dalam buku &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nidhomul Hukmi fil Islam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (Sistem Pemerintah Islam), HT juga mengkritik pemerintahan militer dan menjelaskan sistem Khilafah bukanlah pemerintah militer. Tidak hanya itu, berbeda dengan perjuangan komunisme yang menghalalkan segala cara, HT secara tegas mengadopsi pendapat Islam yang melarang penggunaan kekerasan untuk menegakkan kembali Khilafah Islam.&lt;/span&gt;                     &lt;/p&gt;   &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;    &lt;div style="font-family: arial;" align="justify"&gt; &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong style="font-family: arial;"&gt;Khilafah Islam: Bukan ancaman tapi Harapan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt; Bush ingin membangun opini bahwa Khilafah adalah ancaman bagi dunia saat ini. Bush lupa, justru sistem Kapitalisme-lah yang merupakan ancaman bagi dunia. Sistem yang dipraktekkan oleh AS dan sekutunya inilah telah menjadi wabah yang membawa penderitaan umat manusia. Kemiskinan global, konflik, kesenjangan negara kaya dan miskin, merupakan dampak dari Kapitalisme global. Bukan karena Islam. Kenyataan dunia ini secara terbuka dikatakan oleh Koffi Annan pada pertemuan Group 77 di Sao Polo Brasil, menurutnya 25 ribu orang meninggal karena kalaparan dan kemiskinan setiap hari, setiap lima detik seorang bayi meninggal. Bush tampaknya pura-pura tidak tahu, bagaimana ribuan orang turun di jalan-jalan di Eropa dan Amerika Latin setiap kali Bush datang. Mereka semuanya menolak kapitalisme global yang mensengsarakan manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt; Justru Khilafah Islam adalah harapan bagi dunia. Sistem Khilafah adalah sistem agung yang akan menyelamatkan dunia. Bukan hanya bagi muslim tapi juga non muslim. Saat Khilafah masih berdiri, Khilafah menjadi pusat peradaban dunia dengan ketinggian sains dan teknologinya. Khilafah Islam juga memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya. Negeri-negeri yang bergabung dengan Khilafah bukan dieksploitasi kekayaannya untuk pusat kekhilafahan . Khilafah memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dari Daulah Khilafah Islam. Seperti yang ditulis Osama Saeed juru bicara &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;the Muslim Association of Britain&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; di  &lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;the Guardian&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; tentang sistem Khilafah, "&lt;/span&gt;&lt;em style="font-family: arial;"&gt;In its dynamic period, the Islamic caliphate was at the heart of a great civilisation, leading the world in science, philosophy, law, maths and astronomy&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;" (dalam priode dinamisnya, Khilafah Islam telah menjadi jantung dari peradaban agung dunia, memimpin dunia dalam sains, filsafat, hukum, matematika dan astronomi). [HTI Online]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113588111646566423?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113588111646566423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113588111646566423&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113588111646566423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113588111646566423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/09/propaganda-jahat-bush-terhadap-islam.html' title='Propaganda Jahat Bush terhadap Islam &amp; Khilafah'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-113500683603815254</id><published>2005-09-29T07:12:00.000-07:00</published><updated>2005-12-28T13:12:50.553-08:00</updated><title type='text'>CINTA......Limited Edition</title><content type='html'>&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t75" alt="The image “http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Love_heart_uidaodjsdsew.gif/743px-Love_heart_uidaodjsdsew.gif” cannot be displayed, because it contains errors." style="'position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:0;" wrapcoords="7143 0 6803 1020 7824 2551 4592 2891 2381 3402 2211 8164 3061 10885 1020 12246 0 13096 0 14117 1701 16328 2381 20920 3912 21430 8844 21430 9524 21430 10375 21430 16328 19389 16498 19049 20069 16328 21600 14117 21600 12586 20750 12076 17348 10885 18369 8164 18539 5443 17858 3742 17688 2721 9524 0 7143 0"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:/DOCUME~1/TELPOP~1.SCT/LOCALS~1/Temp/msoclip1/01/clip_image001.gif" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/21/Love_heart_uidaodjsdsew.gif/743px-Love_heart_uidaodjsdsew.gif"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Siapa sih yang ga ngerasain cinta? Dari referensi zaman ke zaman, ga ada tuh yang ngabaikan cinta. Adam a.s, the f&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;irst person on the earth aja udah jatuh hati ama Hawa. Julius Cesar yang tegar dan kukuh di hadapan pasukannya, ternyata tunduk ama kemolekan Cleopatra. Belum lagi kisah cinta seakidah antara Nabi Yusuf dan Zulaikha. Sekuel roman legendaris Romeo dan Juliet. Fiksi, Beauty and the Beast. Nobita dan Shizuka. Plus ribuan cerita yang mendun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ia, udah menjadi bukti, yang namanya cinta musti laik jadi top headline. Ehem..ehem.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1276/1560/1600/love.0.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div face="arial" style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p  style="text-align: justify;font-family:arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Memang bener, manusia ga&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;akan bisa hidup tanpa cinta. Sejak kita ditimang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Umi (Ibu) hingga dibopong ke liang lahat nanti, cinta akan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;elalu menyelimuti. Cinta Umi-lah dengan perhatian dan tulus kasihnya, yang bisa ngebuat kita jadi gede hingga sekarang. Cinta Ayah-lah dengan kerja keras &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;dan keuletannya, yang bisa bikin kita sekolah dari SD ampe kuliah. Kita ga bisa mengelak sampe kapanpun, kalo cinta emang udah jadi fitrah manusia. Ga akan bisa hilang dari dalam diri dan jiwa. Buktinya, kita bisa ngerasa iba jika ngelihat seorang anak yang meminta sekeping logam di jalanan. Kasihan ama kucing yang jadi korban tabrak lari (soalnya yang nabrak sambil lari pagi?he..he). Merenung pas denger tangisan bayi korban tsunami di Aceh, yang kehilangan kedua ortunya. Hingga jeritan rekan-rekan di Irak yang belum ngerasain kedamaian hingga sekarang. Yup itulah cinta?, sulit untuk digambarin gimana bentuknya, tapi kita bisa ngerti gimana hasilnya. Ya gitu deh?&lt;br /&gt;Sobat, cinta bisa membuat seseorang jadi berubah dan berani berkorban untuk sesuatu yang dia cintai (Puitis banget?). Orang tua kita berani kerja ampe larut malam untuk cari nafkah, buat kita?.anak yang mereka cintai. Anak yang ngerti ama ortunya juga bakal sekolah dan nerusin cita-citanya setinggi yang dia bisa..juga gara-gara cinta. Tapi, by the way, cinta paling gres muncul dan paling besar tegangannya, saat kita remaja. Perubahan fisik, hormon, dan pergaulan, bikin kita berubah pandangan soal cintrong dan sekilasnya. Yang semula cuman kenal ayah, ibu, kakak, dan mbah, ganti deh ngelirik cewek tetangga sebelah, atau cowok idola kampung anaknya Pak RT. Eleh-eleh. Kan kita udah gede?jadi udah waktunya dong?Walah gombal banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You know, gantinya tampilan diri dan fisik juga pengaruh feromon sedikit banyak nggeser akal sehat. Awas loh?it?s dangerous kalo kebablasan. Ngerti kan feromon tuh apa. Yup biasanya dijelasin tuh kalo kita pas liat ?Wild Life? di tivi, feromon tuh hormon yang biasa dikeluarin ama hewan tuk narik lawan jenisnya. Lho..lho kok malah Pelajaran Biologi nih. Ga kok..kita hanya ngegombal aja (he..he..he), kalo ?berubah? ini juga sama dialami ama kita. Meski ga semua loh?Bisa aja karena ga punya doku, atau ga suka gaya gaul, apalagi norak. Emoh gitu. Tapi tetep aja perubahan dan ganti suasana itu ada. Camera?rolling?Action. Film banget?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ABG yang dulunya berwajah imut dan tampil apa adanya, mulai kenal apa tuh namanya parfum. Dari minyak nyong-nyong ampe Axe Pulse. Jess di kanan, jess di kiri. Biar wangi? Yang sebelumnya ga mau tuh pake asesoris macem-macem, mulai ngerti apa tuh eyeshadow, tank top, meni-pedi, dan hair ionic. Dempul kanan, permak kiri, fixing atas dan finishing touch di bawah, bikin dia jadi perhatian. Ga heran, penampilan yang Pe-De abis, kadang-kadang mau ga mau bikin orang sekitarnya berkoar, ?Mas-mas?godain kita dong? or ?Mbak, sendirian aja?mau kemana nih??.Gaya banget?&lt;br /&gt;Ok Back to the topic. About love?Ehem-ehem. Meski cinta udah merupakan fitrah buat kita, tapi manajemennya sangat penting dan perlu. Biar bisa dikendaliin gitu. Tentunya kita juga kudu ngerti kepada siapa sih cinta yang hakiki tuh. Nampaknya bahasan ini asyik banget loh, soalnya nih bahasannya gue banget?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mencari Cinta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, ini bukan potongan lagunya Dewa. Tapi udah selayaknya kita mencari cinta. Cinta siapa? Cinta hakiki toh. Biar kita ga salah jalan. Apalagi sekarang ini tegangan kita lagi tinggi-tingginya untuk menoleh ke arah cinta yang semu.Yang pasti pencarian cinta yang sejati memang penting dan perlu. Kenapa? Kamu tahu kan kalo seseorang udah jatuh cinta, dia bakal mau ngelakuin apa aja untuk yang ia cintai. Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Gitu peribahasanya. Gawatnya kalo cinta yang kita temui nanti salah alias hanya fatamorgana doang, kita pasti nyesel nantinya. Udah berani korban harta, tahta dan nyawa?eitss, ternyata hanya cinta bo?ongan. Kacian deh. So, looking for true love?sangat puerlu banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, seseorang mencintai sesuatu pasti karena beberapa hal. Bisa aja dia cinta karena jasa seseorang padanya. Bisa juga gara-gara kekayaannya. Bahkan mungkin juga karena wajah dan cakepnya. Yang pasti seseorang cinta akan sesuatu gara-gara sesuatu tadi punya nilai plus dalam pandangannya. Nilai tambah ini di tiap pikiran manusia berbeda-beda. Ada yang standarnya tinggi banget, ada yang sedang dan ada pula yang ala kadarnya. Tergantung manusianya. Nah, sekarang kita bandingin deh satu-satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, yang pertama itu cinta pada lawan jenis kita. Ya..siapa sih yang ga tertarik sama lawan jenis. Normal-normal aja gitu. Yang cewek suka ama cowok, gitu juga reaksi beruntun dari sang cowok buat cewek. Bener loh. Itu gejala wajar manusia. Justru kalo kamu ga suka ama lawan jenis, dan senang ama sesama jenis, kayaknya kamu perlu periksa ke dokter deh. Hanya saja kita kudu ingat, cinta pada lawan jenis tuh kadarnya serba terbatas. Seseorang yang suka gara-gara wajahnya, pas udah ga ganteng atau ga cantik lagi, maka dia bakal menoleh ke yang lain yang lebih oke punya. Kalo sebab harta, bila harta habis dan ludes, dia akan berpaling ke lawan jenis yang masih berdoku tebal. Ga bagus deh kalo kita curahin semua umur kita buat cinta yang satu ini. Selain serba terbatas oleh pandangan semu manusia, juga terbatas oleh tempat dan waktu. Alias kematian dan jarak. Belum lagi efek negatif dan dosa yang amat besar kalo kita mengumbar cinta kepada lawan jenis. Kegiatan berpacaran ria, bersepi-sepi, dan hingga KNPI, udah jadi kronologi kehancuran remaja kalo ga ada rem cakram buat pergaulannya. Nah disini Allah SWT udah mewanti-wanti kita dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada laki-laki Mukmin, hendaklah mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Sikap demikian itu lebih suci bagi mereka. Allah Maha Tahu atas apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita mukmin, hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluannya.?&lt;br /&gt;(TQS. An Nur: 30-31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk yang semacam ini, Islam udah ngasih solusi buat yang udah siap, untuk menikah, bukan berpacaran. Rasulullah SAW bersabda: ?Wahai pemuda, siapa saja diantara kalian mampu menanggung beban, hendaklah segera menikah.? (Al Hadits).&lt;br /&gt;Kedua, cinta pada orang tua kita. Cinta yang kedua ini kudu kita miliki. Kita harus cinta pada ortu dan saudara kita. Kedua ortulah yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Keduanya pula yang melindungi kita saat kecil, dan peduli pada kita saat dewasa. Kata Now See Heart, ?Arungilah seribu lautan, kembaralah ke seluruh alam, takkan kau temui, semurni cinta keluarga.? Tuh udah merupakan bukti tangguh buat kita, agungnya cinta keluarga. Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu mengatakan kepada keduanya (orang tua), ?Ah!? (TQS. Al Isra?: 23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ingat sobat, cinta pada ortupun sifatnya terbatas. Bisa terhenti karena kematian. Ketaatannyapun bisa kita stop pas ortu menyuruh kita melakukan kemaksiatan. Misal ngelarang anaknya yang muslimah untuk berjilbab. Nah, ini ga boleh dipatuhi. Meski gitu, kita juga kudu nolak dengan bahasa yang akhsan (baik). Ga asal ngomel aja. Kalo ngedumel, kita tetep dosa. Meski kita seharusnya bisa ga salah sih. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu takut kepada manusia, padahal Allah-lah yang berhak kamu takuti.? (TQS. Al Ahzab: 37).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, cinta pada Allah dan Rasul-Nya. Inilah cinta yang paling tinggi nilainya Ga ada yang bisa lebih mulia dari ini. Kenapa? Karena cinta pada Allah dan Rasul-Nya ga akan bisa lekang oleh waktu dan tempat. Kata Al Zujaj, cinta kita pada Allah dan rasul-Nya berarti mentati semua perintah dan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Sebaliknya cinta yang tertinggi dari Allah kepada manusia adalah ampunan, ridha dan pahala. Sobat, cuma Allah aja yang bisa ngasih kita ampunan, ridha dan pahala. Yang bisa nggiring kita masuk ke surga. Yang lain..he..he..lewat! Pacar ga akan bisa ngasih ampunan buat kita apalagi pahala. Boro-boro ngasih uang jajan, berangkat sekolah aja bonceng. Demikian juga orang tua, saudara, teman, jabatan, dan harta. Semua ga bisa membuat kita memasuki surga dengan ridha Allah. Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan dari berjuang (jihad) di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak akan memberi petunjuk pada orang-orang yang fasik.? (TQS. At Taubah: 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dari sini udah ngerti kan gimana nentuin cinta yang hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jangan Nyesel Nanti&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sekali lagi kita ulang ya?cinta emang fitrah manusia. Tapi ingat cinta kepada selain Allah dan Rasul-Nya itu limited edition, alias edisi yang terbatas banget. Utamain deh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya daripada yang lain. Cinta pada Allah dan Rasul-Nya berarti menjalani semua perintah dan jauhi semua larangan-Nya. Nah, kalo ini kita lakuin, pasti semua diferensial alias turunan cinta di bawahnya, pasti ngikut jadi cinta yang mulia. Percaya deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo semua kegiatan kita disandarkan pada cinta pada Allah dan Rasul-Nya, pasti seneng banget. Cinta pada ortu akan jadi agung. Cinta pada sesama manusia akan jadi indah, dan cinta pada lawan jenis akan jadi berpahala. Gitchuu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, jangan sampe deh kita kejebak dengan cinta semu. Kita bakal susyeh dunia akhirat. Inget ye? [dy]&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Taken from islamuda.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-113500683603815254?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/113500683603815254/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=113500683603815254&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113500683603815254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/113500683603815254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/09/cintalimited-edition.html' title='CINTA......Limited Edition'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-16436094.post-112604385243362429</id><published>2005-09-06T14:48:00.000-07:00</published><updated>2006-01-04T12:22:18.840-08:00</updated><title type='text'>Muqoddimah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1276/1560/1600/basmalah2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; cursor: pointer; text-align: center;" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1276/1560/320/basmalah2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabaraakaatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Nun, demi pena dan apa-apa yang mereka tulis"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[QS. Al-Qalam (68) : 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bacalah, dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[QS. Al-'Alaq (96) : 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan pena."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[QS Al-`Alaq (96) : 4]&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alhamdulillah, akhirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;my simple blog&lt;/span&gt; ini jadi juga walaupun baru muqoddimahnya (step by step dulu ya) moga2 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nextdays will be more perfect asap (Amien). This blog is created as &lt;/span&gt;sarana dakwah 'n sillaturrahim for reader, blogger, webmaster, user, etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan2/artikel yg kuhimpun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;in my blog&lt;/span&gt; diambil dari berbagai sumber baik dari buku2, blog2 maupun situs2 pilihan dan sudah kubuat link2-nya. Mohon maaf aku telah mencuri ilmumu (jazakumullah), dan akan aku promosikan di blogku mudah2an bermanfaat dan senantiasa mengalir pahal ilmunya (amin). Karena aku bukanlah seorang penulis tapi seorang pembaca yg ingin berusaha menjadi seorang pembaca budiman atau bahkan seorang penulis (insyaAllah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata seorang peneliti bahasa Pennebaker, Krashen bahwa menulis dapat membantu kita dalam memecahkan masalah yang menggayuti benak kita. Bahkan, lebih jauh, secara amat menarik-dengan merujuk ke pelbagai penelitian tentang kaitan menulis dengan membaca-Krashen membuktikan bahwa tulisan yang baik hanya dapat dilahirkan dari orang yang banyak membaca.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify" dir="ltr"&gt;Dua hal penting yang dicatat Krashen dan menjadikan penelitiannya tersebut memberikan makna baru bagi aktivitas membaca dan menulis, adalah, pertama, “writing style does not come from writing, but from reading” (kekhasan atau kebisaan menulis tidak dibentuk oleh aktivitas menulis, melainkan oleh aktivitas membaca). Di tempat lain, dia bahkan menyatakan secara tegas bahwa “writing quantity is not related to writing quality” (banyaknya menulis tidak berkaitan dengan kebermutuan menulis). Kedua, “actual writing can help us solve problems and make us smarter” (menulis akan membantu memecahkan pelbagai masalah dan membuat seseorang bertambah pintar)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" dir="ltr"&gt;Blog ini kupersembahkan spesial buat calon istriku yg sholehah nan jauh di sana (tp dekat di hati lho) dan selalu setia menunggu (mudah2an qta segera dipertemukan dalam perjanjian yg agung nanti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;insyaAllah&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;I love U because of Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Thank-u 4 your attention 'n invitation dah baca my blog. Klo bisa kasih your comment, saran, kritik biar lebih baik lagi. ok&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" dir="ltr"&gt;Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabaraakaatuh.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify" dir="ltr"&gt;&lt;br /&gt;akhi@gus&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/16436094-112604385243362429?l=moejahid.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moejahid.blogspot.com/feeds/112604385243362429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=16436094&amp;postID=112604385243362429&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/112604385243362429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/16436094/posts/default/112604385243362429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moejahid.blogspot.com/2005/09/muqoddimah.html' title='Muqoddimah'/><author><name>soldier of 4JJI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10965969058433757139</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
